Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Baqarah: 274 Bagian Ketiga
๐ WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
▪๐ SENIN
| 07 Ramadhan 1442 H
| 19 April 2021 M
๐ Oleh: Ustadz Nizar Sa'ad Jabal, Lc., M.Pd. ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
๐ Kajian Tematik Ramadhan 1442H
๐ Audio ke-07
๐ Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Baqarah: 274 Bagian Ketiga
~•~•~•~•~
ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
ุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุงูุญู
ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู ูุนูู ุขูู ูุฃุตุญุงุจู، ูุจุนุฏ
Saudaraku sekalian para jama’ah keluarga muslim yang dimuliakan oleh Allฤh. Kita hari ini akan mengkaji merenungkan firman Allฤh di dalam Al Qurฤn pada surat Al Baqarah ayat 274.
Saudaraku para jama’ah keluarga muslim yang dimuliakan oleh Allฤh. Ada ungkapan dari Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, ketika beliau mengomentari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi, dan hadits ini dinilai shahih.
ูุขู
ุฑูู
ุจุงูุตุฏูุฉ
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menyuruh kita untuk bershadaqah.
َูุฅَِّู ู
َุซََู ุฐََِูู َูู
َุซَِู ุฑَุฌٍُู ุฃَุณَุฑَُู ุงْูุนَุฏُُّู
Orang shadaqah seperti seseorang yang ditawan oleh pasukan musuh.
َูุดَุฏُّูุง َูุฏَِْูู ุฅَِูู ุนُُِِููู
Mereka mengikat tangannya dilehernya.
ََููุฏَّู
ُُูู َِููุถْุฑِุจُูุง ุนَُُُููู
Lalu musuh itu datang untuk memukuli leher dia.
ููุงู
Lalu seseorang yang diikat ini mengatakan,
ุฃَู ุฃَْูุชَุฏَِู َْููุณِู ู
ُِْููู
ْ َูุฌَุนََู َْููุชَุฏِู َْููุณَُู ู
ُِْููู
ْ ุจِุงَِِْููููู َูุงَْููุซِูุฑِ
Saya akan tebus diri saya dengan harta yang sedikit atau banyak
َْููุณَُู ู
ُِْููู
ْ
Lalu dia menebus dirinya dari musuh itu
(HR Ahmad)
Orang bershadaqah diumpamakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam seperti orang yang menebus dirinya dari seorang musuh yang hendak mencelakai (memukuli) dia. Jadi diibaratkan seseorang yang ditawan lalu hendak dipukuli, disiksa lalu orang ini menebus dirinya dengan membayar beberapa harta.
ุจِุงَِِْููููู َูุงَْููุซِูุฑِ
Sedikit atau banyak, tebusan dia diterima lalu dia bebas.
Begitulah perumpamaan orang yang bershadaqah. Dia menebus dirinya dari adzab karena maksiat-maksiat dan dosa-dosa seseorang.
Ibnu Qayyim mengomentari demikian, "Hadits ini merupakan bukti”. Maksudnya beliau adalah shadaqah itu bukti keimanan, kedermawanan itu adalah bukti dari keimanan seseorang.
ูููู ุงุจู ุงูููู
ุฑุญู
ู ุงููู: ูุฅู ููุตุฏูุฉ ุชุฃุซูุฑุง ุนุฌูุจุง ูู ุฏูุน ุฃููุงุน ุงูุจูุงุก
Kata beliau, "Orang yang rajin shadaqah itu mempunyai dampak dan pengaruh yang luar biasa sekali dalam menolak bala bencana”. Jadi orang shadaqah maka sedekahnya itu bisa menolak bencana pada dirinya, menghindarkan dirinya dari keburukan seperti contoh yang tadi.
Sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwa orang yang bershadaqah itu akan menghapus dosa-dosa dia, keburukan-keburukan dia, menolak bala', menolak musibah bencana, wabah terus keburukan yang ditimbulkan dari maksiat-maksiat dia, ini semua bisa dihindari dengan banyaknya shadaqah yang dilakukan oleh seseorang.
ููู ูุงูุช ู
ู ูุงุฌุฑ ุฃู ู
ู ุธุงูู
Walaupun sedekahnya itu diberikan kepada pelaku dosa.
ูุฅู ุงููู ุชุนุงูู ูุฏูุน ุจูุง ุนูู ุฃููุงุนุง ู
ู ุงูุจูุงุก
Allฤh akan mencegah dari diri dia berbagai macam bentuk bencana, wabah, bala’, penyakit akan terhindar dari dirinya ketika dia rajin shadaqah. Kapan waktu dia sedekah? Kembali lagi ke prinsip kapan saja, dan dalam kondisi apa? Kondisi apa saja. Di tengah keramaian silahkan shadaqah, ada orang tidak mampu kasih semampunya maka ini akan menghasilkan,
ََُูููู
ْ ุฃَุฌْุฑُُูู
ْ
Pahala yang berlimpah, maka akan terhindar dari keburukan-keburukan, hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Inilah sebuah kunci dari kebahagiaan yang di sampaikan oleh Allฤh, disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi dari Mu'adz bin Jabal.
ูุงูุตุฏูุฉ ุชุทููุก ุงูุฎุทูุฆุฉ ูู
ุง ูุทููุก ุงูู
ุงุก ุงููุงุฑ
"Sedekah itu mampu menghapus dosa sebagaimana air itu mampu memadamkan api." (HR Tirmidzi)
Ini luar biasa.
Sebagaimana pula sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada kaum perempuan,
َูุง ู
َุนْุดَุฑَ ุงِّููุณَุงุกِ ุชَุตَุฏََّْูู ََْููู ู
ِْู ุญَُُِِّّูููู َูุฅِِّูู ุฑَุฃَْูุชَُُّูู ุฃَْูุซَุฑَ ุฃَِْูู ุงَّููุงุฑِ
'Wahai wanita-wanita, rajinlah kalian bersedekah walaupun dengan perhiasan kalian itu semua, karena saya melihat kalian itu kaum wanita adalah penghuni neraka yang paling banyak.”
Subhanallah.
Inilah faedah manfaat keutamaan bagi orang yang bershadaqah dalam semua kondisi, dalam semua waktu, yang menyelamatkan dirinya dari bencana, dari wabah, dari musibah-musibah yang buruk dan menghapus dosa-dosa kita semua.
Ingat! Jangan sampai kita dibisiki oleh syaithan sering saat kita mau shadaqah, “nanti dilihat orang, nanti dipuji orang, jangan deh”. Jangan sampai itu menghalangi kita untuk berbuat baik. Semuanya baik, di saat ramai maupun sepi, tapi kembali kepada keikhlasan kita kepada Allฤh. Kita bershadaqah mengharapkan Allฤh atau mengharap pujian?
Dan ketika kita shadaqah jangan dibatasi dengan waktu. Bulan ini sedekah lebih mulia dibanding bulan yang lain, tidak! Memang bulan Ramadan lebih mulia karena memang disebutkan dalam hadits-haditsnya, tapi jangan sampai kita shadaqah hanya di bulan ramadhan saja, tapi kita shadaqah di setiap waktu.
Banyak saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Mereka butuh bukan hanya di bulan Ramadan tapi mereka butuh setiap bulannya. Maka,
ุฎَْูุฑُ ุงููุงุณِ ุฃََููุนُُูู
َِّูููุงุณِ
"Manusia yang paling mulia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain."
َูุชَุนَุงَُْูููุง ุนََูู ุงْูุจِุฑِّ َูุงูุชَّْٰูููۖ
"Dan saling tolong-menolonglah pada kebaikan dan ketakwaan." (QS Al-Maidah: 2)
Ini renungan ayat dari surat Al-Baqarah pada ayat 274.
Semoga bermanfaat buat saya dan kita semuanya
ุณُุจْุญَุงََูู ุงَُّูููู
َّ َูุจِุญَู
ْุฏَِู ุฃَุดَْูุฏُ ุฃَْู ูุงَ ุฅََِูู ุฅِูุงَّ ุฃَْูุชَ ุฃَุณْุชَุบِْูุฑُู َูุฃَุชُูุจُ ุฅََِْููู
ูุงูุณูุงู
ุนูููู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•
Komentar
Posting Komentar