Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Isra: 82 Bagian Kedua

 ๐ŸŒ WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad

▪๐Ÿ—“ SENIN
| 21 Ramadhan 1442 H
| 03 Mei 2021 M

๐ŸŽ™ Oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc., M.A. ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
๐Ÿ“• Kajian Tematik Ramadhan 1442H

๐Ÿ”ˆ Audio ke-19
๐Ÿ“– Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Isra: 82 Bagian Kedua

~•~•~•~•~

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุฅู†َّ ุงู„ู€ุญَู…ْุฏَ ู„ِู„ّู‡ِ ู†َู€ุญْู…َุฏُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุนِูŠْู†ُู‡ُ ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُู‡ُ، ูˆَู†َุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†ْ ุดُุฑُูˆุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู†َุง ูˆَู…ِู†ْ ุณَูŠِّุฆَุงุชِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู†َุง، ู…َู†ْ ูŠَู‡ْุฏِู‡ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูَู„َุง ู…ُุถِู„َّ ู„َู‡ُ، ูˆَู…َู†ْ ูŠُุถْู„ِู„ْ ูَู„َุง ู‡َุงุฏِูŠَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู† ู„ุงَّ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„َุง ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†َّ ู…ُู€ุญَู…َّุฏุงً ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡.
ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†. ุฃู…ุง ุจุนุฏ

Masih bersama program tadabbur Al-Qurฤn dan kali ini kita akan mengupas firman Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla dalam surat Al-Isra' ayat 82.
 
Yang bunyinya adalah:

ูˆَู†ُู†َุฒِّู„ُ ู…ِู†َ ูฑู„ูۡ‚ُุฑุۡกَุงู†ِ ู…َุง ู‡ُูˆَ ุดِูَุงุٓกٞ ูˆَุฑَุญูۡ…َุฉٞ ู„ِّู„ูۡ…ُุคูۡ…ِู†ِูŠู†َ ูˆَู„َุง ูŠَุฒِูŠุฏُ ูฑู„ุธَّٰู„ِู…ِูŠู†َ ุฅِู„َّุง ุฎَุณَุงุฑุٗง

"Dan Kami turunkan dari Al-Qurฤn, ayat-ayat yang merupakan kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan dia tidak menambah orang-orang yang zhalim kecuali hanya kerugian.”

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwasanya suatu ketika sahabat Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam melakukan sebuah perjalanan. Kemudian mereka bertamu kepada sebuah kabilah Arab yang kepala sukunya sedang ู„ุฏูŠุบ  (digigit) ular.

Disebutkan dalam hadits ini bahwasanya mereka telah,


ูَุณَุนَูˆْุง ู„َู‡ُ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู„َุง ูŠَู†ْูَุนُู‡ُ ุดَูŠْุกٌ

Mereka telah berusaha untuk mencari berbagai obat, semuanya telah dicoba tapi itu semua tidak bermanfaat.

Kemudian mereka mengatakan, "Coba kita datangi tamu yang sedang bertamu di rumah kita" barangkali mereka punya solusi.

Singkat cerita para sahabat mengobati kepala suku dengan membaca surat Al-Fatihah dan ternyata Al-Fatihah sangat mujarab untuk menyembuhkan penyakit yang sudah sangat sulit disembuhkan itu.

Akhirnya mereka (para sahabat) mendapatkan upah dari kabilah ini kemudian mereka melaporkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam.

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengatakan:

 ูˆَู…َุง ูŠُุฏْุฑِูŠูƒَ ุฃَู†َّู‡َุง ุฑُู‚ْูŠَุฉٌ

"Wahai sahabatku, apakah yang membuat kalian tahu bahwasanya Al-Fatihah adalah ruqyah (kesembuhan)?"

Ini menunjukkan bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam,  beliau iqrar (beliau mendiamkan, menyetujui) apa yang dilakukan oleh para sahabat berupa pengobatan dengan Al-Qurฤn (ruqyah dengan Al-Qurฤn) dan beliau juga mendiamkan mereka mengambil upah yang diberikan oleh kabilah tersebut kepada mereka. Itu semua boleh.

Ibnu Qayyim rahimahullah ta'ala dalam Zad Al-Ma'ad menyebutkan kisah yang beliau alami ketika beliau berada di Mekkah.

Beliau menyebutkan bahwasanya di Mekkah, beliau mengalami sebuah penyakit yang cukup parah dan beliau tidak punya obat dan juga tidak menemukan dokter.

Kemudian beliau (rahimahullahu) mengatakan: "Aku akan coba obati penyakitku ini dengan surat Al-Fatihah".

Subhanallah, tidak perlu ayat yang panjang-panjang (ayat yang sederhana) bahkan surat ini adalah surat yang paling penting (Al-Fatihah).

Beliau mengatakan: "Saya mengambil air zamzam kemudian air zamzam ini saya bacakan Al-Fatihah kepadanya beberapa kali, kemudian ketika saya minum air zamzam ini (yang sudah dibacakan Al-Fatihah) ternyata dia memberikan kesembuhan yang paripurna. Kemudian saya menjadikan ini sebagai resep andalan saya dan kalau ada orang yang datang kepada saya meminta untuk diobati maka inilah resep saya"

Beliau memberikan resep ini (berupaya ruqyah bacaan Al-Qurฤn) karena semua ayat Al-Qurฤn adalah kesembuhan.

Karenanya Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengatakan:


ูู…ู† ู„ู… ูŠุดูู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูู„ุง ุดูุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู† ู„ู… ูŠูƒูู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูู„ุง ูƒูุงู‡ ุงู„ู„ู‡

"Barangsiapa tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qurฤn, maka semoga Allฤh tidak menyembuhkannya. Dan barangsiapa yang tidak mencukupkan diri dengan Al-Quran semoga Allฤh tidak mencukupkannya.”


Ini menunjukkan, seharusnya Al-Qurฤn itu bisa menjadi andalan kita untuk pengobatan-pengobatan, tidak hanya penyakit hati tapi juga penyakit fisik. Hanya saja kata beliau untuk bisa mendapatkan kesembuhan dengan membaca Al-Qurฤn dan dengan ruqyah Al-Qurฤn, maka diperlukan senjata yang tajam, juga kekuatan tangan yang kokoh.

Karena saat kita sedang meruqyah orang yang sakit atau saat kita meruqyah diri kita sendiri, saat kita sakit maka sesungguhnya kita sedang berperang melawan penyakit itu.

Dan ingatlah bahwasanya ketika orang berperang, yang dia butuhkan adalah senjata yang ampuh (senjata yang tajam) kemudian yang tidak kalah penting adalah fisik yang kuat dan tangan yang kokoh, sehingga senjata itu benar-benar bisa kita manfaatkan dengan baik.

Adapun jika salah satu dari dua syarat ini tidak terwujud maka kita tidak bisa berperang dengan baik.

Kalau senjata kita tidak tajam atau kita punya senjata tajam tetapi tangan kita tidak kuat, mungkin kita akan terpelanting dan senjatanya akan membahayakan kita sendiri.

Demikian pula dengan orang yang sedang mengobati orang yang sakit dengan ruqyah, maka dia membutuhkan senjata yang tajam dan senjata tajam itu adalah Al-Qurฤn.

Allฤh Subhanahu wa Ta'ฤla yang menyebutkan, Al-Qurฤn itu kesembuhan dan Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam menjelaskan seperti itu, dan para sahabat telah mencobanya dan para ulama telah mencobanya.

Maka Al-Qurฤn adalah senjata yang tajam, agar Al-Qurฤn bisa memberikan manfaat yang optimal maka Al-Qurฤn harus dibaca oleh orang yang tangannya kuat.

Apa maksud tangan yang kuat? Dia memiliki tingkat iman yang tinggi, kadar takwa yang besar. Itu yang dibutuhkan agar Al-Qurฤn bisa memberikan manfaat yang optimal dalam penyembuhan.

Maka orang yang bertakwa kepada Allฤh Subhanahu wa Ta'ala, orang yang mempunyai iman yang tinggi maka bacaannya akan lebih mujarab (bacaannya akan lebih kuat). Dan diharapkan orang yang disembuhkan oleh orang yang bertakwa ini dengan bacaan Al-Qurฤn, dia akan cepat dan lebih mudah sembuh (In sya Allฤh). Ini syarat untuk orang yang mengobati.

Juga ada syarat untuk orang yang diobati yaitu, hendaknya ia punya keyakinan yang kuat bahwasanya Al-Qurฤn adalah kesembuhan bagi dirinya, semakin dia punya keyakinan ini, maka in syฤ Allฤh harapan untuk sembuh akan semakin besar.

Ini semua dijelaskan oleh Ibnu Qayyim rahimahullah ta'ala di dalam Zad Al-Ma'ad.

Demikian, wallahu ta'ala a'lam.



ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•

Komentar