Agama Islam

Agama Islam

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Alhamdulillah. Washolatu wasalamu 'ala rosulillaah. Wa'ala alihi washohbihi ajma'in. 

Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam mengabarkan bahwa setiap manusia apabila meninggal dunia maka di alam kubur akan ditanya oleh dua Malaikat dengan 3 perkara yaitu: 
 
 1. Siapa Tuhanmu?
 2. Siapa Nabimu?
 3. Apa Agamamu?

  1. Mengenal Agama Islam.
    1. Pengertian Islam.
    2. Pengertian Islam secara bahasa dan secara istilah syariat. 
       
      Islam secara bahasa adalah penyerahan diri. 
      Sedangkan secara istilah syariat maka yg dimaksud dgn Islam adalah penyerahan ibadah hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala semata.
       
      Orang Nasrani dikatakan masuk ke dalam agama Islam apabila meninggalkan penyembahan terhadap Nabi Isa dan juga ibunya Maryam dan hanya menyembah dan menyerahkan dirinya hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala.
       
      Seorang yg beragama Islam adalah orang yg hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allah semata. Tidak menyerahkan sebagian ibadah kepada siapapun selain Allah, baik seorang Nabi, seorang Malaikat, Jin, orang yg sholeh, kepada batu, pohon, dll. 
       
      Oleh karena itu syarat masuk ke dalam agama Islam adalah syahadat Laailaahaillallaah dan juga syahadat Muhammad Rasulullah. 
       
      Syahadat Laailaahaillallaah artinya adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yg berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Orang yg sudah mengucapkan Laailaahaillallaah kemudian menyerahkan sebagian ibadahnya kepada selain Allah maka berarti dia belum memahami makna Islam atau memahami akan tetapi melanggarnya dan keduanya adalah musibah. 
       
      Ustadz DR. Abdullah Roy, Lc, MA.
      Di kota Madinah.
    3. Agama para Nabi adalah Islam.
    4. Islam yg artinya penyerahan ibadah hanya kepada Allah adalah agama para Nabi. Agama mereka satu yaitu Islam. 
       
      Berkata Nabi Ibrahim Alaihissalam, aslamtuhirobbil 'alamiin. Aku ber-Islam menyerahkan diriku kepada Robbul 'alamiin. 
       
      Beliau dan juga Nabi Ya'qub berwasiat kepada anak-anaknya: 
      {وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} [البقرة : 132] 
       
      Artinya: "Wahai anak-anakku. Sesungguhnya Allah Subhanahuwata'ala telah memilih agama bagi kalian maka janganlah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sebagai orang Islam." [QS. Al-Baqarah:132]. 
       
      Berkata murid-murid Nabi 'Isa Alaihissalam kepada beliau: 
      {...وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ} [آل عمران : 52] 
       
      Artinya: "Dan saksikanlah bahwasannya kami adalah orang-orang Islam. [Qs. Ali-'Imroon:52]. 
       
      Nabi Musa Alaihissalam, beliau pernah berkata kepada kaumnya: 
      {...فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ} [يونس : 84] 
       
      Artinya: "Maka hendaklah kalian hanya bertawakkal kepada Allah jika kalian benar-benar orang Islam." [Qs. Yuunus:84]. 
       
       Di dalam suratnya, Nabi Sulaiman Alaihissalam berkata kepada Ratu Balqis dan juga para pengikutnya: 
       {أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ} [النمل : 31] 
       
      Artinya: "Hendaklah kalian jangan sombong kepadaku dan datanglah kalian kepadaku dalam keadaan sebagai orang Islam." [Qs.An-Naml:31]. 
       
      Inilah agama para Nabi dan juga para pengikut mereka dan Allah Subhanahuwata'ala tidak menerima kecuali agama Islam. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلامُ 
       
      "Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam". [QS. Al Imran: 19]. 
       
      Allah juga berfirman:
       وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ 
       
       "Dan Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi". [QS. Al Imran: 85]. 
       
       Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda di dalam hadits yg shahih:
       الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ 
       
      Para nabi adalah saudara sebapak. Ibu mereka berbeda-beda, agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari 3443 dan Muslim 2365). 
       
      Ustadz DR. Abdullah Roy, Lc, MA.
      Di kota Madinah.
       
    5. Apa yang Membedakan di antara para Nabi Alahimussalam?
    6. Para Nabi beragama Islam. Menyerahkan dirinya hanya kepada Allah. 
      Yang membedakan antara agama Islam yg dibawa seorang Nabi dengan agama Islam yang dibawa Nabi lain adalah tentang tata cara beribadah serta juga halal dan juga haram. Terkadang satu ibadah yg memiliki nama yg sama akan tetapi caranya berbeda. Terkadang sesuatu diharamkan atas satu umat akan tetapi dihalalkan bagi umat lain. 
       
      Semuanya ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari Allah Subhanahuwata'ala, Zat Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {ِّ...لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجَ} [المائدة : 48]  
       
      Artinya: "Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat dan juga cara". [Qs. Al-Maidah:48].  
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ  
       
      Artinya: 
      Para nabi adalah saudara satu bapak. Ibu-ibu mereka berbeda, akan tetapi agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari 3443 dan Muslim 2365).  
       
      Dan yg dimaksud dengan ibu-ibu mereka berbeda adalah syariat mereka berbeda. 
       
      Sholat dan zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman tentang Nabi Ismail:
       {وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ ...} [مريم : 55] 
       
      Artinya: 
      "Dan dahulu Ismail menyuruh keluarganya untuk sholat dan juga zakat.". [Maryam:55]. 
       
      Nabi 'Isa Alaihissalam, beliau berkata:
       {...وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا} [مريم : 31] 
       
       Artinya: 
      "Dan Allah Subhanahuwata'ala berwasiat kepadaku untuk sholat dan zakat selama aku masih hidup." [Qs: Maryam:31]. 
       
      Namun sholat di atas tanah terbuka di luar tempat khusus ibadah hanyalah disyariatkan di dalam agama Islam yg dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Demikian pula rampasan perang. Diharamkan bagi umat-umat sebelum kita dan dihalakan bagi kita. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ... 
       
      Artinya:
      "Dan dijadikan bagiku tanah ini/bumi ini sebagai masjid dan juga alat bersuci. Maka siapa saja di antara umatku yg mendapatkan waktu sholat maka hendaklah dia sholat. Dan telah dihalalkan bagiku rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelumku".[HR: Bukhari dan Muslim]. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      Saudaramu Abdullah Roy.
    7. Keutamaan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam.
    8. Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam memiliki banyak keutamaan yg tidak dimiliki syariat sebelumnya. Di antaranya adalah: 
       
      1. Syariat beliau Shallallaahu'alaihiwasalam adalah utk seluruh umat manusia. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ...} [الأعراف : 158] 
       
      Artinya: 
      Katakanlah, wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Rasulullah untuk kalian semuanya. [Al-A'roof:158]. 
       
      Wajib bagi setiap orang yang mendengar diutusnya Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam utk beriman dengan beliau. Barangsiapa yg tidak beriman dengan Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam setelah diutusnya beliau maka dia kafir. Meskipun dia mengaku mengikuti syariat seorang Nabi sebelum Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       ((والذينفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولانصراني ثم يموت ولم يؤمن بما أرسلتبه إلا كان من أصحاب النار)) رواه مسلم. 
       
      Artinya: 
      "Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. Tidaklah mendengar tentang diriku seorang pun dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan apa yg aku bawa kecuali dia termasuk penduduk Neraka." [HR. Muslim]. 
       
      2. Syariat beliau Shallallaahu'alaihiwassalam adalah syariat yang paling sempurna. 
       
      Beliau pernah bersabda: bersabda,
       مابقي شيء يقرب منْ الْجَنَّة ويباعد منْ النَّار إلا وقد بين لكم 
       
      “Tidak ada suatu yg mendekatkan kepada Surga dan menjauhkan dari Neraka, kecuali sudah diterangkan kepada kalian.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jamul Kabir 1647, dishohihkan oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi dalam Ilmu Ushulil Bida’ hal. 19) 
       
      Datang beberapa orang Yahudi kepada Salman al Farisi Rhadhiallaahu'anhu dan mengatakan, "Nabi kalian telah menganjarkan kepada kalian segala sesuatu sampai tata cara buang air kecil. [HR. Muslim]. 
       
      Apabila permasalahan yg dianggap sepele oleh manusia diajarkan oleh Islam maka bagaimana dengan permasalah yg lain? 
       
      Islam mengajarkan aqidah kepada Allah, ahlak kepada manusia, tata cara berdagang, makanan yg halal, makanan yg harom, dll. 
       
      Oleh karena seorang muslim hendaknya bersyukur atas nikmat hidayah kepada Islam ini ketika banyak manusia yg tidak mendapatkannya. 
       
      Wasalamu'alaikum waromatullahi wabarokatuh. 
      Saudaramu Abdullah Roy.
    9. Marotib atau Tingkatan-Tingkatan di dalam Islam.
    10. Dalam hadits Umar bin Khottob Rhadhiallaahu'anhu yg diriwayatkan imam Muslim, datang Malaikat Jibril yg menjelma menjadi seorang laki-laki dengan ijin Allah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam tentang beberapa pertanyaan. 
      Di antaranya ditanya tentang, apa itu Islam, Iman, dan juga Ihsan? Maka Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam menjawab satu persatu dari pertanyaan tersebut. 
       
      Kemudian diakhir hadits Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam berkata, "sesungguhnya dia adalah Jibril yang datang kepada kalian mengajarkan kepada kalian agama kalian". 
       
      Di dalam hadits ini disebutkan tiga tingkatan dalam agama yaitu Islam, Iman dan Ihsan. 
       
      Iman lebih tinggi daripada Islam. 
      Dan Ihsan lebih tinggi daripada Iman. 
       
      Islam berkaitan dengan amalan dzhohir. 
      Sedangkan Iman adalah amalan bathin. 
      Adapun Ihsan adalah puncak dari amalan dzhohir dan bathin. Orang yg sampai pada derajat Ihsan berarti dia telah mencapai derajat yg paling tinggi di dalam Islam dan Iman. 
       
      Setiap orang yg beriman, dia adalah orang Islam. Tetapi tidak semua orang yg Islam, dia beriman. 
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {۞ قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ...} [الحجرات : 14] 
       
      Artinya: 
      Berkata orang-orang Badui, kami telah beriman. Katakanlah, "kalian belum beriman". Dan katakanlah oleh kalian, "kami telah Islam". Dan belum masuk iman di dalam hati-hati kalian. [Qs. Al-Hujuroot:14]. 
       
      Mereka berkata di awal mereka masuk Islam bahwa mereka sudah sampai derajat keimanan. Maka mereka pun diperintahkan utk mengatakan, "kami telah Islam". Karena hakekat keimanan belum masuk di dalam hati-hati mereka. 
       
      Dan masing-masing dari tiga tingkatan memiliki rukun. Yg dimaksud rukun adalah yg terpenting atau terkuat dari sesuatu. 
       
      Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
      Abdullah Roy. 
      Di kota Pandeglang.
    11. Arkaanul Islam atau Rukun-Rukun Islam.
    12. Syariat Islam yg dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam terdiri dari amalan yg dzhohir dan juga amalan yg bathin. 
       
      Amalan dzhohir yg paling penting adalah rukun Islam yg jumlahnya ada lima yg tercantum dalam sabda Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam:
       فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً . 
       
       Artinya: Islam adalah engkau bersyahadat Laailaahaillallaah dan bersaksi Muhammad adalah utusan Allah dan mendirikan sholat dan membayar zakat dan berpuasa Romadhon dan melakukan haji jika engkau mampu menuju ke sana. [HR. Muslim]. 
       
      *Pertama* adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yg berhak disembah kecuali Allah. Dan bahwasannya Muhammad adalah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. Dan maknanya telah diterangkan di dalam silsilah ilmiah ke-1 s/d 3. 
       
      *Kedua* adalah mendirikan sholat lima waktu dan hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yg dewasa dan berakal. Barangsiapa yg mengingkari kewajiban sholat maka dia telah kafir. Dan barangsiapa meninggalkannya tatkala malas maka dia dalam bahaya besar dimana para ulama berselisih tentang kekafiran orang tsb. 
       
      *Ketiga* membayar zakat. Hukumnya adalah wajib sebagaimana sholat lima waktu hukumnya wajib bagi orang yg terpenuhi syarat-syarat wajibnya. Dan hikmahnya adalah membersihkan jiwa dan juga harta seseorang. 
       
      *Keempat* berpuasa di bulan Romadhon wajib bagi setiap muslim yg dewasa dan berakal dan memiliki kemampuan dan juga tidak ada penghalang seperti haid atau nifas. 
       
      *Kelima* menunaikan ibadah haji. Hukumnya wajib sekali dilakukan seumur hidup bagi orang yg mampu pergi kesana. Dan seorang muslim dan muslimah hendaklah memberikan perhatian yg besar kepada rukun Islam ini. 
       
      Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
      Saudaramu Abdullah Roy.
    13. Arkaanul Iman atau Rukun-Rukun Iman.
    14. Amalan bathin yg paling penting di dalam syariat Islam yg dibawa oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam adalah rukun iman yg jumlahnya ada enam. 
      Sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam ketika beliau ditanya tentang apa itu iman:
       ...فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَان ِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ 
       
      Artinya: 
      Engkau beriman kepada Allah dan kepada Malaikat-Malaikat Nya dan Kitab-Kitab Nya dan Rasul-Rasul Nya dan hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk. [HR. Muslim]. 
       
      Beriman kepada Allah telah kita bahas di dalam silsilah ilmiah yg pertama dan kedua. 
       
      Beriman kepada Malaikat adalah beriman dengan keberadaannya. Beriman dengan nama-nama sebagian mereka. 
       
      Beriman dgn sifat-sifat Malaikat. Beriman dgn tugas-tugas mereka yg tersebut di dalam Al-Quran dan Hadits yg shahih. 
       
      Beriman kepada Kitab-Kitab Allah adalah beriman bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah Subhanahuwata'ala berisi petunjuk bagi manusia. Beriman dengan sebagian nama-nama dari kitab-kitab yg sudah Allah turunkan seperti Suhuf Ibrohim, Zabur, Taurot, Injil dan juga Al-Quran. 
       
      Beriman kepada para Rasul adalah beriman bahwa kerasulan adalah pilihan semata dari Allah. Beriman bahwasannya para Rasul adalah sebaik-baik manusia. Beriman dengan beberapa kekhususan para Rasul Alaihumussalam. Beriman bahwa dakwah mereka satu. Dll. 
       
      Beriman kepada Hari Akhir adalah beriman dengan segala hal yg berkaitan dengan hari akhir seperti finah kubur, nikmat dan juga azab kubur, tanda-tanda dekatnya hari kiamat, ditiupnya sangsakala, kebangkitan manusia, sampai masuknya manusia ke dalam Surga ataupun Neraka. 
       
      Beriman kepada takdir adalah beriman bahwasaannya Allah Subhanahuwata'ala mengetahui segala sesuatu, menulis segala sesuatu, dan terjadi segala sesuatu dengan kehendak Allah. Dan Dialah Allah Subhanahuwata'ala yg menciptakan segala sesuatu. 
       
      Hendaknya seorang muslim dan juga muslimah memberikan perhatian besar terhadap enam rukun iman ini. 
       
      Dan Insya Allah akan kita bahas rukun iman ini secara lebih terperinci pada silsilah ilmiah berikutnya. Wabilahi taufiq wal hidayah. 
       
      Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
      Saudaramu Abdullah Roy. 
      Di kota Madinah.
  2. Mengenal Allah.
    1. Pentingnya Mengenal Allah, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam dan Agama Islam.
    2. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam mengabarkan bahwa setiap manusia apabila meninggal dunia maka di alam kubur akan ditanya oleh dua Malaikat dengan 3 perkara yaitu: 
       
       1. Siapa Tuhanmu?
       2. Siapa Nabimu?
       3. Apa Agamamu?
       
      Oleh karena itu, wajib seorang muslim dan muslimah utk mempersiapkan diri terkait 3 perkara tersebut. 
       
      Perlu diketahui bahwasannya, utk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal. Sebab jika dengan menghafal itu cukup, niscaya orang munafik pun bisa menjawab pertanyaan. Tetapi yg dituntut adalah pemahaman dan pengamalan. 
      Barangsiapa yg di Dunia mengenal Allah dan memenuhi haknya, mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam dan memenuhi haknya, serta mengenal Agama Islam dan mengamalkan isinya maka diharapkan dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapat kenikmatan di dalam kuburnya. 
      Namun apabila dia tidak mengenal siapa Allah dan tidak memenuhi haknya, tidak mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam dan tidak memenuhi haknya, serta tidak/kurang mengenal ajaran Islam dan tidak mengamalkannya maka ditakutkan dia tidak bisa menjawab pertanyaan sehingga akibatnya siksa kubur yg akan dia dapatkan. 
       
      Semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan kita, keluarga kita dan orang-orang yg kita cintai utk bisa mengenal Allah Subhanahuwata'ala, mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam, dan juga mengenal agama Islam. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    3. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala sebagai Pencipta.
    4. Allah Subhanahuwata'ala adalah Zat Yang Maha Pencipta. Menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dialah Allah yg menciptakan Langit, menciptakan Bumi, menciptakan Manusia dan alam semesta. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
       {ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ...َ} [غافر : 62] 
       
      Artinya: _
      "Itu adalah Allah Rob kalian yg telah menciptakan segala sesuatu..". [Ghoofir:62]._ 
       
      Dialah Allah Al-Khooliq yang Maha Pencipta. Sedangkan selain Allah adalah mahluk yg diciptakan. Mereka (mahluk) tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ ُ} [الحج : 73] 
       
      Artinya: _
      "Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan bagi kalian. Maka hendaklah kalian mendengarnya. Sesungguhnya segala sesembahan yg kalian sembah selain Allah tidak akan bisa menciptakan seekor lalat meskipun mereka bersatu padu utk membuat seekor lalat tsb.". [Al-Hajj:73]._ 
       
      Berkumpul dan bekerjasama saja, mereka tidak mampu utk mencipta. Bagaimana mencipta sendirian. Menciptakan seekor lalat yg demikian sederhana susunan tubuhnya, mereka tidak mampu, maka bagaimana mereka menciptakan mahluk yg lebih rumit. 
       
      Seorang muslim wajib meyakini bahwasanya Allah Subhanahuwata'ala adalah satu-satunya Pencipta. Dan tidak ada yg mencipta selain Allah Subhanahuwata'ala. Barangsiapa yg meyakini ada yg mencipta selain Allah maka sungguh telah melakukan syirik besar. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    5. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala sebagai Pemberi Rezeki.
    6. Di antara nama Allah adalah Ar-Rozaaq yg artinya Maha Pemberi Rezeki. Allah Subhanahuwata'ala menciptakan mahluk dan memberikan rezeki kepada mereka. Bahkan Allah Subhanahuwata'ala telah menulis rezeki mahlukNya jauh sebelum Allah menciptakan mereka. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ 
       
       Artinya: 
       _"Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi"[HR. Muslim dari Abdullah ibnu Amr]._ 
       
      Allah Subhanahuwata'ala menciptakan rezeki tersebut dan menyampaikannya kepada mahluk sesuai dengan waktu yg sudah Allah Subhanahuwata'ala tentukan sebelumnya. Maka tidak akan meninggal seseorang sampai dia mendapatkan rezeki terakhir yg menjadi jatahnya. Meskipun rezeki tersebut ada di puncak gunung atau bahkan ada di dalam lautan. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {۞ وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ} [هود : 6] 
       
      Artinya: 
      _"Tidak ada seekor binatang melata pun yg ada di permukaan Bumi ini melainkan Allah yg akan memberikan rezekinya." [Hud:6]._ 
       
      Siapa sesembahan selain Allah yg bisa melakukan demikian? 
      Adakah selain Allah Subhanahuwata'ala sesembahan yg bisa memberi makan sekali saja utk seluruh mahluk yang ada di Bumi ini mulai dari Manusia, Jin, Hewan dan Tumbuhan? 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
      {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ} [فاطر : 3] 
       
      Artinya: 
      _"Wahai manusia, hendaklah kalian mengingat nikmat Allah atas kalian. Adakah pencipta selain Allah yg memberikan rezeki kalian dari Langit dan Bumi? Tidak ada Tuhan yg berhak disembah kecuali Dia (Allah). Maka oleh karena itu, kenapa kalian dipalingkan?". [Faatir:3]._ 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    7. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala sebagai Pengatur Alam Semesta.
    8. Dialah Allah Subhanahuwata'ala yg mengatur alam semesta ini. Mematikan mahluk dan menghidupkan. Memuliakan mahluk dan menghinakan. Mengganti siang menjadi malam dan malam menjadi siang. Menerbitkan matahari dan menenggelamkan. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ...َ} [السجدة : 5] 
       
      Artinya: 
       _"Dialah Allah yg mengatur seluruh perkara..." [As-Sajdah:5]._ 
       
      Tidak ada yg mengatur selain Allah Subhanahuwata'ala. Dialah Allah Subhanahuwata'ala yg menerbitkan Matahari dari sebelah Timur. Maka siapa selain Allah yg bisa menerbitkan Matahari dari Barat. Nabi Ibrohim Alaihissalam berkata kepada salah seorang yg mengaku sebagai Tuhan selain Allah, "Sesungguhnya Allah telah menerbitkan matahari dari sebelah Timur, maka silahkan engkau kalau memang engkau Tuhan maka terbitkan Matahari dari Barat." Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Lihat suroh Al-Baqarah:258. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} [البقرة : 258] 
       
      Allah Subhanahuwata'ala menjadikan siang maka siapa selain Allah yg bisa mengganti siang menjadi malam? Tidak ada yg mengatur alam semesta kecuali Allah. Dan tidak ada sesembahan selain Allah yg membantu utk mengatur alam semesta ini. 
       
      Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh meyakini bahwasannya ada selain Allah yg mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta. Siapapun dia, dan bagaimana pun kedudukannya disisi Allah. 
       
      Barangsiapa yg berkayakinan bahwasannya ada selain Allah yg mencipta, memberikan rezeki dan mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    9. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala sebagai Satu-Satunya Zat Yang Berhak Disembah.
    10. Apabila Allah adalah satu-satunya yang mencipta, memberikan rezeki dan mengatur alam semesta maka kita dituntut utk tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala semata. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
       {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (22)} [البقرة : 21-22] 
       
      Artinya: 
      _"Wahai manusia, sembahlah Rob kalian yg telah mencipta kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertakwa. Dia yang telah menciptakan utk kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan Dia telah menurunkan dari langit air, maka Dia telah mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu dan kalian mengetahui." [Al-Baqarah:21-22]._ 
       
      Maksudnya, janganlah kalian menyekutukan Allah, menyembah kepada selain Allah, sedangkan kalian mengetahui bahwa Allah yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini. 
       
      Selain Allah maka tidak berhak disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta. Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang batil. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman: {ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ ...ُ} [الحج : 62] 
       
      Artinya: 
      _"Yang demikian itu karena Allah, Dialah sesembahan yang hak yang berhak utk disembah dan apa yg mereka sembah selain Allah, dia sesembahan yg batil yg tidak berhak disembah." [Al-Hajj:62]_ 
       
      Apabila seseorang meyakini Allah yg mencipta, yg memberi rezeki dan juga mengatur alam semesta, kemudian dia masih menyembah selain Allah atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik kepada Allah dalam ibadah. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Wahai Rasulullah, Apakah dosa yang paling besar disisi Allah?", maka Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda, "Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dia telah menciptakan dirimu". [HR. Al-Bukhori dan Muslim]. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    11. Keyakinan bahwa Allah sebagai pencipta, sebagai pemberi rezeki dan pengatur alam semesta, tidaklah cukup utk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.
    12. Kaum muslimin meyakini bahwa Allah Subhanahuwata'ala adalah pencipta, sebagai pemberi rezeki dan juga pengatur alam semesta adalah sebuah kewaiiban yg tidak sah keimanan seseorang sampai dia meyakini yg demikian. 
       
      Namun meyakini hal itu saja tidaklah cukup utk memasukkan seseorang ke dalam Islam dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang muslim dan kafir. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ} [الأعراف : 12] 
       
      Artinya: 
      _"Allah berkata kepada Iblis. "Apa yg mencegahmu utk sujud kepada Adam ketika Aku memerintahkan kepadamu?". Iblis mengatakan, "aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah." [Al-A'roof:12]_ 
       
      Ayat ini menunjukkan bahwa Iblis mengenal Allah sebagai Zat yg menciptakan dirinya. 
       
      Orang-orang musyrikin Quroisy ketika mereka ditanya, siapa yg menciptakan?, siapa yg memberi rezeki?, siapa yg mengatur alam semesta ini? Mereka mengatakan Allah. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ ...َ} [الزمر : 38] 
       
      Artinya: 
      _"Dan seandainya engkau wahai muhammad bertanya kepada mereka, siapa yg telah menciptakan langit dan bumi? Niscaya mereka mengatakan Allah." [Az-zumar:38]_ 
       
      Meskipun mereka meyakini hal yg demikian, akan tetapi Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam tetapi memerangi mereka. Kenapa demikian? Karena orang-orang musyrikin tsb tidak mentauhidkan Allah yaitu tidak meng-Esakan Allah Subhanahuwata'ala di dalam beribadah. 
       
      Oleh karena itu, seorang muslim perlu mengetahui apa pengertian ibadah dan macam-macamnya. Sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    13. Pengertian Ibadah dan Macam-Macamnya.
    14. Ibadah adalah seluruh perkara yg dirhidoi dan dicintai oleh Allah Subhanahuwata'ala baik berupa ucapan maupun perbuatan, yg dzohir maupun yg batin. 
       
      Seseorang bisa mengetahui bahwa sesuatu dicintai Allah Subhanahuwata'ala dengan beberapa cara, di antaranya: 
       
      1. Apabila sesuatu tsb diperintahkan Allah. Dengan demikian kita mengetahui bahwasannya sesuatu tersebut adalah ibadah. Karena Allah tidaklah memerintah kecuali dgn sesuatu yg Allah cintai. 
       
      2. Termasuk diantara bahwa sesuatu itu dicintai Allah adalah apabila Allah memuji pelakunya. Pujian Allah menunjukkan bahwa sesuatu tsb dicintaiNya. Contohnya berdoa. Doa adalah ibadah karena Allah memerintahkannya. 
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {...ُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ ...} [غافر : 60] 
       
      Artinya: 
      _"Berdoalah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan" [QS: Ghoofir:60]_ 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ 
       
      Artinya: 
      _"Doa itu adalah ibadah." [Hadits Shahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah]_ 
       
      Dengan demikian, hukumnya syirik apabila seseorang berdoa kepada selain Allah, baik berdoa kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang sholeh, dll. 
       
      Contoh yg lain adalah menyembelih. Menyembelih adalah ibadah. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ} [الكوثر : 2] 
       
      Artinya: Hendaknya engkau sholat utk Robmu dan menyembelihlah utk Robmu. [QS: Al-Kautsar:2]. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       لعن الله من ذبح لغير الله [رواه مسلم]. 
       
       Artinya: 
      "Dari ‘Ali radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadaku dengan empat nasihat : "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah..." [HR. Muslim: 1978]. 
       
      Dengan demikian termasuk syirik hukumnya seseorang menyembelih utk jin atau utk syekh atau utk yg lain selain Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Contoh ibadah yg lain, misalnya bernazar, beristighosah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, dll. Semua itu adalah termasuk jenis-jenis ibadah yg tidak boleh seorang muslim sesekali menyerahkan salah satu dari ibadah tersebut kepada selain Allah. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    15. Diantara Kesyirikan Musyrikin Quraisy.
    16. Diantara bentuk kesyirikan orang-orang musyrik Quraisy adalah berdoa, meminta dan bertaqorrub kepada orang-orang sholeh yg telah meninggal, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dgn tujuan supaya mendapatkan syafaat mereka disisi Allah. Dan dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allah. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ} [يونس : 18] 
       
      Artinya: 
      "Dan mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yg tidak memudhoroti mereka dan yg tidak memanfaati mereka dan mereka berkata, "mereka ini adalah pemberi syafaat bagi kami disisi Allah". Katakanlah, apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah sesuatu yg Allah tidak ketahui di langit dan bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yg mereka sekutukan."[QS: Yunus:18] 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
      {أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ} [الزمر : 3] 
       
      Artinya: 
      "Ketahuilah, bahwa milik Allah lah agama yg tulus. Dan orang-orang yg menjadikan selain Allah sebagai sekutu, mereka berkata, "tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah." Sesungguhnya Allah akan menghukumi di antara mereka di dalam apa yg mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yg berdusta lagi sangat ingkar." [QS: Az-Zumar:3] 
       
      Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan mereka menyembaha orang2 sholeh agar orang2 sholeh tersebut mendekatkan diri mereka kepada Allah. 
       
      Cara meraih syafaat di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan dan cara dekat dgn Allah Subhanahuwata'ala adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan iman dan amal sholeh yg wajib maupun sunnah sebagaimana orang-orang sholeh tersebut melakukannya. 
       
      Tidak boleh seseorang menyamakan Allah dengan seorang kepala negara yg sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya. Tidak boleh seseorang menyerupakan Allah dengan siapapun. Allah Subhanahuwata'ala adalah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Sedangkan kepala negara adalah mahluk yg lemah, tidak mampu mengerjakan semua pekerjaannya kecuali dibantu para pembantunya. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    17. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala dengan MahlukNya.
    18. Allah Subhanahuwata'ala telah menciptakan mahluk-mahluk, supaya manusia berakal memikirkannya. Sehingga mereka mengenal Zat yang telah menciptakan mereka. 
       
      Besarnya mahluk serta luasnya seperti Langit yang tujuh dan Bumi dan Kursi Allah dan Arsy Nya menunjukkan kebesaran Allah. 
       
      Keteraturan gerakan dan perjalan. Seperti perjalanan matahari dan bulan menunjukkan kekuasaan dan pengawasan Allah yang tidak berhenti. 
       
      Kejelian di dalam penciptaan menunjukkan hikmah dan keluasan ilmuNya. Manfaat yang ada dalam ciptaanNya menunjukkan rahmat pencipta yang luas. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191)} [آل عمران : 190-191] 
       
      Artinya: 
      Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang adalah utk tanda-tanda utk orang-orang yg memiliki akal. Orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam keadaan berdiri dan dalam keadaan duduk dan di atas pembaringan mereka dan mereka memikirkan di dalam penciptaan langit dan bumi. Robb kami, tidaklah Engkau ciptakan ini semua dengan batil/sia-sia. Maha Suci Engkau. Maka jagalah kami dari azab Neraka. [QS: 'Ali-'Imron: 190-191]. 
       
      Hendaknya seorang muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan mahluk-mahluk Allah. Supaya ia semakin mengenal Allah penciptanya. Semakin yakin dan mantab dalam menjalankan syariat Islam. Merasa takut dengan azab Allah. Semakin dekat denganNya dan semakin meng-Esa-kan Dia di dalam beribadah. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
      DR. Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    19. Mengenal Allah Subhanahuwata'ala dengan Nama dan SifatNya.
    20. Allah telah mengabarkan di dalam Alquran bahwa Allah memiliki nama dan sifat. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ...َ} [الأعراف : 180] 
       
      Artinya: 
      "Dan Allah memiliki nama-nama yang paling baik...". [Al-'Aroof;180] 
       
      Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman:
       {... وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ...ُ} [النحل : 60] 
       
      Artinya: 
      "Dan Allah memiliki sifat-sifat yg paling tinggi." [An-Nahl:60] 
       
      Kita mengenal Allah dengan nama dan juga sifat tersebut. 
      Kita mengenal Allah sebagai Zat yang Maha Penyayang karena Dia adalah Arrahmaan Arrahiim. 
      Kita mengenal Allah sebagai Zat yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghofuur. 
      Dan seterusnya. 
       
      Allah juga mengabarkan di dalam Alquran bahwa di antara sifat Allah adalah beristiwaa' di atas Arsy. 
      Bahwa memiliki dua tangan. 
      Bahwa Allah berada di atas. 
      Turun ke langit kedua pada setiap sepertiga malam terakhir sebagaimana yang telah dikabarkan Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam dan juga sifat-sifat yg lain. 
       
      Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut. Karena Allah lebih tahu tentang diriNya daripada kita semua. Dan Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam lebih tahu tentang Allah daripada kita. 
       
      Tidak boleh seorang muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut. Dan tidak boleh dia menyerupakan dengan selain Allah. 
       
      Karena Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
       {...لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ} [الشورى : 11] 
       
      Artinya: 
      "Tidak ada yang serupa dengan Allah. Dan Dia adalah Zat yang Maha Mendengar dan lagi Maha Melihat." [Asy-Syuuraa:11]. 
       
      Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah menetapkan nama dan juga sifat tersebut sebagaimana datangnya sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tanpa menyerupakan dengan selainnya dan tanpa mentakwil nama dan juga sifat tersebut. 
       
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
       DR. Abdullah Roy. 
       Di kota Al-Madinah.
  3. Mengenal Rasulullah.
    1. Pentingnya Mengenal Tentang Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam.
    2. Pertanyaan kedua yg setiap kita akan ditanya di alam kubur adalah siapa Nabimu. 
       
      Wajib setiap muslim dan muslimah utk mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib. 
       
      Termasuk keturunan Ismail bin Ibrahim Alaihimassalam. 
       
      Beliaulah yg di Mekkah dan diutus sebagai Nabi terakhir ketika berumur 40 tahun. 
       
      Kemudian menyampaikan risalah Allah Subhanahuwata'ala selama 23 tahun. 
       
      Meninggal di kota Madinah setelah Allah Subhanahuwata'ala menyempurnakan agama ini bagi beliau dan juga umatnya. 
       
      Mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam tidaklah cukup hanya mengenal nama dan nasabnya. Atau menghafal keluarga dan sahabat beliau. 
       
      Mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam adalah mengenal tugas beliau sebagai seorang utusan Allah Subhanahuwata'ala kepada kita dan mengatahui kewajiban kita kepada beliau. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala telah mengutus beliau Shallallaahu'alaihiwasalam kepada kita dengan membawa 4 perkara yaitu: 
       
      1. Membawa perintah dari Allah Subhanahuwata'ala supaya kita jalankan. 
       
      2. Membawa larangan dari Allah Subhanahuwata'ala supaya kita jauhi. 
       
      3. Membawa berita dari Allah Subhanahuwata'ala supaya kita benarkan. 
       
      4. Membawa tata cara ibadah dari Allah Subhanahuwata'ala supaya kita beribadah kepada Allah dengan cara tersebut. 
       
      Kalau kita menaati beliau di dalam 4 perkara ini maka hakikatnya telah mentaati Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Karena perintah, larangan, berita dan cara ibadah adalah dari Allah Subhanahuwata'ala. Sedangkan tugas beliau Shallallaahu'alaihiwasalam hanyalah sekedar menyampaikan kepada kita. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
       {مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ } [النساء : 80] 
       
      Artinya: 
       "Barangsiapa mentaati Rasul maka sungguh dia telah mentaati Allah." [QS: An-Nisaa':80]. 
       
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
      Saudaramu Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    3. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam Membawa Perintah dari Allah.
    4. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam sebagai utusan membawa perintah-perintah dari Allah. Beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai dengan kemampuan kita. 
       
      Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       ُوَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، ْ 
       
      Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan kalian. [HR: Muslim]. 
       
      Dan perintah Allah Subhanahuwata'ala ada 2 macam yaitu wajib dan sunnah. 
       
      Amalan yg wajib apabila kita tinggalkan maka dosa. 
      Seperti sholat, berpuasa Romadhon, haji bagi yg wajib, memakai hijab bagi wanita, dll. 
      Maka ini adalah amalan wajib. 
       
      Adapun amalan yg sunnah apabila tidak dikerjakan maka tidak berdosa. 
      Seperti sholat rawatib, sholat dhuha, puasa senin dan kamis, puasa nabi Daud, dan juga amalan-amalan sunnah lain. 
       
      Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai kemampuan kita. 
       
      Bila kita tidak mampu sholat wajib dengan berdiri maka kita duduk. 
       
      Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan sholat berjamaah di mesjid karena sakit maka silahkan dia melaksanakan sholat tersebut di rumahnya. 
       
      Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Romadhon karena sakit atau bepergian maka dia bisa ganti di hari-hari lain. 
       
      Orang yg tidak mampu sholat malam 11 rakaat maka dia bisa melaksanakan lebih ringan dari itu. 
       
      Demikian juga bila orang tidak mampu berpuasa Nabi Daud maka dia bisa berpuasa dengan puasa yg lebih ringan dari itu. 
       
      Dan Allah Subhanahuwata'ala tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua. 
       
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
      Saudaramu Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    5. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam Membawa Larangan dari Allah.
    6. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam sebagai utusan membawa larangan-larangan dari Allah Subhanahuwata'ala. Beliau sampaikan larangan-larangan tersebut agar kita menjauhi. 
       
      Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، 
       
      Artinya: 
      "Apa yg aku larang maka hendaklah kalian menjauhi". [HR. Muslim]. 
       
      Dan larangan Allah Subhanahuwata'ala itu dua macam yaitu haram dan makruh (dibenci). 
       
      Larangan yang haram apabila dikerjakan maka berdosa. 
      Seperti berzina, membunuh tanpa hak, riba, berdusta, ghibah membicarakan orang lain, sihir, perdukunan, minum minuman keras, dll. 
       
      Adapun larangan yang makruh apabila dikerjakan maka dibenci tapi tidak sampai berdosa. 
      Seperti memakan bawang merah dan bawang putih yang masih mentah, makan dan minum dalam keadaan bersandar, tidur sebelum Isya, dll. 
       
      Kita sebagai seorang muslim dan juga muslimah hendaklah meninggalkan larangan-larangan tersebut. Dan yakin bahwa Allah Subhanahuwata'ala tidaklah melarang sesuatu kecuali disana ada hikmah dan kebaikan pada diri kita.
       
      Terkadang kita mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita tidak mengetahuinya. 
       
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
       
      Saudaramu Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    7. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam Membawa Berita dari Allah.
    8. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam sebagai seorang Rasul yg diantara tugasnya adalah membawa berita dari Allah Subhanahuwata'ala. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam sebagai seorang utusan, diantara tugasnya adalah membawa berita-berita dari Allah Subhanahuwata'ala. Baik berita-berita masa lalu seperti kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu maupun berita-berita yang akan datang seperti kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari akhir. 
       
      Kewajiban kita sebagai seorang yg beriman adalah membenarkan berita-berita tersebut bila memang dalilnya shahih. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman: {وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ (4)} [النجم : 3-4] 
       
      Artinya: 
      _"Dan tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya. Tidaklah ucapan beliau itu kecuali wahyu yg diwahyukan kepada beliau." [An-Najm:3-4]. 
       
      Kalau kita benarkan beliau maka sebenarnya kita telah membenarkan Allah Subhanahuwata'ala. Dan kalau kita dustakan beliau maka kita telah mendustakan Allah Subhanahuwata'ala. Akal yg sehat tidak akan bertentangan dgn dalil yg shahih. Apabila dalil yg shahih sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita yg memang sangat terbatas dan bukan pada dalil. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam dikenal oleh kaumnya dikenal sebagai seorang yg jujur semenjak sebelum beliau diutus menjadi Nabi. Tidak pernah beliau sekali pun berdusta baik kepada anak kecil, sebaya maupun kepada orang tua. Baik ketika bercanda maupun dalam keadaan sungguh-sungguh. 
       
      Apabila beliau Shallallaahu'alaihiwasalam tidak berani utk berdusta atas nama dirinya dan juga atas nama manusia, maka bagaimana beliau Shallallaahu'alaihiwasalam berani berdusta atas nama Allah Subhanahuwata'ala Robbul 'alamin? 
       
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      Saudaramu Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    9. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam Sebagai Utusan Membawa Tata Cara Beribadah dari Allah Subhanahuwata'ala.
    10. Allah Subhanahuwata'ala ketika mengutus seorang Rasul utk menyampaikan perintah beribadah juga mengutus Rasul tersebut utk menyampaikan tata cara ibadah tsb. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam membawa perintah sholat dari Allah Subhanahuwata'ala dan juga membawa tata caranya. 
      Membawa perintah puasa dari Allah Subhanahuwata'ala dan juga membawa tata caranya. 
       
      Cara ibadah tidak diserahkan kepada akal kita masing-masing atau kepada budaya atau kepada guru kita. Akan tetapi tata cara ibadah dari Allah Subhanahuwata'ala melalui lisan RasulNya Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Dan Allah tidak menerima amal ibadah kecuali yg dilakukan sesuai dengan cara yg telah diajarkan Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ 
       
      Artinya: 
      "Barangsiapa yg mengamalkan sebuah amalan yang tidak ada dalilnya dari kami maka amalan tersebut tertolak." [HR. Muslim no. 1718]. 
       
      Barangsiapa yg mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam maka hendaklah dia mencukupkan diri dgn ibadah yg sudah beliau ajarkan. Tidak boleh dia membuat ibadah yg baru yg tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam dan tidak boleh dia beribadah kecuali setelah yakin bahwa dalilnya shahih. 
       
      Alhamdulillah, semua ibadah yg mendekatkan diri kita kepada Surga telah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam ajarkan. 
       
      Beliau pernah bersabda: bersabda,
       مابقي شيء يقرب منْ الْجَنَّة ويباعد منْ النَّار إلا وقد بين لكم 
       
      “Tidak tersisa suatu (amalan) pun yang dapat mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, kecuali sudah diterangkan semuanya kepada kalian.” (HR. Thobroni dalam Al Mu’jamul Kabir 1647, dishohihkan oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi dalam Ilmu Ushulil Bida’ hal. 19) 
       
      Lebih baik seseorang beribadah sedikit tetapi berdasarkan dalil yg shahih daripada dia beribadah yg banyak akan tetapi tidak berdasarkan dalil yg shahih. 
       
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      Akhukum Abdullah Roy. 
      Di kota Al-Madinah.
    11. Mengenal Inti Dakwah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam.
    12. Inti dakwah beliau Shallallaahu'alaihiwasalam adalah sama dengan inti dakwah Nabi-Nabi sebelum beliau Shallallaahu'alaihiwasalam yaitu mengajak manusia untuk meng-Esa-kan Allah di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء : 25] 
       
      Artinya: 
      Dan tidaklah Kami mengutus dari sebelum mu dari Rasul-Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwasannya TIDAK ADA TUHAN YG BERHAK DISEMBAH KECUALI AKU. [Qs: Al-Anbiyaa:25]. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ} [الأعراف : 59] 
       
      Artinya: 
      Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia berkata, "wahai kaumku, sembahlah Allah. Kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia". [Qs: Al-'Aroof:59]. 
       
      *Ucapan semakna juga diucapkan oleh Nabi-Nabi sebelum beliau. Yaitu Al-'Aroof:65, 73, 85.* 
       
      Demikian pula Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam, selama 10 tahun pertama, beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan. 
       
      Kemudian turunlah kewajiban sholat lima waktu pada tahun ke-10 kenabian. 
       
      Dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah. Ketika manusia sudah memiliki akidah yang kuat dan tauhid yg benar, seperti puasa romadhon, zakat, haji, adzan, dll. Yg demikian, karena amal ibadah tidak diterima Allah kecuali bila di dalam diri seseorang ada tauhid. 
      Oleh karena itu, wasiat Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam kepada Muadz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman utk berdakwah adalah, "hendaknya engkau mengajak kepada syahadat Laailaaha illallaah dan syahadat Muhammad Rasulullah". [HR. Bukhari dan Muslim]. 
       
      Dan sampai akhir hayat beliau Shallallaahu'alaihiwasalam, beliau berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan. Lima hari sebelum beliau Shallallaahu'alaihiwasalam meninggal dunia, beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah atau mesjid. Maka beliau Shallallaahu'alaihiwasalam melarang menjadikan kuburan sebagai mesjid. [HR: Muslim]. 
       
      Yang demikian karena membangun mesjid di atas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. 
       
      Semua ini menunjukkan inti dakwah Rasul adalah tauhid. 
      Wabilahi taufiq wal hidayah. 
      Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
      Abdullah Roy. 
      Di kota Pontianak.
    13. Mengenal Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam sebagai Rasul terakhir.
    14. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam meninggal pada tahun ke-11 Hijriyah. 
       
      Setelah menyempurnakan tugas menyampaikan risalah dari Allah. Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam meninggal dunia sebagaimana manusia yg lain yg juga meninggal dunia. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِِ} [آل عمران : 185] 
       
      Artinya: 
      Setiap jiwa akan merasakan kematian. [QS. Ali-'Imroon:185]. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman:
       {إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ} [الزمر : 30] 
       
      Artinya: 
      Sesungguhnya engkau akan meninggal dunia dan sesungguhnya mereka akan meninggal dunia. [QS. Az-Zumar:30]. 
       
      Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam adalah Rasul terakhir. Tidak ada Rasul setelah beliau. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ } [الأحزاب : 40] 
       
      Artinya: 
      Bukanlah Muhammad bapak salah seorang lelaki di antara kalian. Akan tetapi dia adalah seorang Rasulullah dan penutup para Nabi. [QS. Al-Ahzaab:40]. 
       
      Dalil-dalil dari hadits Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam bahwa beliau adalah Nabi terakhir mencapai derajat mutawatir. 
       
      Dan sebagian ulama mengatakan, kalau seseorang tidak mengetahui bahwa Rasulullah adalah Nabi terakhir maka dia bukan muslim. Karena ini termasuk perkara yg diketahui secara darurat di dalam agama Islam. 
       
      Di antara hadits yg menunjukkan bahwa beliau Shallallaahu'alaihiwasalam adalah Nabi yg terakhir adalah sabda beliau Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِيْ ثَلاَثُوْنَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ، وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ، لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ. 
       
      Artinya: 
      Dan sesungguhnya akan ada pada umatku tiga puluh orang pendusta, semuanya mengaku bahwa ia adalah seorang Nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku. [Hadits shahih yg diriwayatkan. Abu Dawud]. 
       
      Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
       وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ 
       
      “Dan aku adalah al-‘Aqib/yang terakhir; al-‘Aqib yaitu [nabi] yang tidak ada lagi nabi sesudahnya.” (HR. Muslim dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu’anhu). 
       
      Meskipun Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam telah meninggal dunia, Allah Subhanahuwata'ala akan menjaga agama ini dengan menjaga sumbernya yaitu AlQuran dan AlHadits. Dan menyiapkan para ulama yg amanat utk menyampaikan keduanya kepada umat. 
       
      Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
       {إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ} [الحجر : 9] 
      Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkan Az-Zikr (AlQuran) dan sesungguhnya kami lah yg menjaganya. [Qs. Al-Hijr:9]. 
       
      Dan Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
       وَإِنََّ الْعُلُمَاءَ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ 
       
      Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya Nabi tidak mewariskan dinar dan tidak juga dirham. Akan tetapi mereka mewariskan ilmu. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan Syaikh Al-Albani rahimahullah]. 
       
      Dan ini adalah halaqah terakhir mengenal Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. 
       
      Abdullah Roy. 
      Di kota Pontianak.

 
 
 
Tauhid
 
 
Inti dakwah beliau Shallallaahu'alaihiwasalam adalah sama dengan inti dakwah Nabi-Nabi sebelum beliau Shallallaahu'alaihiwasalam yaitu mengajak manusia untuk meng-Esa-kan Allah di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan. 
 
Maka inti dakwah Islam dari dulu sampai sekarang adalah Tauhid.
 
Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
 {وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ} [الأنبياء : 25] 
 
Artinya: 
Dan tidaklah Kami mengutus dari sebelum mu dari Rasul-Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwasannya TIDAK ADA TUHAN YG BERHAK DISEMBAH KECUALI AKU. [Qs: Al-Anbiyaa:25]. 
 
Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
 {لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ} [الأعراف : 59] 
 
Artinya: 
Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia berkata, "wahai kaumku, sembahlah Allah. Kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia". [Qs: Al-'Aroof:59]. 
 
*Ucapan semakna juga diucapkan oleh Nabi-Nabi sebelum beliau. Yaitu Al-'Aroof:65, 73, 85.* 
 
Demikian pula Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam, selama 10 tahun pertama, beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan. 
 
Kemudian turunlah kewajiban sholat lima waktu pada tahun ke-10 kenabian. 

  1. Mengapa Harus Belajar Tauhid?
  2. Belajar tauhid merupakan kewajiban setiap muslim. Baik laki-laki maupun wanita. Karena Allah Subhanahuwata'ala menciptakan manusia dan jin adalah hanya utk bertauhid. Yaitu meng-Esa-kan ibadah kepada Allah. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman dalam suroh Adz-Dzaariyaat ayat 56:
     {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} [الذاريات : 56] 
     
     Artinya: 
     _"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah kepadaKu. Surat Adz-Dzaariyaat ayat ke-56."_ 
     
    Oleh karena itu, Allah Subhanahuwata'ala mengutus para Rasul kepada setiap umat, tujuannya adalah utk mengajak mereka kepada tauhid. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman dalam suroh An-Nahl ayat 36:
     {وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ َ} [النحل : 36] 
     
    Artinya: 
    _"Dan sungguh-sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yg berkata kepada kaumnya, sembahlah Allah dan jauhilah thooguut. Suroh An-Nahl ayat ke-36."_ 
     
    Makna At-Thooguut adalah segala sesembahan selain Allah Subhanahuwata'ala. Oleh karena itu seorang muslim yg tidak memahami tauhid yg merupakan inti ajaran Islam maka sebenarnya dia tidak memahami agamanya meskipun ia mengaku telah mempelajari ilmu-ilmu yg banyak. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  3. Tauhid Syarat Mutlak Masuk Surga.
  4. Orang yg menginginkan kebahagian di Surga maka dia harus memiliki modal yg satu ini yaitu tauhid. Tidak akan masuk Surga kecuali orang-orang yg bertauhid. 
     
    Orang yg bertauhid pasti akan masuk Surga meskipun mungkin sebelumnya dia di azab terlebih dahulu di dalam Neraka karena dosa-dosa yg pernah dia lakukan di dunia. 
     
    Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
     _"Barangsiapa yg bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yg berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan Rasulnya, dan bahwasannya 'Isa adalah hamba Allah dan RasulNya, dan kalimatnya yg Dia tiupkan kepada Maryam dan Ruh dariNya dan dia bersaksi bahwa Surga benar adanya dan Neraka benar adanya maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga bagaimanapun amalan yg telah dia amalkan." [Hadits riwayat Al-Bukhori dan Muslim]_ 
     
    Di dalam hadits yg lain, Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Maka sesunguhnya Allah telah mengharamkan Neraka bagi orang-orang yg mengatakan Laa ilahaillallaah yg mengharap dengannya wajah Allah." [Hadits riwayat Al-Bukhori dan Muslim]_ 
     
    Oleh karena itu tidak heran prioritas dakwah para Rasul dan orang-orang yg mengikuti mereka adalah tauhid. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  5. Bahaya Kesyirikan.
  6. Akhil Karim. 
    Tauhid adalah amalan yg paling Allah cintai. Sebaliknya syirik yaitu menyekutukan Allah di dalam beribadah adalah amalan yang sangat Allah murkai. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala memang Maha Pengampun, akan tetapi apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik besar kepada Allah maka Allah tidak akan mengampuni dosa syirik tersebut. Akibatnya ia kekal di dalam Neraka selama-lamanya dan tidak ada harapan baginya untuk masuk ke dalam Surga Allah 'Azzawajal. Dan sungguh ini adalah kerugian yg tidak ada kerugian yg lebih besar daripada kerugian tersebut. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ } [النساء : 48] 
     
    Artinya: 
    _"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yg lain bagi siapa yg dikehendaki." [An-Nisa ayat ke-48]_ 
     
    Dan Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman: 
    {ْإِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ} [المائدة : 72] 
     
    Artinya: 
    _"Sesunggunya, barangsiapa yg menyekutukan Allah maka Allah mengharamkan baginya Surga dan tempat kembalinya adalah Neraka, dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zholim." [Al-Maidah ayat ke-72]_ 
     
    Oleh karena itu, hati-hatilah saudaraku terhadap dosa yg satu ini. Terkadang seseorang terjerumus ke dalamnya sedangkan dia tidak menyadarinya. 
     
    Bentengilah dirimu dgn perisai ilmu agama. Belajarlah dan berdoalah kepada Allah dengan sejujur-jujurnya, semoga Allah Subhanahuwata'ala melindungi kita dan keluarga kita dari perbuatan syirik. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  7. Syirik membatalkan Amal.
  8. Pernahkah anda kehilangan file data berharga hasil bekerja anda selama berhari-hari atau berbulan-bulan atau bertahun-tahun. 
     
    Bagaimanakah perasaan anda saat itu? 
     
    Sedih bukan? 
     
    Terkadang seseorang berani utk membayar jutaan rupiah, asal file tersebut kembali. 
     
    Saudaraku, syirik adalah dosa besar yg bisa membatalkan amal seseorang. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنَ الشَّاكِرِينَ (66)} [الزمر : 65-66] 
     
    Artinya: 
     _"Dan sungguh-sungguh telah di wahyukan kepadamu wahai Muhammad dan orang-orang sebelum mu bahwa apabila kamu berbuat syirik, maka sungguh akan batal amalanmu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yg merugi. Maka sembahlah Allah saja, dan jadilah kamu termasuk orang-orang yg bersyukur." [Suroh Az-Zumar ayat yg ke-65-66]._ 
     
    Di dalam ayat ini disebutkan, seorang Nabi pun akan batal amalannya apabila ia berbuat syirik. Oleh karena itu jagalah amalan yg sudah anda tabung bertahun-tahun. Jangan biarkan amalan anda hilang begitu saja karena kejahilan anda terhadap tauhid dan syirik. 
     
    Terkadang sebuah perbuatan yg kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung. Dan belum tentu ada waktu lagi utk menabung kembali. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  9. Taubat dari Kesyirikan.
  10. Orang yg berbuat syirik dan meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allah maka dosa syiriknya tidak akan diampuni. Namun apabila ia bertaubat sebelum meninggal maka Allah akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut. 
     
    Taubat Nasuhah adalah taubat yg terpenuhi di dalamnya 3 syarat berikut: 
     
    1. Menyesal. 
    2. Meninggalkan perbuatan tersebut. 
    3. Bertekad kuat utk tidak mengulangi lagi. 
     
    Allah Swt berfirman:
     {۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ} [الزمر : 53] 
     
    Artinya: 
    _"Katakanlah wahai hamba-hambaKu yg telah melampau batas terhadap dirinya sendiri dengan berbuat dosa, janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"[Suroh Az-Zumar ayat ke-53]._ 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai di tenggorokan. [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abdullah ibnu Umar Radhiallahu'anhuma dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani Rohimahullah]"_ 
     
    Para sahabat Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam tidak semuanya lahir dalam keadaan Islam. Bahkan banyak diantara mereka yg masuk Islam ketika sudah besar, dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. 
     
    Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik serta mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga bisa menjauhinya. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  11. Apa itu Tauhid?
  12. Tauhid secara bahasa adalah meng-Esa-kan. 
     
    Tauhid secara istilah adalah meng-Esa-kan Allah di dalam beribadah. 
     
    Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga meninggalkan peribadatan kepada selain Allah Subhanahuwata'ala. 
    Seperti berdoa kepada selain Allah, bernazar utk selain Allah, menyembelih utk selain Allah, dll. 
     
    Apabila seseorang beribadah kepada Allah dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah, siapapun dia, baik kepada seorang Nabi, Malaikat atau selainnya maka inilah yg dinamakan dengan syirik yaitu menyekutukan Allah di dalam beribadah. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ (26) إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِيِ (27)} [الزخرف : 26-27] 
     
    Artinya: 
    _"Dan ingatlah ketika Ibrohim berkata untuk ayahnya dan kaumnya, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yg kalian sembah. Kecuali zat yg telah menciptakanku." [Az-Zukhruf: 26-27]._ 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Barangsiapa yg mengatakan laa ilaha illallaah dan mengingkari segala sesuatu yg disembah selain Allah maka haram harta dan darahnya yaitu tidak boleh diganggu dan perhitungannya atas Allah." [HR. Muslim]._ 
     
    Oleh karena itu rukun kalimat tauhid laa ilaha illallaah ada 2 yaitu sbb: 
     
    1. Nafiy atau pengingkaran yaitu pada kalimat laa ilaha, yg artinya tidak ada Tuhan yg berhak disembah. 
    Ini adalah kalimat pengingkaran yakni mengingkari Tuhan-Tuhan selain Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    2. Itsbaat yaitu penetapan pada kalimat illallaah yg artinya kecuali Allah. 
    Ini adalah kalimat penetapan yakni menetapkan Alah Subhanahuwata'ala sebagai satu-satunya sesembahan. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  13. Termasuk Syirik Memakai Jimat.
  14. Allah Subhanahuwata'ala adalah Zat yg memberikan manfaat dan mudhorot. 
     
    Kalau Allah menghendaki utk memberikan manfaat kepada seseorang maka tidak akan ada yg bisa mencegahnya. Demikian pula sebaliknya, ketika Allah menghendaki utk menimpakan musibah kepada seseorang maka tidak akan ada yg bisa menolaknya. 
     
    Keyakinan tersebut melazimkan kita sebagai seorang muslim untuk hanya bergantung kepada Allah Subhanahuwata'ala semata dan merasa cukup dengan Allah di dalam usaha mendapatkan manfaat dan menghindari mudhorot. Seperti dalam mencari rezeki, mencari keselamatan, kesembuhan dari penyakit, dll. Serta tidak bergantung sekali-kali kepada benda-benda yg dikeramatkan seperti jimat, wafa', susuk dan sejenisnya. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam mengingatkan: 
     "Barangsiapa yg menggantungkan tamimah yaitu jimat dan sejenisnya maka ia telah berbuat syirik." [HR. Ahmad dan di shohihkan oleh Syaikh Al-Albani rohimahillaah]. 
     
    Apabila seseorang meyakini bahwa barang tersebut adalah sebab saja maka hal itu termasuk syirik kecil. Karena dia telah menjadikan sesuatu yg bukan sebab sebagai sebab. Padahal yg berhak menentukan sesuatu sebagai sebab atau tidak adalah Zat yg menciptakannya yaitu Allah. 
     
    Perlu diketahui bahwa dosa syirik kecil tidak bisa disepelekan. Karena dosa syirik kecil tetap lebih besar daripada dosa-dosa besar seperti dosa zina, dosa membunuh, dll. 
     
    Kemudian, apabila seseorang meyakini bahwa barang tersebut dengan sendirinya memberikan manfaat dan memberikan mudhorot maka hal itu termasuk syirik besar yg mengeluarkan seseorang dari Islam. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan saudara-saudara kita utk meninggalkan perbuatan syirik yg sudah tersebar ini dan menjadikan ketergantungan hati kita dan mereka hanya kepada Allah. 
     
    Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil. 
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  15. Bertabarruk (Mencari Barokah).
  16. Barokah adalah banyaknya kebaikan dan langgengnya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala adalah Zat yg berbarokah. 
     
    Artinya zat yg banyak kebaikannya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {...تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ} [الأعراف : 54] 
     
    Artinya: 
    _"Dialah Allah yg banyak barokahNya, Rob semesta alam." [Al-A'roof:54]._ 
     
    Allah jugalah zat yg memberikan keberkahan atau kebaikan kepada sebagian mahluknya. Sehingga mahluk tersebut menjadi mahluk yg berbarokah dan banyak kebaikannya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ} [آل عمران : 96] 
     
     Artinya: 
    _"Sesunggunya rumah yg pertama yg diletakkan bagi manusia utk beribadah adalah rumah yg ada di Makkah yg berbarokah dan petunjuk bagi seluruh alam". [Ali 'Imroon:96]._ 
     
    Ka'bah diberikan barokah oleh Allah Subhanahuwata'ala. Dan cara mendapatkan barokahnya adalah dengan melakukan ibadah di sana. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ} [الدخان : 3] 
     
    Artinya: 
     _"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya yaitu Al-Quran pada malam yg berbarokah. Sesungguhnya kami memberi peringatan." [Surat Ad-Dukhoon:3]._ 
     
    Malam lailatul qodar adalah malam yg berbarokah. 
    Cara mendapatkan barokah dan kebaikannya adalah dengan melakukan ibadah di malam tersebut. 
     
    Seorang ulama berbarokah dengan ilmunya dan dakwahnya. 
    Cara mendapatkan barokahnya dan kebaikannya adalah dengan menimba ilmu darinya. 
     
    Di sana ada barokah yg sifatnya zatiyah yaitu zatnya yg berbarokah. 
    Dimana barokah seperti ini bisa berpindah. 
    Barokah jenis ini hanya Allah Subhanahuwata'ala berikan kepada para Nabi dan Rosul. 
    Oleh karena itu, dahulu para sahabat Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam bertabarruk dengan bekas air wudhu beliau, rambut beliau, keringat beliau, dll. Sepeninggal beliau Shallallaahu'alaihiwasallam, mereka tidak melakukannya terhadap Abu Bakar, Umar dan para sahabat mulia yg lain. Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah kekhususan para Nabi dan Rosul. 
     
    Meminta barokah hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala dengan cara yg disyariatkan. Adapun meminta barokah dari Allah Subhanahuwata'ala dengan sebab yg tidak disyariatkan, seperti mengusap dinding mesjid tertentu atau mengambil tanah kuburan tertentu dan lain-lain, maka ini termasuk syirik kecil. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memberkahi kita dan keluarga kita. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  17. Termasuk syirik besar adalah menyembelih karena selain Allah.
  18. Menyembelih adalah termasuk ibadah yg agung di dalam agama Islam. Di dalamnya ada pengagungan terhadap Allah Subhanahuwata'ala Rob semesta alam. 
     
    Di antara wujud cinta kepada Allah Subhanahuwata'ala adalah dengan mengorbankan sebagian harta kita utkNya. Seperti ibadah kurban di hari raya Iedul Adha, aqiqoh dan hadyu bagi sebagian jamaah haji. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala telah memerintahkan kita menyerahkan ibadah yg mulia ini hanya untukNya semata. 
     
    Sebagaimana Allah berfirman: 
     {فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ} [الكوثر : 2] 
     
     Artinya: 
    _"Maka sholatlah untuk Robmu dan menyembelihlah." [Al-Kautsar:2]_ 
     
    Barangsiapa yg menyerahkan ibadah menyembelih ini untuk selain Allah dalam rangka mengagungkan dan mendekatkan diri kepada selain Allah, baik kepada Nabi, Wali, Jin, atau selainnya maka dia telah terjatuh di dalam syirik besar yg mengeluarkan seseorang dari Islam, membatalkan amalan dan terkena ancaman laknat dari Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam: 
    "Allah melaknat seseorang yg menyembelih untuk selain Allah. [HR. Muslim]". 
     
    Makna laknat adalah dijauhkan dari rahmatNya. 
     
    Oleh karenanya, janganlah sekali-kali kita sebagai seorang muslim berkorban dan menyembelih untuk selain Allah sedikitpun, meskipun dengan seekor lalat dengan harapan mendapatkan manfaat atau terhindar dari mudhorot. 
     
    Sebagai seorang muslim, kita harus yakin bahwa manfaat dan mudhorot di tangan Allah Subhanahuwata'ala semata dan hanya kepada Nya lah, seorang muslim bertawakal. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  19. Termasuk syirik bernadzar untuk selain Allah.
  20. Bernadzar untuk Allah Subhanahuwata'ala adalah seseorang mengatakan wajib bagi saya melakukan ibadah ini dan itu utk Allah Subhanahuwata'ala. Atau dengan mengatakan misalnya, saya bernadzar untuk Allah bila terlaksana hajat saya. 
     
    Bernadzar adalah ibadah dan sebuah bentuk pengagungan. 
     
    Karenanya bernadzar tidak diperkenankan kecuali utk Allah Subhanahuwata'ala semata. Seperti orang yg bernadzar untuk berpuasa satu hari bila lulus ujian. Atau bernadzar untuk Allah akan mengadakan umroh bila sembuh dari penyakitnya dan lain-lain. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ} [البقرة : 270] 
     
    Artinya: 
    _"Dan apa yg kalian infaqkan atau apa yg kalian nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya dan tidak ada penolong bagi orang-orang yg dzolim." [Surat Al-Baqoroh:270]_ 
     
    Di dalam ayat ini, Allah mengabarkan bahwa Allah Subhanahuwata'ala mengetahui nadzar para hambaNya, dan akan membalas dengan balasan yg baik. 
    Ini menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah yg seorang muslim akan diberikan pahala atas nadzar tersebut. 
     
    Menunaikan nadzar apabila dalam ketaatan, hukumnya adalah wajib. 
     
    Berdasarkan firman Allah: 
     {ْ...وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ} [الحج : 29] 
     
     Artinya: 
    _"Dan supaya mereka menyempurnakan nadzar2 mereka." [Al-Hajj:29]_ 
     
     Juga sabda Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam: 
     Barangsiapa yg bernadzar utk mentaati Allah maka hendaknya mentaatinya. Dan barangsiapa yg bernadzar utk memaksiati Allah maka jangan lah dia memaksiatinya. [HR: Al-Bukhori]. 
     
    Bernadzar utk selain Allah Subhanahuwata'ala, termasuk syirik besar yg mengeluarkan seseorang dari Islam. Seperti seseorang bernadzar, apabila sembuh dari penyakit maka akan menyembelih utk wali fulan, atau berpuasa utk syaikh fulan dan lain-lain. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala melindungi kita dan keturunan kita dari perbuatan syirik. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  21. Ar-Ruqyah atau Jampi-Jampi.
  22. Ar-Ruqyah yaitu bacaan yg dibacakan kepada orang yg sakit supaya sembuh. Bacaan ini diperbolehkan selama tidak ada kesyirikannya. 
     
    Diriwayatkan dari Auf bin Malik berkata, kami dahulu meruqyah pada jaman jahiliyah maka kami bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam, yaa Rasulullah, apa pendapatmu tentang ruqyah kami ini? 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Perlihatkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Sesungguhnya ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan." [HR. Muslim]_ 
     
    Ruqyah yg tidak ada kesyirikan adalah seperti ruqyah dari ayat-ayat Al-Quran, dari doa-doa yg diajarkan Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam dan ini lebih utama atau dengan doa-doa lain yg diketahui kebenaran maknanya, baik dengan bahasa Arab maupun dengan selain bahasa Arab. 
     
    Hendaknya, orang yg meruqyah ataupun yg diruqyah meyakini bahwasannya ruqyah hanyalah sebab semata. Tidak berpengaruh dengan sendirinya dan tidak boleh seseorang bertawakal kepada sebab tersebut. 
     
    Seorang muslim mengambil sebab dan bertawakal kepada zat yg menciptakan sebab tersebut yaitu Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Ruqyah yg mengandung kesyirikan adalah jampi-jampi atau bacaan yg mengandung permohonan kepada selain Allah Subhanahuwata'ala, baik kepada jin, wali atau selainnya. Biasanya disebutkan disitu nama-nama mereka. Tidak jarang jampi-jampi seperti ini dicampur dengan ayat-ayat Al-Quran atau dengan nama-nama Allah Subhanahuwata'ala atau dengan kalimat yg berasal dari bahasa Arab dengan tujuan utk mengelabui orang-orang yg jahil dan tidak tahu. 
     
    Ruqyah yg mengandung kesyirikan telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam di dalam sabda beliau: 
     "Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan pelet adalah syirik." [HR. Abu Dawud dan ibnu Majah dan di shahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]_ 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  23. Berdoa kepada selain Allah Subhanahuwata'ala adalah Syirik besar.
  24. Berdoa kepada Allah adalah seseorang menghadap Allah Subhanahuwata'ala dengan maksud supaya Allah mewujudkan keinginannya, baik dengan meminta atau dengan merendahkan diri, mengharap dan takut kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    _Berdoa dengan makna di atas adalah ibadah._ 
     
    Berkata An-Nu'man ibnu Basyirin radhiallahuanhu, aku mendengar Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    "Berdoa adalah ibadah". Kemudian beliau Shallallaahu'alaihiwasallam membaca ayat:
     {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر : 60] 
     
    Artinya: 
     _"Dan telah berkata Robb kalian, berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yg sombong dari beribadah kepadaKu, mereka akan masuk ke dalam Neraka jahannam dalam keadaan terhina." [Surah Al-Ghoofir:60]. [HR. Abu Dawuud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Dan hadits ini di shohihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]_ 
     
    Dan makna beribadah kepadaKu pada ayat ini adalah berdoa kepadaKu. 
     
    Apabila doa adalah ibadah yg merupakan hak Allah Subhanahuwata'ala semata maka berdoa kepada selain Allah dengan merendahkan diri dihadapannya, mengharap dan juga takut kepadanya (sebagaimana dia mengharap dan takut kepada Allah) adalah termasuk syirik besar. 
     
    Termasuk jenis doa adalah: 
     
    1. Istighosah yaitu meminta dilepaskan dari kesusahan. 
    2. Istiadzah yaitu meminta perlindungan. 
    3. Istianah yaitu meminta pertolongan. 
     
    Apabila di dalamnya ada perendahan diri, pengharapan dan takut maka ini adalah ibadah yg hanya boleh diserahkan kepada Allah Subhanahuwata'ala semata. 
     
    Namun perlu diketahui bahwasanya boleh seseorang beristighosah, beristiadzah dan beristianah kepada mahluk dengan 4 syarat berikut: 
     
    1. Mahluk tersebut masih hidup. 
    2. Dia berada di depan kita atau bisa mendengar ucapan kita. 
    3. Dia mampu sebagai mahluk utk melakukannya. 
    4. Mahluk tersebut diyakini hanya sebagai sebab sehingga tidak boleh bertawakal kepada sebab tersebut akan tetapi bertawakal kepada Allah Subhanahuwata'ala yg menciptakan sebab tersebut. 
     
    Orang yg beristighosah, beristiadzah dan beristianah kepada orang yg sudah mati atau kepada orang yg masih hidup akan tetapi tidak berada di depan kita atau tidak mendengar ucapan kita atau meminta kepada mahluk perkara yg tidak mungkin bisa melakukannya kecuali Allah maka ini termasuk syirik besar. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  25. Syafaat.
  26. Syafaat adalah meminta kebaikan bagi orang lain di dunia maupun di akhirat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala dan RasulNya telah mengabarkan kepada kita tentang adanya syafaat pada hari kiamat. 
     
    Diantara bentuknya adalah bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala mengampuni seorang muslim dengan perantara doa orang yg telah Allah ijinkan utk memberikan syafaat. 
     
    Syafaat akhirat harus kita imani dan kita berusaha utk meraihnya. Adapun modal utama utk mendapatkan syafaat akhirat adalah bertauhid dan bersihnya seseorang dari kesyirikan. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda, ketika beliau mengabarkan tentang bahwasanya beliau memiliki syafaat pada hari kiamat: 
    _"Syafaat itu akan didapatkan Insya Allah oleh setiap orang yg mati dari umatku yg tidak menyekutukan Allah sedikitpun." [HR. Muslim]_ 
     
    Merekalah orang-orang yg Allah ridhoi karena ketauhidan yg mereka miliki. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {ْ...وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ...} [الأنبياء : 28] 
     
     Artinya: 
    _"Dan mereka (yaitu para Nabi, para Malaikat, dan juga yg lain) tidak memberikan syafaat kecuali bagi orang-orang yg Allah ridhoi." [Al-Anbiyaa:28]_ 
     
    Syafaat di akhirat ini berbeda dengan syafaat di dunia. Karena seseorang pada hari kiamat tidak bisa memberi syafaat bagi orang lain kecuali setelah diijinkan oleh Allah Subhanahuwata'ala sampai meskipun dia adalah seorang Nabi atau seorang malaikat sekalipun, sebagaimana firman Allah: 
     {ِ...مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهُِ} [البقرة : 255] 
     
    Artinya: 
     _"Tidaklah ada yg memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan ijin Nya." [Al-Baqoroh:255]_ 
     
    Oleh karena itu permintaan syafaat hanya ditujukan kepada Allah, Zat yg memilikinya. Seperti seseorang mengatakan di dalam doanya, "Yaa Allah, aku meminta syafaat NabiMu". 
    Inilah cara meminta syafaat yg diperbolehkan. 
     
    Bukan meminta langsung kepada Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasallam seperti mengatakan, "Yaa Rasulullah, berilah aku syafaatmu, atau dengan cara menyerahkan sebagian ibadah kepada mahluk dengan maksud meraih syafaatnya". 
    Cara seperti ini adalah cara yg dilakukan oleh kaum musyrikin jaman dahulu. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ} [يونس : 18] 
     
    Artinya: 
     _"Dan mereka menyembah kepada selain Allāh, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberikan manfaat dan mereka berkata: "Mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami disisi Allāh". Katakanlah: "Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi?". Maha Suci Allāh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan." [Surah Yunus:18]_ 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  27. Berlebihan Terhadap Orang Sholeh adalah pintu Kesyirikan.
  28. Orang sholeh adalah orang yg baik karena mengikuti syariat Allah Subhanahuwata'ala. Baik di dalam hal akidah, ibadah maupun muamalah. Mereka memiliki derajat yg berbeda-beda disisi Allah 'Azza wajal. 
     
    Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk mencintai mereka, kita juga diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka di dalam kebaikan. 
     
    Berteman dan bermajelis dengan mereka adalah sebuah keberuntungan. Membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimanan dan meneguhkan hati. 
     
    Menghormati mereka adalah diperintahkan selama masih dalam batas-batas yg diijinkan agama. 
     
    Namun, berlebih-lebihan terhadap orang sholeh, seperti mendudukan mereka di atas kedudukannya sebagai manusia, atau menyifati mereka dengan sifat-sifat yg tidak pantas kecuali untuk Allah Subhanahuwata'ala maka ini hukumnya haram dan tidak diperbolehkan menurut agama. Karena hal ini dapat menjadi pintu terjadinya kesyirikan dan penyerahan sebagian ibadah kepada selain Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Mencintai Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam melebihi cinta kita kepada orangtua, anak dan semua manusia adalah kewajiban agama. Sebagaimana yg disebutkan di dalam hadits: 
     "Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih dia dicintai daripada orangtuanya, anaknya, dan seluruh manusia." 
     
    Namun beliau Shallallaahu'alaihiwasallam melarang kita berlebih-lebihan terhadap beliau Shallallaahu'alaihiwasallam yaitu dengan mendudukkan beliau di atas kedudukan beliau yg sebenarnya sebagai seorang hamba Allah dan seorang RasulNya. 
     
    Beliau Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Janganlah kalian berlebih-lebihan terhadapku sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan terhadap Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku adalah hambaNya. Maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya." [HR. Al-Bukhori]_ 
     
    Beliau adalah seorang hamba maka tidak boleh disembah dan beliau adalah seorang Rasul maka tidak boleh dicela dan diselisihi. 
     
    Apabila berlebih-lebihan terhadap sebaik-baik manusia saja yaitu Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam tidak diperbolehkan maka bagaimana dengan yg lain? 
     
    Diantara bentuk guluw terhadap orang-orang sholih adalah meyakini bahwa mereka mengetahui ilmu yg ghoib. Atau membangun di atas kuburan mereka. Atau beribadah kepada Allah Subhanahuwata'ala di samping kuburan mereka dan lain-lain. Dan yg paling parah adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala melapangkan hati kita utk menerima kebenaran. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  29. Sihir.
  30. Sihir bermacam-macam jenisnya. 
    Sihir yg merupakan kesyirikan adalah sihir yg terjadi dengan meminta pertolongan kepada syaitan. Padahal syaitan tidak akan menolong seseorang kecuali setelah melakukan perkara yg dia ridhoi yaitu kufur kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Dengan menyerahkan sebagian ibadah kepada syaitan tersebut atau dengan menghina Al-Quran atau dengan mencela agama dan sebagainya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {...وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ...َ} [البقرة : 102] 
     
    Artinya: 
    _"Dan bukanlah Sulaiman yg kafir, akan tetapi syaitan-syaitan lah yg kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia". [QS. Al-Baqarah:102]_ 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Jauhilah 7 perkara yg membinasakan. Para sahabat bertanya, "Yaa Rasulullah apakah 7 perkara tsb?". Maka beliau Shallallaahu'alaihiwasallam menyebutkan 7 perkara. Yang pertama adalah syirik kepada Allah dan yg kedua adalah sihir." [HR. Al-Bukhori dan Muslim]_ 
     
    Hukuman bagi seorang tukang sihir seperti ini adalah hukuman mati bila dia tidak bertaubat, sebagaimana yg telah dicontohkan para sahabat Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam. 
     
    Adapun yg berhak melakukan hukuman tersebut adalah pemerintah yg sah dan bukan individu-individu. 
     
    Mempelajari sihir termasuk perkara yg diharamkan bahkan sebagian ulama berpendapat pelakunya keluar dari Islam. 
     
    Demikian pula meminta supaya disihirkan juga perbuatan yg haram. Karena Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam mengabarkan bahwa bukan termasuk pengikut beliau orang yg menyihir dan minta disihirkan. Sebagaimana dalam sebuah riwayat yg diriwayatkan oleh Al-Bazzar di dalam musnadnya yg di shohihkan oleh syaikh Al-Albani. 
     
    Seorang muslim hendaknya mengambil sebab utk membentengi diri dari sihir, diantaranya adalah dengan menjaga zikir-zikir yg disyariatkan seperti zikir pagi dan petang, zikir-zikir setelah sholat lima waktu, zikir akan tidur, mau makan, masuk rumah, keluar rumah, masuk kamar kecil, keluar dari kamar kecil, dll. 
     
    Selain itu membersihkan diri dan rumah dari perkara-perkara yg membuat ridho syaitan, seperti jimat-jimat, musik, gambar-gambar mahluk bernyawa, dll. 
     
    Apabila qodarullah terkena sihir maka hendaknya bersabar, merendahkan diri kepada Allah Subhanahuwata'ala, memohon dariNya kesembuhan dan berpegang dengan ruqyah-ruqyah yg disyariatkan serta jangan sekali-kali berusaha menghilangkan sihir dengan meminta bantuan jin baik secara langsung maupun lewat dukun, paranormal dan yg semisal dengan mereka. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala melindungi kita dan keluarga kita dari semua kejelekan di dunia dan akhirat. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  31. Perdukunan.
  32. Dukun adalah orang yg mengaku mengetahui sesuatu yg ghoib, yg tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. 
    Seperti mengetahui barang yg hilang dan pencurinya, mengetahui ramalan nasib, dll. 
    Dia mengaku mengetahui hal-hal tersebut dengan cara-cara tertentu, seperti dengan melihat bintang, menggaris di tanah, melihat air di mangkok, dll. Dengan cara ini para dukun memakan harta manusia. 
     
    Saudaraku sekalian, ketahuilah bahwa perdukunan dengan namanya yg bermacam-macam adalah perkara yg diharamkan di dalam agama Islam. 
     
    Ilmu ghoib yg mereka akui adalah hakikatnya adalah kabar dari Jin yg mereka mintai bantuan. Sedangkan cara-cara tersebut, hanyalah utk menutupi kedoknya sebagai seorang yg meminta bantuan jin dan juga syaitan. 
     
    Kita sudah mengetahui bersama bahwa Iblis sudah berjanji akan menyesatkan manusia dan menyeret mereka bersamanya ke dalam Neraka. Iblis dan keturunannya tidak akan membantu sang dukun kecuali dukun tersebut kafir kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Oleh karena itu para ulama menghukumi dukun sebagai orang yg kafir dengan sebab ini. Adapun harta yg dia dapatkan dari pekerjaan ini adalah harta yg haram. 
     
    Berkaitan dengan ramalan yg kadang benar maka sebagaimana yg dikabarkan Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam di dalam hadits yg shohih bahwa "para Jin bekerjasama utk mencuri kabar dari langit, apabila mendengar sesuatu maka Jin yg di atas akan mengabarkan kepada yg di bawahnya dan seterusnya sehingga sampai ke telinga dukun". Terkadang Jin itu terkena lemparan bintang sebelum menyampaikan kabar yg ia dengar. Dan terkadang sempat menyampaikan sebelum akhirnya terkena lemparan bintang. 
     
    Kabar sedikit yg sampai ini akan ditambah-tambahi oleh dukun tersebut dengan kedustaan yg banyak. Apa yg benar terjadi sesuai dengan yg dia kabarkan akan dijadikan alat mencari pembenaran dan kepercayaan dari manusia. 
     
    Orang Islam dilarang sekali-kali datang kepada dukun dengan maksud utk meminta bantuan kepada dukun tersebut bagaimanapun susahnya keadaan dia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Barangsiapa yg mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yg dia ucapkan maka dia telah kufur terhadap apa yg diturunkan kepada Muhammad Shallallaahu'alaihiwasallam." [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]. 
     
    Di dalam hadits lain, beliau Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Barangsiapa mendatangi dukun kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima darinya sholat selama 40 hari." [HR. Muslim]_ 
     
    Meskipun sebagian ulama berpendapat bahwa mendatangi dukun tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam, namun kedua hadits di atas cukup menunjukkan besarnya dosa orang yg mendatangi dukun. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala menjadikan kita merasa cukup dengan yg halal dan menjauhkan kita dari yg haram. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  33. At-Tathoyyur (Merasa sial dengan sesuatu).
  34. At-Tathoyyur adalah merasa akan bernasib sial karena melihat atau mendengar kejadian tertentu. 
    Seperti melihat tabrakan atau orang berkelahi atau yg lainnya sehingga membuat dia tidak jadi melaksanakan hajatnya seperti berdagang, berpergian, dll. 
     
    At-Tathoyyur adalah termasuk syirik kecil apabila perasaan tersebut diikuti. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Barangsiapa yg at-thiyaroh menyebabkan dia tidak jadi melaksanakan hajatnya maka dia telah berbuat syirik." [HR. Ahmad dan dishohihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]_ 
     
    Perasaan ini sebenarnya tidak akan mempengaruhi takdir. Sebagaimana hal ini dinafikan dan diingkari oleh Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam. 
     
    Beliau bersabda: 
     _"Dan tidak ada tiyaroh". [HR. Al-Bukhari dan Muslim]_ 
     
    Maksudnya, tiyaroh ini adalah hanya perasaan saja yg tidak akan berpengaruh terhadap takdir Allah. 
     
    Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh mengikuti was-was syaithon ini, dan hendaknya dia memiliki keyakinan kuat bahwa semua yg terjadi di permukaan Bumi berupa kebaikan dan keburukan adalah dengan takdir Allah Subhanahuwata'ala semata. Seorang mukmin hendaknya yakin, bahwa tidak ada yg mendatangkan kebaikan kecuali Allah Subhanahuwata'ala dan melindungi dari keburukan kecuali Allah Subhanahuwata'ala. Hanya bertawakal kepada Allah Subhanahuwata'ala semata dan berbaik sangka hanya kepada Allah. 
     
    Apabila datang perasaan was-was tersebut maka hendaknya segera dihilangkan dengan tawakal dan tetaplah dia melaksanakan hajatnya. Apa yg terjadi setelah itu adalah takdir Allah Subhanahuwata'ala semata. 
     
    Adapun *at-tafaul* maka diperbolehkan di dalam agama kita Islam. 
    Tafaul artinya berbaik sangka kepada Allah Subhanahuwata'ala karena mendengar sesuatu. Dahulu Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam sering bertafaul, seperti ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah. Utusan Quroisy saat itu bernama Sahl (bentuk pengecilan dari sahil yg artinya mudah), maka beliaupun berbaik sangka kepada Allah Subhanahuwata'ala bahwa perjanjian ini akan membawa kemudahan dan kebaikan bagi umat Islam. Maka benarlah persangkaan beliau Shallallaahu'alaihiwasallam. Allah Subhanahuwata'ala setelah itu (yaitu setelah perjanjian Hudaibiyah) membuka pintu-pintu kemudahan bagi umat Islam. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  35. Meramal Nasib dengan Bintang.
  36. Bintang adalah mahluk yg menunjukkan kebesaran penciptanya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala telah mengabarkan di dalam Al-Quran bahwa bintang ini memiliki 3 faedah sbb: 
     
    1. Sebagai perhiasan langit. 
    2. Sebagai pelempar syaithan. 
    3. Sebagai petunjuk manusia. 
    Seperti mengetahui arah utara atau selatan, mengetahui arah daerah, mengetahui arah kiblat atau mengetahui kapan datangnya musim menanam, musim hujan, dll. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala tidak menciptakan bintang untuk perkara lain selain 3 hal di atas. 
     
    Seorang salaf Qotadah bin Di'amah as-Sadusi rahimahullah, seorang ulama yg meninggal kurang lebih pada tahun 100H, beliau menjelaskan bahwa, "Barangsiapa yg meyakini bintang memiliki faedah yg lain selain 3 hal di atas maka dia telah bersalah dan berbicara tanpa ilmu". [Ucapan ini dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shohih beliau]. 
     
    Contohnya: 
    Adalah meyakini terbit dan tenggelamnya bintang atau berkumpul dan berpisahnya beberapa bintang berpengaruh kepada keberuntungan seseorang dimasa yg akan datang. Baik dalam masalah rejeki, jodoh, dll. 
     
    Sebagaimana kolom yg ditemukan dalam beberapa koran dan juga majalah. Membaca dan mempercayai hal seperti itu adalah perbuatan haram dan termasuk dosa besar. Sebagian ulama mengatakan hukumnya sama seperti orang yg mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya. Ancamannya tidak diterima sholatnya selama 40hari. 
     
    Hendaknya kita semua takut kepada Allah. Dan jangan sekali-kali mencoba membaca kolom-kolom tersebut dan jangan juga memasukkannya di dalam rumah kita. Kita tutup segala pintu yg bisa merusak akidah kita dan keluarga kita. Karena akidah merupakan modal kita memasuki Surga Allah Subhanahuwata'ala dengan selamat. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  37. Bersumpah dengan selain Nama Allah.
  38. Sumpah adalah menguatkan perkataan dengan menyebutkan sesuatu yg diagungkan baik oleh yg berbicara maupun yg diajak berbicara. 
     
    Kalau bahasa Arab maka menggunakan huruf وَ atau بَ atau تَ. 
    Adapun bahasa Indonesia maka menggunakan kata *demi*. 
     
    Bersumpah hanya diperbolehkan dengan nama Allah semata. 
    Misalnya dengan mengatakan: وَاللّٰهِ, Demi Robb yg menciptakan Langit dan Bumi. Demi Zat yg jiwaku berada di tanganNya, dll. 
     
    Adapun mahluk, bagaimanapun agungnya dimata manusia, maka tidak boleh kita bersumpah dengan namanya. 
    Misalnya: demi Rasulullah, demi Ka'bah, demi Jibril, demi Langit dan Bumi, demi Bulan dan Bintang, dll. Ini semua termasuk jenis pengagungan terhadap mahluk yg terlarang. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Barangsiapa yg bersumpah dengan selain nama Allah maka sungguh dia telah berbuat syirik." [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dan dishohihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]. 
     
    Syirik dalam hadits ini pada asalnya adalah syirik kecil yg tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Namun bisa sampai kepada syirik besar apabila dia mengucapkan sumpah dengan mahluk disertai pengagungan seperti dia mengagungkan Allah. Seperti sumpah yg dilakukan oleh orang-orang musyrik dengan mengatakan, demi Wisnu, atau demi Dewa Fulan, demi Latta, dll. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  39. Riya.
  40. Riya adalah seseorang mengamalkan sebuah ibadah bukan karena ingin pahala Allah Subhanahuwata'ala, akan tetapi ingin dilihat oleh manusia dan dipuji. 
     
    Riya hukumnya haram. Dan termasuk syirik kecil yg samar yg tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. 
     
    Riya adalah diantara sebab tidak diterimanya amal ibadah seseorang, bagaimana pun besar amalan tersebut. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasallam bersabda: 
    _"Allah Subhanahuwata'ala berfirman: Aku adalah Zat yg paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yg mengamalkan sebuah amalan, dia menyekutukan Aku bersama yg lain di dalam amalan tersebut maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya." [HR. Muslim]_ 
     
    Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik yg kecil tidak diampuni oleh Allah Subhanahuwata'ala. Artinya dia harus diazab supaya bersih dari dosa riya tersebut. 
     
    Berbeda dengan dosa besar yg ada di bawah kehendak Allah, yg kalau Allah menghendaki maka diampuni langsung, dan kalau Allah menghendaki maka akan diazab terlebih dahulu. Mereka berdalil dengan keumuman ayat: 
    {إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ } [النساء : 48] 
     
    Artinya: 
    _"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yg lain bagi siapa yg dikehendaki." [QS. An-Nisaa':48]_ 
     
    Tahukah kita, siapa orang yg pertama kali nanti akan dinyalakan api Neraka dengan mereka? Mereka bukanlah preman-preman di jalan atau pembunuh yg kejam, tetapi mereka justru adalah orang-orang yg beramal sholeh. 
     
    Mereka adalah orang yg mengajarkan Al-Quran supaya dikatakan sebagai seorang Qori yaitu orang yg suka membaca Al-Quran atau seorang yg mahir membaca Al-Quran. 
     
    Dan juga orang yg berinfaq, supaya dikatakan dermawan. 
     
    Dan berjihad supaya dikatakan pemberani. 
     
    Mereka beramal bukan karena Allah sebagaimana hal ini dikabarkan oleh Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam di dalam hadits yg shohih yg diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. 
     
    Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian, ikhlaslah di dalam beramal. Dan ikhlas adalah barang yg sangat berharga. 
     
    Para salaf kita pun merasa atau merasakan beratnya memperbaiki hati mereka. Hanya kepada Allah kita meminta keikhlasan di dalam beramal. Menjauhkan kita dari riya, sum'ah dan ujub dan berbagai penyakit hati. 
     
    Dan marilah kita biasakan utk menyembunyikan amal kita kecuali kalau memang ada maslahat yg lebih kuat. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  41. Cinta Kepada Allah.
  42. Mencintai Allah merupakan ibadah yg agung. Cinta yg merupakan ibadah ini, mengharuskan seorang muslim merendahkan dirinya dihadapan Allah, mengagungkan Allah, dan akhirnya akan membawa seseorang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi apa yg Allah larang. Inilah cinta yg merupakan ibadah. Barangsiapa yg menyerahkan cinta seperti ini kepada selain Allah maka ia telah berbuat syirik besar. 
     
    Allah berfirman: 
     {وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ...ِ} [البقرة : 165] Artinya: 
    _"Dan diantara manusia ada orang-orang yg menjadikan selain Allah sebagai sekutu-sekutu Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yg beriman maka cinta mereka kepada Allah jauh lebih besar." [QS. Al-Baqarah:165]_ 
     
    Adapun cinta yg merupakan tabiat manusia, seperti cinta keluarga, harta, pekerjaan, dll, maka hal ini diperbolehkan selama tidak melebihi cinta kita kepada Allah. Apabila seseorang mencintai perkara-perkara tersebut melebihi cintanya kepada Allah maka ia telah melakukan dosa besar. 
     
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ} [التوبة : 24] 
     
    Artinya: 
    _"Katakanlah jika bapak-bapak kalian dan anak-anak kalian dan saudara-saudara kalian dan istri-istri kalian dan kaum keluarga kalian dan harta kekayaan yg kalian usahakan dan perniagaan yg kalian khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yg kalian sukai, itu semua lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya dan juga berjihad di jalan Allah maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yg fasik." [QS. At-Taubah:24]_ 
     
    Ketika terjadi pertentangan antara dua kecintaan maka akan nampak siapa yg akan lebih dia cintai, dan akan nampak siapa cintanya benar, dan akan nampak siapa cintanya hanya sebatas ucapan saja. 
     
    Dan diantara cara memupuk rasa cinta kita kepada Allah Subhanahuwata'ala adalah dengan mentadaburi atau memperhatikan ayat-ayat Al-Quran dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, demikian pula mengingat-ingat berbagai kenikmatan yg Allah diberikan. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  43. Takut Kepada Allah.
  44. Diantara keyakinan seorang muslim bahwa manfaat dan mudhorot adalah di tangan Allah semata. Seorang muslim tidak takut kecuali kepada Allah. Dan tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah. 
     
    _"Takut kepada Allah yg dibenarkan adalah takut yg membawa pelakunya kepada merendahkan diri dihadapan Allah dan mengagungkanNya dan membawanya utk menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintahNya. Bukan takut yg berlebihan yg membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allah. Dan juga bukan takut yg terlalu tipis yg tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah."_ 
     
    Takut seperti ini adalah ibadah. Tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan takut seperti ini kepada selain Allah. Barangsiapa menyerahkannya kepada selain Allah maka dia telah terjerumus ke dalam syirik besar yg dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. 
    Misalnya, orang yg takut mudhorot wali fulan yg sudah meninggal kemudian takut tersebut menjadikan dia merendahkan diri di hadapan kuburannya dan kemudian mengagungkannya. 
     
    Hendaknya seorang muslim meneladani Nabi Ibrahim Alaihissalam ketika beliau berkata: 
     {...وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَن يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا...َ} [الأنعام : 80] 
     
    Artinya: 
    "Dan aku tidak takut dengan sesembahan kalian, mereka tidak memudhorotiku kecuali apabila Robbku menghendaki." [QS. Al-An'aam:80]. 
     
    Diantara takut yg diharamkan adalah takutnya seseorang kepada mahluk melebihi takutnya kepada Allah. Sehingga takut tersebut membuat dia meninggalkan perintah Allah atau melanggar larangan Allah. Seperti orang yg meninggalkan jihad yg wajib atasnya karena takut kepada orang-orang kafir atau tidak melarang kemungkaran karena takut celaan manusia padahal dia mampu. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ} [آل عمران : 175] 
     
    Artinya: 
    "Sesungguhnya itu hanyalah syaithan yg menakut-nakuti kalian dengan wali-walinya. Karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka tetapi takutlah kalian kepadaKu jika kalian benar-benar orang-orang yg beriman." [QS. Ali-'Imroon:175]. 
     
    Diantara cara menghilangkan rasa takut kepada mahluk yg diharamkan adalah berlindung kepada Allah Subhanahuwata'ala dari bisikan syaithan dan mengingat sabda Nabi Shallallaahu'alaihiwasallam: 
     
    Artinya: 
    "Ketahuilah, bahwa seandainya umat semuanya berkumpul utk memberi manfaat kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberikan manfaat kecuali dengan apa yg sudah Allah tulis, dan seandainya mereka berkumpul utk memberi mudhorot kepadamu niscaya mereka tidak bisa memberi mudhorot kecuali dengan apa yg sudah Allah tulis." [HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah]. 
     
    Diperbolehkan takut yg merupakan tabiat manusia, seperti takut kepada panasnya api, takut kepada binatang buas. Dan takut seperti ini bukanlah takut yg merupakan ibadah dan juga bukan takut yg membawa seseorang meninggalkan perintah atau melanggar larangan Allah Subhanahuwata'ala. Ini adalah takut yg tabiat yg para Nabi pun tidak terlepas darinya. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  45. Taat Ulama di dalam Kebenaran.
  46. Ulama adalah orang-orang yg memiliki ilmu tentang Allah Subhanahuwata'ala dan juga agamaNya. Yaitu ilmu yg membawa dirinya utk bertakwa kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Para ulama adalah pewaris para Nabi dan kedudukan mereka di dalam agama Islam adalah sangat tinggi. Allah Subhanahuwata'ala telah mengangkat derajat para ulama dan memerintahkan kita utk taat kepada mereka selama mereka menyeruh dan mengajak kepada kebenaran dan juga kebaikan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ...} [النساء : 59] 
     
    Artinya: 
    _"Wahai orang-orang yg beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan ulil amri kalian." [QS. An-Nisaa:59]_ 
     
    Ulil Amri di sini mencakup ulama dan juga umaro' atau pemerintah. 
     
    Menghormati ulama bukan berarti menaati mereka di dalam segala hal sampai kepada kemaksiatan. 
     
    Ulama seperti manusia yg lain. Ijtihad mereka terkadang salah dan terkadang benar. Kalau benar mereka mendapatkan dua pahala, kalau salah mereka mendapatkan satu pahala. 
     
    Apabila telah jelas kebenaran bagi seorang muslim dan jelas bahwasanya seorang ulama menyelisihi kebenaran tsb dalam sebuah permasalahan maka tidak boleh seseorang menaati ulama tersebut dan kemudian dia meninggalkan kebenaran. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda: 
     "Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah. Sesungguhnya ketaatan hanya di dalam kebenaran." [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Apabila seseorang menaati ulama di dalam kemaksiatan kepada Allah Subhanahuwata'ala maka dia telah menjadikan ulama tsb sebagai pembuat syariat dan bukan penyampai syariat. 
     
    Ini seperti yg dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaimana disebutkan oleh Allah di dalam firmanNya: 
      {اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ...} [التوبة : 31] 
     
    Artinya: 
     "Mereka (yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani) menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah." [QS. At-Taubah:31]_ 
     
    Ketika menjelaskan ayat ini, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda: 
    "Ketahuilah bahwa mereka bukan beribadah kepada para ulama dan ahli ibadah tsb akan tetapi mereka apabila menghalalkan apa yg Allah haramkan maka mereka pun ikut menghalalkan dan apabila ulama dan ahli ibadah tersebut mengharamkan apa yg Allah halalkan maka mereka pun ikut mengharamkan." [HR. At-Tirmidzi dari'Adi bin Hatim yg dihasankan oleh syaikh Al-Albani]. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  47. Menyandarkan Nikmat kepada Allah Subhanahuwata'ala.
  48. Termasuk keyakinan yg harus diyakini dan diingat oleh setiap muslim bahwa kenikmatan dengan segala jenisnya adalah dari Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ َ} [النحل : 53] 
     
    Artinya: 
    _"Kenikmatan apa saja yg kalian dapatkan maka asalnya dari Allah." [QS: An-Nahl:53]_ 
     
    Adalah termasuk sirik kecil apabila seseorang mendapatkan sebuah kenikmatan dari Allah Subhanahuwata'ala kemudian menyandarkan kenikmatan tsb kepada selain Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Misalnya: 
    _Seperti ungkapan, kalau pilot tidak mahir niscaya kita sudah celaka atau kalau tidak ada Angsa niscaya uang kita sudah dicuri atau kalau bukan karena dokter niscaya saya tidak sembuh atau lainnya._ 
     
    Ini semua contoh bentuk menyandarkan kenikmatan kepada sebab. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا...َ} [النحل : 83] 
     
    Artinya: 
    _"Mereka mengenal nikmat Allah kemudian mereka mengingkarinya..." [QS. An-Nahl:83]_ 
     
    Seharusnya kenikmatan tsb disandarkan kepada Allah Subhanahuwata'ala sebagai Zat yg menciptakan sebab. 
     
    Yg seharusnya dikatakan adalah: 
    _kalau bukan karena Allah niscaya kita sudah celaka atau kalau bukan karena Allah niscaya uang kita sudah hilang atau kalau bukan karena Allah niscaya saya tidak akan sembuh atau lainnya._ 
     
    Yg demikian karena Allah lah yg memberikan nikmat keselamatan, nikmat keamanan, nikmat kesembuhan dan sebagainya. Sedangkan mahluk hanyalah sebagai alat sampainya kenikmatan tersebut kepada kita. Kalau Allah Subhanahuwata'ala menghendaki niscaya Allah tidak akan menggerakkan mahluk-mahluk tersebut utk menolong kita. 
     
    Ini semua bukan berarti seorang muslim tidak boleh berterima kasih kepada orang lain. Seorang muslim diperintah utk mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada seseorang yg berbuat baik kepadanya, karena mereka telah menjadi sebab kenikmatan tsb. Bahkan diperintahkan pula utk membalas kebaikan tsb dengan kebaikan atau dgn doa yg baik. 
     
    Namun ujian dan penyandaran kebaikan hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala semata. 
     
    Wallahu'alam. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  49. Ridho dengan Hukum Allah.
  50. Allah Subhanahuwata'ala sebagai pencipta manusia sangat menyayangi ciptaanNya. Dialah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim. 
     
    Diantara bentuk kasih sayang Allah adalah menurunkan syariat supaya manusia mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari kesusahan di dunia maupun di akhirat. 
     
    Dialah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. 
     
    HukumNya penuh dengan keadilan, hikmah dan juga kebaikan. Meskipun kadang samar atas sebagian manusia. 
     
    Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi seorang muslim dan muslimah utk ridho dengan hukum Allah dan yakin bahwasanya kebaikan semuanya di dalam hukum Allah. Di dalam segala bidang kehidupan, akidah, ahlak, adab, muamalah, ekonomi, kenegaraan, dll. 
     
    MengEsakan Allah Subhanahuwata'ala di dalam hukum-hukumNya adalah termasuk konsekwensi tauhid. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا} [الأحزاب : 36] 
     
    Artinya: 
    "Dan tidaklah pantas bagi seorang laki-laki yg mukmin dan wanita yg mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yg lain di dalam urusan mereka. Dan barangsiapa yg mendurhakai Allah dan RasulNya maka sunguh ia telah sesat dengan kesesatan yg nyata." [QS. Al-Ahzaab:36]_ 
     
    Saudaraku. Alhamdulillah. Dengan ijin Allah Subhanahuwata'ala dan karuniaNya, sampailah kita pada bagian yg terakhir dari silsilah yg pertama ini yaitu haloqoh yg ke-25. 
     
    Dengan berakhirnya silsilah pertama ini, bukan berarti kita sudah merasa cukup memahami ilmu tauhid. 
     
    Apa yg disampaikan dalam silsilah pertama ini baru sebagian kecil dari ilmu tauhid itu sendiri. 
     
    Belajar tauhid dan mengamalkannya tidak akan berhenti sampai ajal menjemput kita. 
     
    Ikutilah majelis-majelis ilmu yg membahas tentang tauhid ini. 
     
    Bacalah buku-buku yg berkaitan dgn tauhid yg telah ditulis oleh para ulama yg terpercaya. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala merahmati kita semua, menghidupkan dan mematikan kita di atas tauhid. 
     
    Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 
    DR. Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.

 
 
Beriman Kepada Hari Akhir
 
 
 

  1. Makna dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir.
  2. Hari akhir dinamakan demikian karena tidak ada hari setelahnya. Tidak ada lagi hari yg kita kenal yg dimulai terbitnya Matahari dan diakhiri dgn tenggelamnya. 
     
    Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yg berkaitan dengan hari akhir tsb, mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat atau azab kubur, tanda2 hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia, perhitungan dan penimbangan amal dan seterusnya sampai masuknya manusia ke dalam Surga atau Neraka. 
     
    Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman yg tidak sah iman seseorang bila tidak beriman dengannya. Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {...وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا} [النساء : 136] 
     
    Artinya: 
    Dan barangsiapa kufur kepada Allah dan malaikat-malaikatNya dan kitab-kitabNya dan rosul-rosulNya dan hari akhir maka sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yg jauh. [QS. An-Nisaa':136]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda ketika ditanya tentang apa itu iman:
     ...فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَان ِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ 
     
    Artinya: 
    Engkau beriman kepada Allah dan kepada Malaikat-Malaikat Nya dan Kitab-Kitab Nya dan Rasul-Rasul Nya dan hari Kiamat dan engkau beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk. [HR. Muslim]. 
     
    Tidak ada yg mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat kecuali Allah Subhanahuwata'ala. 
     {يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [الأعراف : 187] 
     
    Artinya: 
    Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat kapan terjadinya, katakanlah sesungguhnya ilmunya disisi Robbku, tidak mengetahui waktunya kecuali Dia. [QS. Al-A'roof:187]. 
     
    Malaikat Jibril Alaihissalam pernah menjelma sebagai seorang laki-laki dan datang kepada Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam dan bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi? Maka Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam menjawab, "tidaklah yg ditanya lebih mengetahui daripada yg bertanya". [HR. Muslim]. 
     
    Apabila malaikat Jibril yg paling dekat dengan Allah Subhanahuwata'ala dan Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam Nabi yg paling dekat dengan Allah Subhanahuwata'ala, tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat maka bagaimana selain keduanya bisa mengetahui. 
     
    Yg lebih penting daripada itu bagi hamba Allah yg berakal adalah mempersiapkan bekal yg cukup utk menghadapi hari itu. 
     
    Wabillahi taufiq wal hidayah. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Madinah An-Nabawiyah. 
    Saudaramu Abdullah Roy.
  3. Bekal Perjalanan Menuju Negeri Akhirat.
  4. Perjalanan ke negeri akhirat adalah perjalanan yg sangat panjang. Seorang hamba membutuhkan bekal yg cukup agar sampai ke dalam Surga Allah Subhanahuwata'ala dengan selamat. Bekal tsb adalah takwa kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {...وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ } [البقرة : 197] 
     
    Artinya: 
    Dan hendaklah kalian berbekal, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. [QS. Al-Baqarah: 197]. 
     
    Bertakwa kepada Allah adalah melaksanakan perintah Allah berdasarkan dalil yg shohih dengan niat mengharap pahala dari Allah Subhanahuwata'ala dan menjauhi kemaksiatan kepada Allah berdasarkan dalil yg shohih karena takut dengan azab Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Orang yg berbahagia kelak adalah orang yg bersabar di dunia ini dan istiqomah utk mengumpulkan bekal yg cukup bagi perjalanan yg sangat panjang tsb. Merekalah orang-orang yg tidak takut dengan apa yg akan mereka hadapi dan mereka tidak akan bersedih dgn apa yg telah mereka tinggalkan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ} [الأحقاف : 13] 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya orang-orang yg mengatakan Robb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah maka tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih. [QS. Al-Ahqoof:13]. 
     
    Dan orang yg celaka di akhirat adalah orang yg mengikuti hawa nafsunya selama di dunia dan dia lalai dengan hari pembalasan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا} [الانسان : 27] 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan hari yg berat yg ada di belakang mereka. [QS. Al-Insaan:27]. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yg bertakwa. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy.
  5. Menjalankan Perintah Allah Bekal Menuju Akhirat.
  6. Perintah Allah Subhanahuwata'ala apabila dijalankan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam maka akan menjadi hasanah atau pahala dan bekal menuju akhirat bagi seorang hamba. 
     
    Perintah yang paling dicintai oleh Allah Subhanahuwata'ala adalah apa yg Allah wajibkan. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Allah Subhanahuwata'ala berkata: "Dan tidaklah hambaKu bertaqorrub kepadaKu dengan sesuatu yg lebih Aku cintai daripada apa yg sudah Aku wajibkan atasnya. [HR. Al-Bukhari]. 
     
    Oleh karena itu seorang muslim hendaknya memperhatikan kewajiban-kewajiban yg telah Allah wajibkan atasnya. Dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya. 
     
    Kewajiban di sini ada yg berkaitan dengan hak Allah. Seperti tauhid, sholat lima waktu, puasa Romadhon, haji bagi yg wajib, dll. Dan juga ada yg berkaitan dengan hak makhluk. Seperti kewajiban menafkahi orang yg menjadi tanggungan, berbakti kepada kedua orangtua, dll. Kemudian apabila seorang hamba memiliki waktu dan kemampuan maka hendaknya dia menambah bekal dengan berbagai amal sholeh yg mustahaf atau di sunnahkan. Seperti sholat-sholat sunnah, puasa-puasa sunnah, sedekah sunnah, membaca Alquran, dll. Memilih di antara amalan tersebut yg bisa dia kerjakan dengan baik dan bisa dikerjakan terus menerus. Di antara amalan yg besar pahalanya adalah menuntut ilmu agama, zikrullah, berjihad di jalan Allah Subhanahuwata'ala, berahlak yg baik, berdakwah di jalan Allah, dll. 
     
    Orang yg sibuk dgn sesuatu yg menjadi kewajibannya sehingga tidak bisa mengerjakan sesuatu yg mustahaf atau sunnah maka dia mendapatkan udzur. 
     
    Adapun orang yg sibuk dgn seauatu yg mustahaf kemudian dia lalai dgn kewajibannya dia maka orang tersebut adalah orang yg tertipu. Mintalah kepada Allah Subhanahuwata'ala pertolongan di dalam beramal dan mintalah padaNya agar amal tersebut diterima. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memasukkan kita ke dalam SurgaNya dgn sebab amal kita yg sedikit dan penuh kekurangan ini dan rahmat serta kasih Allah Subhanahuwata'ala lebih kita harapkan daripada amalan kita. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy.
  7. Meninggalkan Kemaksiatan Merupakan Bekal Menuju Akhirat.
  8. Meninggalkan kemaksiatan apabila dilakukan karena takut kepada Allah berdasarkan dalil yang shahih maka ini akan menjadi pahala bagi seorang hamba. 
     
    Sebaliknya kemaksiatan apabila dilakukan seorang hamba maka itu akan menjadi sayyiyah dosa yang membahayakan keselamatan dia di akhirat kelak. 
     
    Dosa bertingkat-tingkat dan dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang mengekalkan pelakunya di dalam Neraka apabila diamati dan tidak bertobat dari dosa tersebut. 
     
    1. Kufur besar atau kekafiran. 
    Yaitu menentang apa yang dibawa oleh seorang utusan Allah Subhanahu wa ta'ala seperti: 
    - menentang tauhid. 
    - mendustakan kenabian seorang Rasulullah. 
    - mengingkari syariat yang beliau padahal dia mengetahui bahwasanya itu adalah syariatnya atau mengejek dan mengolok-olok Allah Rasul-nya dan juga ayat-ayatnya dan lain-lain. 
     
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
     وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ 
     
    Artinya: 
    Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat kami merekalah penghuni Neraka mereka kekal di dalamnya [QS.Al-Baqarah:39]. 
     
    2. Syirik Besar. 
    Syirik ini lebih khusus daripada kekufuran. 
    Setiap Syirik adalah kekufuran dan tidak setiap kekufuran adalah Syirik. 
     
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 
     اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوٰىهُ النَّارُ ۗوَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka sungguh Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengharamkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah Neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang berbuat dzolim. [QS.Al-Maidah:72]. 
     
    3. Nifak Besar. 
    Yaitu menyembunyikan kekufuran di dalam hati dan menampakkan keimanan dengan lisan dan perbuatan. 
     
    Orang munafik termasuk orang kafir, bahkan lebih besar dosanya daripada orang kafir yang menampakkan kekafirannya, dan di akhirat adzab mereka lebih dahsyat. 
     
    Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
     اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya orang-orang munafik berada di lapisan paling bawah dari Neraka dan engkau tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka. [QS.An-Nisaa:145]. 
     
    Alhamdulillah yang telah memberikan kita petunjuk kepada Islam kalau bukan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala niscaya kita tidak mendapatkan petunjuk. 
     
    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kita ketetapan hati di atas agama Islam ini sampai kita bertemu dengannya. 
     
    Itulah yang bisa kita sampaikan. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  9. Kehilangan Materi 5.
  10. Mohon maaf saudara, kita kehilangan materi 5. 
    Semoga Allah mudahkan untuk mencatatnya lain waktu. 
    Aamiin.
  11. Tentang Penghapus Dosa.
  12. Setiap anak Adam pasti memiliki dosa. 
    Setiap muslim harus mengetahui perkara-perkara bisa menghapus dosa tersebut supaya dia keluar dari dunia ini dalam keadaan sebersih mungkin dari dosa. 
     
    4 perkara yang apabila diamalkan bisa menghapus dosa seseorang: 
     
    1.Taubat yang Nasuha. 
    Allah berfirman:
     يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ 
     
    Artinya: 
    Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang nasuha. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus dosa-dosa kalian [QS. At-Tahrim:8]. 
     
    Tobat yang Nasuha adalah tobat yang terpenuhi 3 syarat:
    - Penyesalan yang mendalam. 
    - Meninggalkan kemaksiatan tersebut dan bertekad kuat untuk tidak melakukannya di masa yang akan datang. 
    - Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak orang lain hendaklah segera menunaikan hal tersebut dan segera minta dihalalkan. 
    Apabila berupa harta maka segera kembalikan hartanya, apabila berupa kehormatan hendaklah segera meminta maaf. 
     
    2.Memperbanyak memohon Maghfirah dari Allah subhanahu wa ta'ala. 
    Dan makna memohon Maghfirah yang pertama adalah memohon supaya ditutupi dosanya dari manusia kemudian memohon supaya dosa-dosa tersebut dihapus oleh Allah subhanahu wa ta'ala sehingga tidak di adzab dengan dosa yang sudah dilakukan. 
     
    Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
     وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً 
     
    Artinya: 
    Demi Allah, Aku beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan bertaubat kepada Nya di dalam sehari lebih dari 70 kali. [HR. Bukhari]. 
     
    3. Beramal Sholeh Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
     اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya kebaikan kebaikan itu akan menghilangkan kejelekan-kejelekan. [QS. Hud: 114]. 
     
    4. Bersabar Ketika Tertimpa Musibah. 
     
    Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 
     
    Artinya: 
    Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa seorang muslim kecuali Allah Subhanahuwata'ala akan menghapus dengan musibah tersebut dosanya sampai apabila dia terkena duri. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Oleh karena itu janganlah seorang muslim berputus asa bagaimanapun besar dosa yang dia lakukan. Perbaikilah amal di sisa umur yang ada. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala Al-Ghofurrurrohiim mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita yang lalu. 
     
    Itulah yang bisa kita sampaikan. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy Di kota Al-Madinah
  13. Tentang Kematian.
  14. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 
    Alhamdulillaah. Washolatu wasalamu 'ala rasulillaah. 
     
    Kematian adalah keluarnya nyawa seseorang dari jasadnya. 
    Kematian adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalannya. 
     
    Dia adalah sunnatullah bagi setiap jiwa bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut. 
     
    Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
     كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ 
     
    Artinya: 
    Setiap jiawa akan merasakan kematian. [QS. Ali-Imraan: 185]. 
     
    Seseorang tidak mengetahui kapan dan di mana dia akan meninggal dan apabila datang maka kematian tersebut tidak bisa diundurkan. 
     
    Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. 
     
    Diharapkan dengan mengingat mati, seseorang lebih khusyuk di dalam beribadah, bersegera bertaubat dan tidak lalai dengan kenikmatan dunia yang fana ini.
     
    Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
     أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ 
     
    Artinya: 
    Hendaklah kalian memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan. 
    [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah berkata Syekh Albani berkata Hasan Shahih]. 
     
    Harapan setiap muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khotimah yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allah caranya adalah dengan berdoa dan menjaga ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala selama hidupnya. 
     
    Di dalam sebuah hadis yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menggambarkan bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala apabila menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka akan diberikan taufik untuk beramal saleh sebelum dia meninggal dunia. 
     
    Dan di antara amal saleh tersebut adalah mengucapkan Lailahaillallah. 
     
    Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
     مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ 
     
    Artinya: 
    Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah Lailahaillallah maka dia akan masuk ke dalam Surga. 
    [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud rahimahullah]. 
     
    Kecanduan melakukan dosa baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan tobat dikhawatirkan akan menjadi sebab Su'ul Khotimah. 
     
    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa. 
     
    Itulah yang bisa kita sampaikan. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy.
  15. Tentang Fitnah Kubur.
  16. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. 
    Alhamdulillaah. Washolatu wasalamu 'ala rasulillaah. 
     
    Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya fitnah kubur. 
     
    Fitnah secara bahasa adalah ujian. 
     
    Fitnah Kubur adalah 3 pertanyaan yang diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir dan mayit baik seorang mukmin, kafir maupun munafik. 
     
    Ditanya tentang siapa Robbnya? Siapa Nabinya? dan Apa agamanya? 
     
    Suatu hari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menguburkan mayat bersama para sahabat dan beliau berkata kepada mereka:
     اسْتَغْفِرُوا ؛ لِأَخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ 
     
    Artinya: 
    Hendaklah kalian memohon ampun untuk saudara kalian dan mintalah untuknya ketetapan hati, sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya. [Hadis Shahih riwayat Abu Dawud]. 
     
    Yang akan menjawab pertanyaan dengan baik adalah orang yang Allah tetapkan hatinya. Ia dahulu di dunia mengenal Allah, mengenal Rasulnya dan juga mengenal agama Islam. 
     
    Kewajiban seorang muslim adalah bersungguh-sungguh mempersiapan jawaban yang benar untuk menghadapi ujian yang soal-soalnya sudah dibocorkan ini. 
     
    Penjelasan tentang mengenal Allah, mengenal Rasulnya dan juga mengenal agama Islam telah kita sebutkan di dalam silsilah ilmiah nomor 2 3 dan juga 4. 
     
    Ada beberapa orang yang mereka kelak tidak akan menghadapi fitnah kubur. 
     
    1. Diantaranya adalah para syuhada yaitu orang-orang yang meninggal di dalam peperangan di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 
     
    Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: 
    Yaa Rasulullah mengapa orang-orang yang beriman diuji di dalam kuburan mereka kecuali orang yang syahid? 
    Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjawab, cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian. 
    [Hadis Shahih riwayat An-Nasa'i]. 
     
    2. Di antara mereka adalah orang yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat. 
     
    Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda:
     مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ 
     
    Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menjaganya dari fitnah kubur. [Hadits Hasan riwayat Tirmidzi]. 
     
    Kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menetapkan hati kita dan orang-orang yang kita cintai di dalam menghadapi fitnah kubur ini. 
     
    Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  17. Kehilangan Materi 9 s/d 13.
  18. Mohon maaf saudara, kita kehilangan materi 9 s/d 13. 
    Semoga Allah mudahkan untuk mencatatnya lain waktu. 
    Aamiin.
  19. Tanda-Tanda Besar Dekatnya Hari Kiamat.
  20. Tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat adalah *sepuluh tanda* menjelang datangnya hari kiamat. Yg apabila sudah muncul sepuluh tanda tsb maka akan terjadilah hari kiamat. 
     
    Tanda-tanda kiamat tersebut, apabila muncul satu maka akan segera diikuti dengan yg lain. 
     
    Suatu saat Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam melihat para sahabat saling berbicara. 
     
    Maka beliau bertanya, "apa yg kalian bicarakan?" 
     
    Mereka pun menjawab, "kami sedang mengingat hari kiamat". 
     
    Kemudian beliau Shallallaahu'alaihiwasalam berkata, "sesungguhnya tidak akan bangkit hari kiamat tersebut sampai kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda-tanda". 
     
    Kemudian beliau Shallallaahu'alaihiwasalam menyebutkan sepuluh tanda tsb: 
     
    1. Asap. 
    2. Dajjal. 
    3. Daaabbah, seekor hewan melata. 
    4. Terbitnya matahari dari barat. 
    5. Turunnya Nabi 'Isa ibnu Maryam. 
    6. Ya'juj dan Ma'juj. 
    7. Khost atau terbenamnya sebagian tanah di Timur. 
    8. Khost di Barat. 
    9. Khost di jazirah Arab. 
    10. Api yg keluar dari Yaman yg menggiring manusia ke padang pengumpulan. [HR. Muslim]. 
     
    Atau yg tersebut dalam hadits di atas bukanlah berurutan dan insya Allah akan kita pelajari satu persatu dari tanda-tanda tersebut pada halaqoh-halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Madinah.
  21. Dajjal [Bagian 01].
  22. Dajjal yg secara bahasa adalah pendusta paling besar. 
    Anak keturunan Nabi Adam Alaihissalam yg diakhir zaman, Allah Subhanahuwata'ala akan menjadikannya sebagai fitnah terbesar dalam sejarah manusia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ 
     
    "Tidak ada fitnah antara penciptaan Adam sampai hari kiamat yg lebih besar daripada fitnah Dajjal". [HR. Muslim]. 
     
    Sebelum keluarnya Dajjal, Bumi dalam keadaan kemarau yg sangat panjang. Manusia sangat membutuhkan air dan juga makanan. Dajjal muncul dan mengaku sebagai Tuhan Robbul'alamin. Allah Subhanahuwata'ala memberikan dia kemampuan utk bergerak cepat, menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Dia membawa sesuatu yg menyerupai Surga dan Neraka. Sehingga orang-orang yg tidak mengenal Allah Subhanahuwata'ala seperti orang-orang kafir, musrik dan munafik, mereka pun mengikuti Dajjal, di antaranya adalah 70.000 orang Yahudi Asfahan. [HR. Muslim]. 
     
    Dan Asfahan adalah nama sebuah daerah. 
     
    Sampai ada seseorang yg awalnya menyangka dirinya beriman, setelah melihat perkara yg luar biasa pada diri Dajjal, akhirnya dia mengikuti Dajjal tersebut. [Hadits shohih riwayat Abu Dawud]. 
     
    Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya fitnah Dajjal ini. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Sesungguhnya aku akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Dan tidaklah seorang Nabi kecuali dia telah memperingatkan kaumnya dari Dajjal. Demikian pula Nuh Alaihissalam. [HR. Bukhori]. 
     
    Dajjal sekarang ada di sebuah pulau. Tamim Ad-Daary seorang sahabat Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam saat masih beragama Nasrani, dia dan beberapa orang temannya pernah terdampar di pulau tersebut. Mereka melihat Dajjal dalam keadaan terikat kuat dengan Dajjal bahkan sempat terjadi dialog antara mereka dengan Dajjal. Kemudian Tamim mengabarkan pertemuan dan dialog ini kepada Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam setelah masuk Islam dan dibenarkan oleh Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam. [HR. Muslim]. 
     
    Wasalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam.
  23. Dajjal [Bagian 02].
  24. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam sebagai seorang Nabi yg menginginkan keselamatan bagi umatnya, telah menyebutkan di dalam hadits-hadits yg shohih tentang ciri-ciri Dajjal. 
     
    Di antaranya adalah: 
     
    1. Bahwasannya Dajjal adalah orang gemuk badannya. 
    2. Kulitnya berwarna merah. 
    3. Rambutnya keriting. 
    4. Mata kanannya buta. Mata kirinya seperti anggur. Dan tertulis di antara kedua matanya tiga huruf ك ف ر. 
    Dalam riwayat lain disebutkan kafir. Semua orang yg beriman bisa membaca baik buta huruf maupun yg tidak buta huruf. 
     
    Ciri-ciri di atas disebutkan dalam hadits-hadits yg diriwayatkan oleh Bukhori dan juga Muslim.
     
    Di dalam shohih muslim disebutkan bahwa Dajjal tidak memiliki anak. Orang yg mengenal Allah Subhanahuwata'ala mengetahui bahwasannya Dajjal bukanlah Robbul'aalamiin. Mereka tahu bahwa Allah tidak dilihat di Dunia dan Allah tidak buta sebelah. 
     
    Adapun kehebatan yg dimiliki oleh Dajjal maka semuanya adalah dengan izin Allah Subhanahuwata'ala utk menguji keimanan para hamba. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda: 
    "Apabila samar bagi kalian Robb kalian maka ketahuilah bahwasannya Robb kalian Tabaroktawata'ala tidaklah buta sebelah matanya. Dan sesunguhnya kalian tidak akan melihat Robb kalian sampai kalian meninggal dunia". [HR. Ahmad dan Abu Dawud dan di shahihkan Syaikh Al-Albani rahimahullah]. 
     
    Dajjal akan tinggal di Bumi selama 40 hari. 
    Satu hari pertama seperti 1 tahun. 
    Satu hari kedua seperti 1 bulan. 
    Satu hari ketiga seperti 1 minggu. 
    Dan hari-hari lain seperti hari biasa. [HR. Muslim]. 
     
    Jadi kurang lebih apabila dihitung dengan hari-hari biasa maka dia tinggal selama 1 tahun 2 1/2 bulan. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Saudaramu Abdullah Roy.
  25. Dajjal [Bagian 03].
  26. Seorang muslim hendaknya mencari jalan keselamatan dari fitnah Dajjal di antaranya: 
     
    1. Berusaha mengenal Allah Subhanahuwata'ala dengan Nama-Nama dan Sifat-SifatNya. Karena orang yg mengikuti Dajjal adalah orang-orang yg tidak mengenal Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    2. Mentaati Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam. Karena Dajjal ketika dikabarkan oleh Tamim Ad-Daari bersama dengan teman-temannya bahwasannya Muhammad telah muncul dan menang dan menjadi orang yg ditaati. Maka Dajjal mengatakan yg artinya, "ketahuilah, bahwasannya mentaatinya (yaitu Muhammad Shallallaahu'alaihiwassalam) adalah lebih baik bagi mereka". [HR. Muslim]. 
     
     3. Memperbanyak membaca doa ketetapan hati. 
     يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ 
    “Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)." 
     
    4. Membaca doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallaahu'alaihiwassalam sebelum salam.
     إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ 
     
    “Jika salah seorang di antara kalian melakukan tasyahud, mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan fitnah Al Masih Ad Dajjal” (HR. Muslim no. 588). 
     
    Sebagian pendahulu kita dahulu menyuruh anak mereka untuk mengulang shalat lagi apabila tidak membaca doa ini ketika sholat. 
     
    5. Berusaha menjauh dari Dajjal apabila mendengar tentang kedatangannya. Karena Dajjal memiliki subhat atau kerancuan yang bisa menggoyahkan iman seseorang. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda yang artinya: 
    "Barangsiapa yg mendengar tentang Dajjal maka hendaklah menjauh darinya. Karena demi Allah sesungguhnya seseorang mendatangi Dajjal dan dia menyangka bahwasannya dia adalah beriman, ternyata dia kemudian mengikuti Dajjal tersebut karena melihat subhat yg dimiliki Dajjal tersebut. [Hadits shohih riwayat Abu Dawud]. 
     
    Di dalam shohih Muslim disebutkan bahwasannya manusia akan pergi ke gunung-gunung untuk menghindari Dajjal. 
     
    6. Apabila mampu maka hendaknya dia pergi ke dua tanah Haram yaitu Makkah atau Madinah. Karena keduanya tidak bisa dimasuki oleh Dajjal. [HR. Bukhori dan Muslim]. 
     
    7. Apabila terpaksa bertemu dgn Dajjal maka hendaklah dia bersabar, tetap di atas kebenaran. Dan tidak mentaati Dajjal tersebut. Dan hendaknya dia membaca 10 ayat yg pertama dari surah Al-Kahfi. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda yg artinya: 
    "Barangsiapa di antara kalian menemui Dajjal maka hendaklah dia membaca awal dari surat Al-Kahfi". [HR. Muslim]. 
     
    Dalam hadits lain beliau Shallallaahu'alaihiwasalam mengatakan: 
    "Barangsiapa yg menghafal 10 ayat yg pertama dari surat Al-Kahfi maka dia akan terjaga dari Dajjal". [HR. Muslim]. 
     
    8. Apabila melihat Dajjal membawa dua sungai yakni sungai dari api dan sungai dari air. Maka petunjuk Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam adalah hendaknya kita memejamkan mata dan menundukkan kepala kemudian kita meminum dari sungai api, karena sebenarnya itu adalah air yg dingin. [HR. Muslim]. 
     
    Dajjal muncul di masa imam Mahdi sebelum turunnya Nabi 'Isa Alaihissalam. Dan akan dibunuh oleh Nabi 'Isa Alaihissalam. 
     
    Kewajiban seorang muslim adalah beriman dengan munculnya Dajjal sebagaimana dikabarkan Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam di dalam hadits-hadits yg shohih. 
     
    Dajjal adalah bukanlah hayalan atau simbol kerusakan semata. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah Dajjal. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  27. Turunnya Nabi 'Isa Alaihissalam [Bagian 01].
  28. Ketika orang-orang Yahudi berusaha membuat makar utk membunuh Nabi 'Isa Alaihissalam maka Allah menyelamatkan beliau dengan mengangkat beliau ke atas kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Turunnya beliau Alaihissalam ke Bumi, Allah jadikan sebagai salah satu tanda besar dekatnya hari Kiamat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ ...ٌ} [الزخرف : 61] 
     
    Artinya: 
    "Dan sesungguhnya itu adalah tanda dekatnya hari Kiamat". [QS. Az-Zukhruf:61]. 
     
    Berkata Abdullah ibnu 'Abbas Rhadhiallaahu'anhuma bahwa maksud dari hal itu adalah turunnya Nabi 'Isa Alaihissalam. [Diriwayatkan oleh At-Thobari dalam Tafsirnya]. 
     
    Beliau Alaihissalam turun disaat kaum muslimin sedang dimasa genting menghadapi dahsyatnya fitnah Dajjal. Turun di waktu Subuh dan sholat dibelakang imam Mahdi yaitu imam kaum muslimin saat itu. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    "Bagaimana kalian jika turun ibnu Maryam turun di tengah-tengah kalian? Dan imam kalian saat itu adalah dari kalian". [HR. Bukhori dan Muslim]. 
     
    Hal yg pertama kali beliau Alaihissalam lakukan adalah membunuh Dajjal yg sedang mengepung sebagian kaum muslimin di Baitul Maqdis. 
     
    Beliau Alaihissalam membunuh dengan tombak kecil beliau setelah Dajjal hampir melarut habis seperti melarutnya garam karena melihat Nabi 'Isa Alaihissalam. 
     
    Kemudian umat Islam pun memerangi orang-orang yg bersama Dajjal di antaranya adalah orang-orang Yahudi sampai batu dan juga pohon-pohonan membantu umat Islam memerangi orang-orang Yahudi. Setiap ada orang Yahudi yg berusaha utk bersembunyi di belakang batu atau pohon maka batu atau pohon tersebut berkata, wahai muslim, ini Yahudi bersembunyi di belakangku maka bunuhlah dia kecuali pohon gorqot. [Hadits shohih yg diriwayatkan imam Muslim]. 
     
    Setelah itu keluarlah Ya'juj dan Ma'juj yg membuat kerusakan besar di muka Bumi. 
     
    Maka Nabi 'Isa Alaihissalam dan juga kaum muslimin berdoa kepada Allah Subhanahuwata'ala supaya Allah Subhanahuwata'ala membinasakan mereka. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Makkah.
  29. Turunnya Nabi 'Isa Alaihissalam [Bagian 02].
  30. Setelah Ya'juj dan Ma'juj binasa, jadilah Nabi 'Isa Alaihissalam seorang pemimpin yg adil yg menegakkan syariat Islam. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    "Demi zat yg jiwaku berada ditanganNya. Hampir-hampir turun 'Isa ibnu Maryam sebagai seorang penguasa yg adil. Maka dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menggugurkan/membatalkan hukum zijyah. Harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun menerima sodaqoh. Sehingga sujud sekali saat itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Beliau Alaihissalam turun beriman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam mengikuti syariat beliau dan bukan menghapus syariat Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwasalam. 
     
    Manusia saat itu dalam keadaan aman tentram dan damai. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam mengabarkan bahwasannya kehidupan saat itu adalah kehidupan yg sangat indah. Langit diijinkan utk menurunkan hujan, bumi diijinkan untuk mengeluarkan tanaman. Bahkan seandainya ada sebuah biji yg jatuh di atas batu yg keras niscaya itu akan tumbuh. Tidak ada saling bakhil, tidak ada saling hasad dan tidak ada saling benci. Sampai seandainya ada seseorang yg melewati seekor singa niscaya singa tersebut tidak akan mengganggunya. Sampai seandainya ada seseorang yg menginjak seekor ular niscaya ular tersebut tidak akan mengganggunya." [Hadits shohih yg diriwayatkan Ad-Dailami]. 
     
    Di dalam shohih Muslim disebutkan bahwasannya beliau Alaihissalam akan melakukan haji dan umrah. 
     
    Dan di dalam hadits yg lain disebutkan bahwasannya beliau Alaihissalam akan tinggal di Bumi selama 40 tahun. 
     
    Kemudian meninggal dan di sholatkan oleh orang Islam. [Hadits shohih diriwayatkan oleh Abu Dawud]. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  31. Ya'juj dan Ma'juj [Bagian 01].
  32. Ya'juj dan Ma'juj adalah nama dua umat manusia keturunan Nabi Adam Alaihissalam. 
     
    Mereka sudah ada di jaman Dzulqornain dan membuat kerusakan di permukaan Bumi. Allah Subhanahuwata'ala dengan rahmatNya telah melindungi manusia dari mereka. Dzulqornain telah membuat dinding raksasa dari besi dan tembaga utk mencegah mereka keluar sampai waktu yg ditentukan oleh Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Di dalam hadits yg shohih yg diriwayatkan ibnu Majah Rahimahullah, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam menyebutkan bahwasannya: 
    "Ya'juj dan Ma'juj menggali setiap hari dan berusaha utk keluar. Ketika hampir mereka melihat sinar matahari, maka sebagian mereka mengatakan, kembalilah kalian besok kita akan menggali kembali dan mereka tidak mengatakan Insya Allah. Maka Allah Subhanahuwata'ala mengembalikan galian mereka seperti sediakala seakan-akan belum mereka gali. Demikian setiap hari. Sampai ketika sudah waktunya mereka keluar, sebagian mereka mengatakan, kembalilah kalian besok Insya Allah kita akan menggali lagi. Maka pada esok harinya mereka mendapatkan galian mereka dan akhirnya mereka pun bisa keluar". 
     
    Suatu hari Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam pernah mengabarkan bahwa di jaman beliau dinding tersebut telah terbuka sedikit seperti lingkaran yg dibentuk ibu jari dengan jari telunjuk. [HR. Bukhori]. 
     
    Kalau sudah mendekat hari kiamat maka dinding tsb akan hancur dan mereka pun akan keluar. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {... ۖ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (98) ۞ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ (99)} 
    [الكهف : 98-99] 
     
    Artinya: 
    "Dzulqornain berkata, apabila datang janji Robbku maka Robbku akan menghancur leburkan dinding tersebut. Maka Kami akan biarkan mereka pada hari itu bercampur antara satu dengan yg lain". [QS. Al-Kahfi: 98-99]. 
     
    Dan mereka akan dengan cepat keluar. 
     
    Sebagaimana firman Allah Subhanahuwata'ala:
     {حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ} 
    [الأنبياء : 96] 
     
     Artinya: 
    "Hingga apabila dibuka Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yg tinggi". [QS. Al-Anbiyaa':96]. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala telah menjadikan keluarnya Ya'juj dan Ma'juj sebagai salah satu tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Madinah.
  33. Ya'juj dan Ma'juj [Bagian 02].
  34. Ya'juj dan Ma'juj keluar setelah binasanya Dajjal. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala mewahyukan kepada Nabi 'Isa Alaihissalam: 
    "Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hambaKu ( Ya'juj dan Ma'juj) yg tidak ada seorang pun yg bisa melawan mereka maka kumpulkanlah hamba-hambaKu (kaum muslimin) ke gunung Thur". [HR. Muslim]. 
     
    Jumlah mereka sangat banyak. Ketika orang-orang yg ada di bagian depan melewati sebuah sungai dan meminumnya maka yg berada di akhir tidak mendapatkan air tersebut dan mengatakan, dahulu di sini ada airnya. [HR. Muslim]. 
     
    Manusia lari dari Ya'juj dan Ma'juj dan bersembunyi di benteng-benteng mereka. 
     
    Setelah banyak melakukan kerusakan di muka Bumi Ya'juj dan Ma'juj berkata, kita telah membunuh penduduk Bumi maka marilah kita membunuh penduduk langit. Mereka pun mengarahkan anak panah mereka ke kangit, lalu Allah mengembalikan anak-anak panah mereka tersebut ke Bumi dalam keadaan berlumuran darah. Mereka pun mengatakan, kita telah mengalahkan penduduk langit. [Hadits shohih riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah]. 
     
    Ya'juj dan Ma'juj mengepung Nabi 'Isa Alaihissalam dan para sahabatnya di gunung Thur. Akhirnya beliau berdoa kepada Allah Subhanahuwata'ala maka Allah menurunkan ulat di leher-leher Ya'juj dan Ma'juj. Meninggallah mereka dalam satu waktu. Kemudian turunlah Nabi 'Isa Alaihissalam dan pengikutnya. Dan mereka tidak mendapati sejengkal tanah kecuali disitu ada bangkai Ya'juj dan Ma'juj. Mereka pun meminta kepada Allah Subhanahuwata'ala supaya Allah membersihkan, akhirnya Allah Subhanahuwata'ala mengirimkan burung yg membawa bangkai-bangkai mereka. 
     
    Kemudian Allah Subhanahuwata'ala menurunkan hujan yg membersihkan Bumi. [HR. Muslim]. 
     
    Dalam hadits shohih yg lain yg diriwayatkan Ibnu Majah, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    "Kaum muslimin akan menggunakan bekas busur, anak panah dan tameng kayu Ya'juj dan Ma'juj sebagai kayu bakar selama 7 tahun. Ini menunjukkan banyaknya jumlah Ya'juj dan Ma'juj". 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Madinah.
  35. Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi 'Isa Alaihissalam dan Munculnya Tanda-Tanda Besar Kiamat Yang Lain.
  36. Setelah jaya di zaman Nabi 'Isa Alaihissalam, melemahlah Islam kembali sedikit demi sedikit. Dan akan diangkat Al-Quran. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yang artinya: 
    "Islam akan hilang sedikit demi sedikit seperti hilangnya lukisan pada pakaian. Sehingga tidak diketahui apa itu puasa, sholat, menyembelih dan juga sodaqoh. Akan pergi Al-Quran dalam satu malam sehingga tidak tersisa satu ayat pun. Dan akan ada beberapa kelompok manusia laki-laki tua dan wanita tua, mereka mengatakan, kami mendapatkan nenek moyang kami mengatakan Laailaahaillallaah maka kami pun mengatakannya." [Hadits shahih riwayat Ibnu Majah]. 
     
    Akan datang masa dimana banyak perzinaan dilakukan secara terang-terangan di pinggir jalan. [HR. Muslim]. 
     
    Tidak ada haji ke Baitullah. [HR. Bukhari]. 
     
    Dan Ka'bah akan dihancurkan oleh sebagian orang. [HR. Muslim]. 
     
    Manusia akan kembali ke zaman jahiliyah bahkan lebih parah. Akan kembali tersebar penyembahan terhadap berhala. Dan merekalah orang-orang yg akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    "Tidak akan bangkit hari kiamat kecuali atas orang-orang yg paling jelek yg mereka lebih jelek daripada orang-orang yg hidup di jaman jahiliyah." [HR. Muslim]. 
     
    Urutan tanda-tanda besar hari kiamat sampai meninggalnya Nabi 'Isa Alaihissalam jelas di dalam hadits-hadits yg shahih. 
     
    Demikian pula tanda terakhir yaitu keluarnya api yang menggiring manusia ke Mahsyar atau tempat pengumpulan. 
     
    Adapun 6 tanda yg lain yaitu: 
     
    1. Terbitnya Matahari dari Barat. 
    2. Keluarnya hewan melata dari Bumi. 
    3. Keluarnya asap. 
    4. Tiga Khost. Yaitu tenggelamnya sebagian tanah di Barat, di Timur dan di Jazirah Arab. 
    Maka Allahu'alam tentang urutan yg benar bagi 6 tanda ini. Hanya Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam telah mengabarkan bahwasannya antara terbitnya Matahari dari Barat dan keluarnya seekor hewan melata dari Bumi, ini jaraknya sangat dekat. 
     
    Apabila salah satu dari keduanya muncul maka yg lain akan segera muncul. [HR. Muslim]. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  37. Terbitnya Matahari dari Barat.
  38. Matahari setiap harinya meminta ijin kepada Allah utk terbit dari Timur. Sampai ketika sudah waktunya maka Allah Subhanahuwata'ala tidak mengijinkan Matahari utk terbit dari Timur dan menyuruhnya kembali dari tempat dia datang yaitu arah Barat. Akhirnya terbitlah Matahari dari Barat. [HR. Bukhori rahimahullah]. 
     
    Terbitnya Matahari dari Barat adalah termasuk tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat. Apabila manusia melihat maka mereka akan beriman semuanya dan akan yakin bahwa kiamat memang sudah dekat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انتَظِرُوا إِنَّا مُنتَظِرُونَ} 
    [الأنعام : 158] 
     
    Artinya: 
    "Tidaklah mereka menunggu kecuali kedatangan para malaikat yaitu malaikat Maut atau kedatangan Allah atau kedatangan sebagian tanda-tanda kebesaran Allah. Hari ketika datang sebagian tanda-tanda kebesaran Tuhanmu tidak akan bermanfaat iman seseorang yg tidak beriman sebelumnya atau belum beramal kebaikan di dalam imannya. Katakanlah, tunggulah sesungguh kita juga menunggu." [QS: Al-An'aam:158]. 
     
    Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam menafsirkan bahwa tanda kebesaran Allah pada ayat ini adalah terbitnya Matahari dari Barat. 
     
    Saat itu orang kafir bertaubat dari kekafirannya. 
    Orang yg beriman yg sebelumnya menyia-nyiakan amal sholeh maka dia akan bertaubat dan beramal sholeh. 
     
    Namun pintu taubat dikala itu sudah tertutup dan amal tidak akan diterima karena dilakukan disaat terpaksa. Kecuali orang mukmin yg sebelum munculnya Matahari dari Barat sudah beriman dan beramal sholeh dan amalannya akan diterima. 
     
    Oleh karena itu seorang muslim hendaknya segera bertaubat kepada Allah Subhanahuwata'ala dari segala dosa. Bagaimana pun besar dosa yg dia miliki. Dan jangan menundanya. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ. 
     
    Artinya: 
    "Barangsiapa yg bertaubat sebelum terbitnya Matahari dari Barat maka Allah Subhanahuwata'ala akan menerima taubatnya." [HR. Muslim]. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  39. Keluarnya Seekor Hewan Melata dari Bumi dan Keluarnya Asap.
  40. Termasuk tanda besar dekatnya hari kiamat adalah keluarnya seekor hewan melata yg aneh yg bisa berbicara dengan manusia. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِّنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ} 
    [النمل : 82] 
     
    Artinya: 
    "Dan apabila telah datang keputusan atas mereka maka Kami akan keluarkan utk mereka Daabbah dari Bumi yang akan berbicara dengan manusia bahwa manusia dahulu tidak yakin dengan ayat-ayat Kami." [QS: An-Naml:82]. 
     
    Hewan tersebut akan keluar di waktu Dhuha sebagaimana disebutkan dalam hadits Muslim dan dia akan menandai orang kafir di hidungnya sebagai tanda kekafirannya. Maka manusia masing-masing dengan jelas akan mengetahui siapa yg mukmin dan siapa yg kafir. 
     
    Di dalam sebuah hadits yg shahih yg diriwayatkan oleh imam Ahmad, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    "Akan keluar seekor hewan melata dan akan menandai manusia pada hidung-hidung mereka." 
     
    Di antara tanda besar hari kiamat adalah keluarnya asap. Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (11)} 
    [الدخان : 10-11] 
     
    Artinya: 
    "Maka tunggulah hari dimana langit akan membawa asap yg nyata yg menutupi manusia. Inilah azab yg pedih." [QS. Ad-Dukhaan:10-11]. 
     
    Ibnu 'Abbas Radhiallahu'anhuma berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah asap yg akan keluar di akhir zaman sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat. 
     
    Dan asap ini merupakan siksaan dan azab bagi orang-orang kafir. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  41. Meninggalnya Orang-Orang yang Beriman sebelum hari Kiamat, Terbenamnya tanah secara besar-besaran di tiga tempat dan Keluarnya Api dari Yaman.
  42. Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhanahuwata'ala akan mengirimkan angin yg mencabut nyawa semua orang yg beriman. Sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-sejelek manusia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    "Kemudian Allah akan mengutus angin yg dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yg di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut. Sampai seandainya salah seorang dari mereka masuk ke gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan akan mencabut nyawanya. 
     
    Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yg ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kedzoliman satu dengan yg lain seperti ganasnya hewan buas. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran." [HR. Muslim]. 
     
    Di dalam sebuah hadits yg juga diriwayatkan oleh imam Muslim, disebutkan bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala mengutus angin tersebut dari Yaman. Sebagian ulama mengatakan bahwasannya angin tersebut berasal dari dua arah yaitu Yaman dan juga Syam. 
     
    Dan di antara tanda-tanda besar hari kiamat adalah akan terbenamnya tanah secara besar-besaran di tiga daerah yaitu Timur, Barat dan juga jazirah Arab sebagaimana di dalam hadits. 
     
    Dan termasuk tanda-tanda besar hari kiamat adalah munculnya api dari Yaman yg akan menggiring manusia ke tempat pengumpulan dan tempat dikumpulkannya manusia pada saat itu adalah Syam. [Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Baihaqi di dalam Syu'abul iman dan hadits ini shohih]. 
     
    Dan Syam adalah daerah-daerah sekitar Masjidil Aqsha. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    "Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan berjalan kaki. Sebagian naik kendaraan dan sebagian akan diseret di atas wajah-wajah mereka." [Hadits shahih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Api ini akan bersama mereka siang dan malam sehingga mereka sampai di tempat pengumpulan. [Sebagaimana bisa disimpulkan di dalam sebuah hadits Bukhari dan Muslim]. 
     
    Dan yg terakhir kali akan dikumpulkan adalah dua orang penggembala dari kabilah Mudzailah. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Pengumpulan di sini berbeda dengan pengumpulan manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya. Pengumpulan di sini adalah di dunia utk sebagian manusia. Sedangkan pengumpulan setelah dibangkitkannya manusia adalah di akhirat untuk semua manusia. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memberikan keselamatan kepada kita semua di dunia dan di akhirat. 
     
    Demikian yg bisa kita sampaikan. 
    Wabillahi taufiq walhidayah. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  43. Ditiupnya Sangkakala.
  44. Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan akan ditiupnya sangkakala. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam pernah ditanya apa itu sangkakala maka beliau mengatakan tanduk yang ditiup. Hadits shahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan juga Nasai. 
     
    Beberapa ayat menunjukkan bahwa sangkakala ditiup dua kali di antaranya adalah firman Allah Subhanahuwata'ala: 
     {وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ} 
    [الزمر : 68] 
     
    Artinya: 
    "Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu." [QS. Az-Zumar:68]. 
     
    Tiupan sangkakala pertama dengannya meninggal semua yg ada di langit dan di bumi kecuali yg Allah kehendaki. Tiupan ini terjadi di hari Jum'at sebagaimana dalam hadits Muslim. 
     
    Dan setiap Jum'at hewan-hewan mereka senantiasa memasang telinga antara waktu subuh sampai terbit matahari karena takut bila ditiup sangkakala pada hari tsb. [Hadits shohih riwayat Abu Dawud, Termidzi dan juga Nasai]. 
     
    Bila terdengar maka semua akan mencondongkan lehernya dan mengangkatnya. Dan yg pertama kali mendengar adalah seorang laki-laki yg sedang memperbaiki penampungan air utk minum untanya maka dia pun mati dan mati lah semua manusia. [HR. Muslim]. 
     
    Waktu tsb sangat singkat sehingga seseorang tidak akan sempat berwasiat dan tidak ada waktu kembali ke keluarganya. Mereka meninggal di tempatnya masing-masing. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (49) فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (50)} 
    [يس : 49-50] 
     
    Artinya: 
    Tidaklah mereka menunggu kecuali satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya. [QS. Yasiin:49-50]. 
     
    Di dalam shohih Bukhori disebutkan bahwa ada yg sudah mangangkat makanan ke mulutnya namun tidak sempat memakannya karena sudah ditiup sangkakala. Meninggallah seluruh manusia dan kerajaan hari itu adalah milik Allah Subhanahuwata'ala semata. 
     
    Ketahuilah, bahwa malaikat yg akan meniup sangkakala sekarang telah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintah oleh Allah Azza wajalla. [Hadits shohih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam ketika mengabarkan para sahabat dengan kabar ini, beliau Shallallaahu'alaihiwasalam menyuruh para sahabat utk mengatakan "hasbunallaah wa ni'mal wakil 'alallaahi tawakalna". Cukuplah Allah bagi kita dan Dialah sebaik-baik wakil. Hanya kepada Allah kita bertawakkal. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  45. Tiupan Sangkakala yang Kedua.
  46. Setelah tiupan pertama dan meninggal semua manusia maka akan ditiup sangkakala utk yg kedua kalinya. 
     
    Dan jarak antara dua tiupan adalah 40. Allahu'alam. Apakah 40 hari atau 40 bulan atau 40 tahun. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda di dalam hadits Abu Huroiroh Rhadhiallaahu'anhu:
     مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ 
     
    “(Jarak) antara dua tiupan adalah empat puluh.” [HR. Bukhari no. 4935] 
     
    Mereka bertanya kepada Abu Huroiroh, sahabat yg meriwayatkan hadits ini, 40 hari atau 40 bulan atau 40 tahun? Maka Abu Huroiroh enggan menjawabnya. Para ulama mengatakan karena tidak mengetahui ilmunya. Dan hadits ini shohih diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. 
     
    Dan di antara dua tiupan inilah Allah Subhanahuwata'ala akan menurunkan hujan yg ringan yang dengan sebabnya akan tumbuh jasad manusia di dalam kuburnya. Sebagaimana di dalam sebuah hadits yg diriwayatkan oleh Muslim, tulang ekor manusia yg telah dikabarkan oleh Nabi Shallallaahu'alaihiwasalam bahwasannya dia tidak akan hancur akan tumbuh seperti tumbuhnya tunas setelah hujan. Sehingga terbentuklah manusia kembali dengan ijin Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Kemudian Allah Subhanahuwata'ala akan menurunkan hujan dari langit maka mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya tunas. Tidak ada dari badan manusia sesuatu kecuali akan rusak kecuali satu tulang yaitu tulang ekor. Dan darinyalah akan dibentuk manusia pada hari kiamat. [HR. Bukhori dan Muslim]. 
     
    Saudara sekalian, Allah lah yg telah menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Dan dialah yg akan membangkitkan manusia setelah matinya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ...ُ} 
    [الروم : 27] 
     
    Artinya: 
    Dan Dia lah Allah Subhanahuwata'ala yg menciptakan manusia dari permulaan kemudian akan mengembalikan, menghidupkan kembali. Dan menghidupkannya itu adalah lebih mudah bagi Allah Subhanahuwata'ala. [QS. Ar-Ruum:27]. 
     
    Setelah terbentuknya jasad semua manusia maka malaikat akan meniup sangkakala utk yg kedua kalinya dan akan dikembalikan roh-roh kepada jasadnya. Dan hiduplah manusia serta akan dibangkitkan dari kuburnya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {...ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ} 
    [الزمر : 68] 
     
    Artinya: 
    Kemudian akan ditiup sangkakala yg kedua kalinya maka tiba-tiba mereka bangkit dalam keadaan menunggu. [QS. Az-Zumar:68]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan. 
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabatokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  47. Kebangkitan.
  48. Yang dimaksud kebangkitan adalah dikembalikan arwah kepada jasad. Sehingga manusia kembali hidup. 
     
    Akan digoncangkan bumi dengan segoncang-goncangnya dan terbuka kuburan manusia. Kemudian keluarlah semua manusia dari kuburnya dalam keadaan hidup. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا (3)} 
    [الزلزلة : 1-3] 
     
    Artinya: 
    Apabila bumi digoncang dengan segoncang-goncangnya. Dan bumi mengeluarkan beban-beban beratnya. Dan manusia bertanya, mengapa bumi menjadi begini?. [QS. Al-Zalzalah]. 
     
    Dan orang yg pertama kali terbuka kuburnya adalah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. [HR. Muslim]. 
     
    Manusia akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan dia ketika meninggal dunia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ 
     
    “Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya”. [HR. Muslim no 2878]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam mengabarkan bahwasannya orang yg meninggal dalam keadaan ihrom umroh atau haji maka akan dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah. [HR. Bukhori dan muslim]. 
     
    Orang-orang yg memakan riba akan bangkit seperti orang bangkitnya kesurupan yaitu keadaan sempoyongan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ...َ} 
    [البقرة : 275] 
     
    Artinya: 
    Orang-orang yg memakan riba tidak bangkit dari kuburnya kecuali seperti bangkitnya orang-orang yg kerasukan syaithan. [QS. Al-Baqarah:275]. 
     
    Inilah hari kebangkitan yg diingkari oleh orang-orang kafir dan dilalaikan oleh kebanyakan manusia. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَن لَّن يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ...ٌ} 
    [التغابن : 7] 
     
    Artinya: Orang-orang kafir menyangka bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, bahkan demi Rabbku kalian akan dibangkitkan. [QS. At-Taghoobun:7]. 
     
    Hari yg sangat sulit dan sangat berat. Pada hari itu manusia akan menyesal. 
     
    Orang kafir menyesal karena tidak beriman dan orang yg beriman menyesal karena tidak maksimal di dalam beramal di dunia. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memberikan kita dan orang-orang yg kita cintai kemudahan di dalam menghadapi hari yg sangat besar ini. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh hari ini. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wa barokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  49. Kejadian-Kejadian yang Dahsyat di Hari Kiamat.
  50. Pada hari Kiamat setelah bangkitnya manusia dari kubur. Akan terjadi kejadian-kejadian dahsyat di alam semesta yg kita lihat. Baik alam atas maupun alam bawah. Tidak ada yg mengetahui hakekat kedahsyatannya kecuali Allah 'Azza wa jalla. 
     
    Gunung yg sedemikian besar dan kokoh menancap di Bumi akan dijalankan oleh Allah sehingga menjadi fatamorgana dan dihancurkan menjadi berkeping-keping seperti tumpukan pasir yg beterbangan atau seperti bulu yg dihamburkan. [Lihat Al-Waaqiah:5-6, Al-Muzammil:14, An-Naba':20, At-Takwir: 3, Al-Qoori'ah: 5]. 
     
    Bumi yg sebelumnya tenang akan digoncangkan dengan segoncang-goncangnya dan dibentangkan dan diganti sifatnya hingga menjadi jelas tanpa gunung, tanpa lembah, tanpa pohon. [Lihat Tooha: 105-107, Al-Waaqi'ah: 4, At-Takwir: 3, Al-Zalzalah: 1]. 
     
    Laut-laut akan meluap sehingga menjadi lautan yg satu sehingga menjadi lautan api. [Lihat Al-Infithor: 3, At-Takwir: 6]. 
     
    Langit yg tujuh yg sangat tinggi dan sangat besar yg Allah tinggikan tanpa tiang, pada hari itu akan menjadi sangat lemah. Akan bergetar dan akan pecah. Dan akan berubah warnanya menjadi warna merah seperti mawar. [Lihat Al-Haaqqoh: 16, Al-Infithor: 1, Al-Insyiqoq: 1, Ar-Rohmaan: 37, Ath-Thuur: 9, At-Takwir: 11, Al-Furqoon: 25]. 
     
    Matahari akan digulung dan lenyap cahayanya. [QS. At-Takwir: 1]. 
     
    Bulan akan hilang cahayanya dan akan dikumpulkan dengan matahari. [QS. Al-Qiyaamah: 8-9]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: Artinya: Matahari dan bulan akan digulung pada hari kiamat. [HR. Bukhori]. 
     
    Bintang yg sedemikian banyaknya akan berjatuhan dan lenyap cahayanya. [Al-Infithor: 2, At-Takwir: 2]. 
     
    Ada sebagian ulama kita yg mengatakan bahwasannya semuanya ini terjadi di antara dua tiupan. Allaahu'alam. Allah yg lebih mengetahui mana yg benar. Yang terpenting bagi kita semua bahwasannya kita diperintahkan untuk takut dan supaya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi hari tsb. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada haloqoh berikutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  51. Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedahsyatan Hari Kiamat.
  52. Ketika manusia bangkit dari kuburnya dan melihat kedahsyatan hari Kiamat dan juga kehancuran alam semesta, mereka tercengang dan bergerak tidak tahu arah seperti laron atau anai-anai yg berhamburan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ}
     [القارعة : 4] 
     
    Artinya: 
    Hari dimana manusia seperti laron berhampuran. [QS. Al-Qoori'ah: 4]. 
     
    Manusia sangat takut. 
     
    Seandainya ada ibu yg menyusui niscaya dia akan lupa dengan anak yg dia susui. 
     
    Seandainya ada ibu yg hamil niscaya dia segera melahirkan anaknya. 
     
    Dan seandainya ada anak kecil niscaya dia akan menjadi tua. 
     
    Semuanya itu adalah karena mereka semua sangat takut. 
     
    Manusia sempoyongan seperti mabuk padahal mereka tidak mabuk. [Lihat Al-Hajj: 1-2, Al-Muzammil: 17]. 
     
    Manusia akan lari dari orang-orang yg sangat dia cintai di dunia. Lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Masing-masing memikirkan keselamatan dirinya sendiri. [Lihat surat 'Abasa: 34-37]. 
     
    Kemudian terdengar seruan, mereka pun bersegera menuju penyeru tersebut. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {...ْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَىٰ شَيْءٍ نُّكُرٍ (6) خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ (7) مُّهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ (8)} 
    [القمر : 6-8] 
     
     Artinya: 
    Pada hari dimana penyeru akan menyeru sesuatu yg mengerikan. Pandangan-pandangan mereka tertunduk hina. Keluar dari kuburan seperti belalang yg bertebaran. Mereka datang dengan cepat kepada penyeru tsb seraya berkata orang-orang kafir, ini adalah hari yg sangat sulit. [QS. Al-Qomar:6-8]. 
     
    Adapun orang-orang yg beriman kepada hari akhir dan takut dengan kedatangan hari tersebut kemudian dia beramal utknya maka Allah Subhanahuwata'ala akan memberikan rasa aman di dalam menghadapi hari tersebut. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ} 
    [الأنبياء : 103] 
     
    Artinya: Mereka tidak ditimpa rasa takut karena kedahsyatan hari kiamat dan mereka disambut malaikat yg berkata, inilah hari yg dijanjikan utk kalian. [QS. Al-Anbiyaa: 103]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  53. Al-Hasyr atau Pengumpulan bagian Pertama.
  54. Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman bahwasannya semua manusia setelah dibangkitkan akan dikumpulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Setelah gunung dijalankan dan bumi dirubah oleh Allah Subhanahuwata'ala menjadi dataran yg luas terbentang, tidak ada yg tinggi dan tidak ada yg rendah. 
     
    Tidak ada sesuatu yg merupakan penunjuk arah atau penunjuk jalan seperti bangunan atau pohon atau lainnya. 
     
    Maka manusia semuanya akan memenuhi seruan penyeru menuju padang mahsyar. Dan dikumpulkan di sana. 
     
    Wallahu'alam. Apakah bumi tsb atau padang mahsyar tsb adalah bumi kita sekarang yg diubah sifatnya saja atau diganti bumi yg lain. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ} 
    [ابراهيم : 48]
  55. Al-Hasyr atau Pengumpulan bagian Kedua.
  56. Di padang mahsyar akan didekatkan matahari sejarak satu mil sehingga manusia mendapatkan kesusahan yang sangat. 
     
    Mereka berkeringat sesuai dengan kadar amalannya yaitu kadar dosanya. Ada yg keringatnya sampai kedua mata kaki, dan ada yg sampai kedua lututnya, pinggangnya. Bahkan ada yg sampai mulutnya. [HR. Muslim]. 
     
    Salah seorang rhowi yaitu Sulaim ibnu Amir. Beliau mengatakan, demi Allah saya tidak tahu apa yg Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam maksud dgn satu mil di sini? Apakah jarak ataukah mil alat pencelak mata? Dan Allah 'Azza wa jalla adalah Zat Yang Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu. 
     
    Di dalam waktu yang sangat lama di padang mahsyar, mereka menunggu hari keputusan. Satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia. Namun Allah 'Azza wa jalla kan meringankan hari tersebut bagi orang-orang yang beriman. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ} 
    [المعارج : 4] 
     
    Artinya: 
    Para malaikat dan Jibril akan naik kepada Allah Subhanahuwata'ala pada waktu dimana satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia. [QS. Al-Ma'aarij: 4]. 
     
    Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan bahwasannya orang tidak membayar zakat hartanya, dia akan tersiksa dengan hartanya tsb sampai hari keputusan. Disebutkan di dalam hadits tsb, bahwasannya satu hari disitu seperti 50.000 tahun di dunia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Manusia akan berdiri untuk Allah Robbul'aalamiin pada saat itu selama setengah hari dari 50.000 tahun di dunia. Dan akan diringankan bagi orang yg beriman setengah hari tersebut seperti waktu antara menjelang tenggelamnya matahari sampai tengelamnya matahari. [Hadits shohih riwayat Ibnu Hibban]. 
     
    Di dalam hadits yg lain, Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam mengatakan: Allah akan mengumpulkan orang orang yg dahulu dan yg akhir pada waktu yg diketahui dalam keadaan berdiri selama 40 tahun dalam keadaan tajam pandangan mereka memandang ke langit menunggu waktu keputusan dari Allah 'Azza wa jalla. [Hadits shohih diriwayatkan Thabbrani di dalam Al-Mu'zamil Khabiir]. 
     
    Ada yg mengatakan bahwa berbedaan waktu tersebut tergantung amalan seseorang di dunia. Wallaahu'alamu bishawaab. Dan di saat itulah manusia menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sesaat saja. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَن لَّمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِّنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ} 
    [يونس : 45] 
     
    Artinya: 
    Dan pada hari dimana Allah Subhanahuwata'ala akan mengumpulkan mereka, mereka merasa seakan-akan mereka tidak tinggal di dunia kecuali sekejap saja di siang hari. Dan pada hari itu mereka saling mengenal di antara mereka. [QS. Yunus: 45]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahu wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  57. Orang-Orang yang mendapatkan Teduhan di Hari Kiamat.
  58. Ketika manusia dalam keadaan panas dan susah, Allah Subhanahuwata'ala memuliakan sebagian orang-orang yg beriman dengan memberikannya teduhan yaitu berada di bawah bayangan Arsy Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 7 golongan yg Allah Subhanahuwata'ala akan memberikan teduhan kepada mereka dimana tidak ada teduhan kecuali teduhan Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Kemudian beliau Shallallaahu'alaihiwasalam menyebutkan 7 golongan: 
     
    1. Pemimpin yg adil. 
    Yaitu pemimpin yang meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan syariat Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    2. Pemuda yg tumbuh dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah Subhanahuwata'ala. Yaitu tidak menggunakan masa mudanya utk berhura-hura atau mengikuti hawa nafsu seperti kebanyakan pemuda. 
     
    3. Laki-laki yg hatinya bergantung dengan Masjid. 
    Maksudnya sangat mencintai masjid. Di antaranya adalah menjaga sholat lima waktu secara berjamaah bagi laki-laki. 
     
    4. Dua orang yg saling mencintai karena Allah. Bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah. Maksudnya bukan saling mencintai karena dunia atau karena kerabat semata. Akan tetapi karena ketaatan saudaranya kepada Allah. 
     
    5. Laki-laki yg diajak berzina oleh seorang wanita yg memiliki kedudukan dan kecantikan kemudian laki-laki tersebut berkata aku takut kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
    Maksudnya dia meninggalkan perzinahan tersebut karena takut Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    6. Seseorang yg bershodaqoh kemudian menyembunyikan shodaqoh tersebut sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yg diinfaqkan oleh tangan kanannya. 
    Maksudnya dia menyembunyikan shodaqoh tersebut sehingga jauh dari padangan manusia dan pendengaran mereka. 
     
    7. Seseorang yg mengingat Allah dalam keadaan sendiri kemudian matanya meneteskan air mata karena takut kepada Allah Subhanahuwata'ala. [HR. Bukhori dan Muslim]. 
     
    Tujuh golongan di atas bukanlah pembatasan. Di dalam hadits yg lain. Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Barangsiapa yg memberikan tempo kepada orang yg kesusahan. Maksudnya adalah seorang yg miskin kesulitan dalam membayar hutang atau memaafkan hutangnya. 
    Maksudnya sebagian atau seluruhnya maka Allah akan memberikan teduhan. [HR. Muslim]. 
     
    Di dalam hadits yg lain beliau Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: Allah akan memberikan dia teduhan di bawah bayangan ArsyNya. [Hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Huroiroh Rhadhiallaahu'anhu]. 
     
    Di dalam hadits yg lain beliau Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Barangsiapa yg menghilangkan satu kesusahan dari orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan baginya di hari kiamat. [HR. Muslim]. 
     
    Bertaubatlah dari segala dosa. Perbanyaklah istighfar. Manfaatkan waktu dan potensi yg kita miliki utk bisa mengamalkan amalan-amalan di atas. Dan perbanyaklah menghilangkan kesusahan orang lain. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan kita dan menghilangkan kesusahan-kesusahan kita di hari kiamat. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan. 
     
    Wasalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah. 
  59. Keadaan Orang-Orang Yang Beriman dan Bertakwa di Hari Kiamat.
  60. Secara umum, orang-orang yg beriman dan bertakwa, mereka di hari tersebut akan mendapatkan rasa aman. Tidak takut dgn apa yg akan mereka hadapi di hari kiamat. Dan mereka tidak bersedih dengan dunia yg telah mereka tinggalkan. Rasa aman ini Allah Subhanahuwata'ala berikan sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan mereka. 
     
    Barangsiapa yg sempurna iman dan juga takwanya maka dia akan mendapatkan rasa aman yg sempurna. 
    Dan barangsiapa yg kurang iman dan juga takwanya maka berkurang pula rasa aman yg akan dia dapatkan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ ... (64)} 
    [يونس : 62-64] 
     
    Artinya: 
    Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih. Yaitu orang-orang yg beriman dan mereka bertakwa, bagi merekalah kabar gembira di dalam kehidupan dunia dan juga di akhirat. [QS. Yunus: 62-64]. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman: 
    {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ} [الأنعام : 82] 
     
    Artinya: 
    Orang-orang yg beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kedzholiman (yaitu dgn kesyirikan), merekalah orang-orang yg akan mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yg mendapatkan petunjuk. [QS. Al-An'am: 82]. 
     
    Yang demikian itu, karena mereka selama di dunia takut kepada Allah dan takut azab di hari kiamat. Maka Allah Subhanahuwata'ala memberikan rasa aman kepadanya di hari kiamat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman menceritakan tentang ucapan orang-orang yg beriman: 
      {إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا (10) فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا (11)} 
    [الانسان : 10-11] 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya kami takut dari Rabb kami pada hari dimana orang bermuka masam penuh dengan kesulitan maka Allah Subhanahuwata'ala menjaga mereka dari kesusahan pada hari tsb dan memberikan kepada mereka kecerahan wajah dan kegembiraan hati. [QS. Al-Insaan: 10-11]. 
     
    Umat Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwassalam akan memiliki ciri khusus yg tidak dimiliki oleh umat nabi yg lain. Wajah, tangan dan kaki mereka akan berwarna putih bekas wudhu mereka di dunia. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Orang yg mengumandangkan azan di dunia adalah orang yg paling panjang lehernya di hari kiamat. [HR. Muslim]. 
     
    Ada yg mengatakan bahwasannya hikmahnya adalah kepalanya lebih jauh dari genangan keringat daripada yg lain. 
     
    Orang-orang yg berbuat adil ketika membuat keputusan baik utk dirinya, keluarganya maupun orang-orang yg di bawah kekuasaannya maka dia akan berada di atas mimbar dari cahaya. [HR. Muslim]. 
     
    Semoga Allah Subhanahuwata'ala menjadikan kita termasuk orang orang yg mewujudkan iman dan juga takwa. 
     
    Beriman artinya membenarkan dan mempercayai dengan hati. 
     
    Bertakwa artinya mengamalkan kepercayaan tersebut dan keyakinan tersebut. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan. 
     
    Wassalamu'aoaikum warohmatullaahi wabarokatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  61. Keadaan Orang-Orang Yang Beriman Yang Berdosa di Hari Kiamat.
  62. Iman dan amal sholeh adalah sebab seseorang mendapatkan keamanan di hari kiamat. Sebaliknya dosa dosa dan maksiat bagi seorang mukmin akan menjadi sebab kesusahan di hari kiamat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَن نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ} 
    [الجاثية : 21] 
     
    Artinya: 
    Apakah orang orang yg melakukan dosa menyangka bahwasannya Kami akan menjadikan mereka seperti orang orang yg beriman dan mengerjakan amal sholeh? Yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yg mereka sangka tsb. [QS. Al-Jaatsiyah: 21]. 
     
    Orang yg tidak membayar zakat emas dan perak maka dia akan disetrika dahi, lambung dan punggung mereka dgn lempengan emas dan perak yg dipanaskan di neraka jahannam. 
     
    Orang yg memiliki onta kemudian dia tidak membayarkan zakatnya maka dia akan ditelentangkan ditempat yg rata kemudian onta-onta tsb akan menginjak-nginjaknya dan menggigitnya. 
     
    Orang yg memiliki sapi dan kambing kemudian dia tidak membayarkan zakatnya maka hewan hewan tersebut akan menginjak-nginjaknya dan menanduknya. 
     
    Demikian dilakukan terhadap mereka sampai hari keputusan. [HR. Muslim]. 
     
    Orang orang yg meminta kepada orang lain bukan dgn alasan yg dibenarkan secara syariat tapi hanya karena ingin memperbanyak hartanya maka akan datang di hari tsb dalam keadaan wajah tidak berdaging. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwassalam bersabda: 
    Artinya: 
    Senantiasa seseorang meminta kepada manusia sampai datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada di wajahnya sepotong daging pun. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Orang yg pernah melakukan ghulul yakni mengambil sebagian harta rampasan perang secara sembunyi-sembunyi maka dia akan membawa harta tsb di hari kiamat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {...َّ ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ...} 
    [آل عمران : 161] 
     
    Artinya: 
    Dan barangsiapa yg melakukan ghulul maka dia akan membawa harta ghulul tsb pada hari kiamat. [QS. Ali-'Imron: 161]. 
     
    Orang yg berkhianat di dunia maka akan diberikan bendera di hari kiamat kemudian dikatakan ini adalah pengkhianatan fulan bin fulan. [HR. Muslim]. 
     
    Sehingga manusia saat itu di padang mahsyar tahu bahwa dia adalah seorang pengkhianat. Dan masuk di dalam makna pengkhianatan adalah pengkhianatan rakyat terhadap penguasa yg sah dan pengkhianatan penguasa terhadap rakyatnya. Dan juga pengkhianatan terhadap perjanjian dan lain lain. Semakin besar pengkhianatan seseorang maka akan semakin tinggi benderanya. 
     
    Orang orang yg sombong di dunia maka akan dikumpulkan di padang mahsyar sebesar semut semut kecil dalam bentuk manusia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Akan dikumpulkan orang orang yg sombong di hari kiamat sebesar semut semut kecil berbentuk manusia. Mereka diselimuti kehinaan dari semua arah. [Hadits hasan riwayat Tirmidzi]. 
     
    Orang yg meludah ke arah kiblat maka ludahnya akan berada di antara dua matanya. [Hadits shohih riwayat Abu Dawud]. 
     
    Demikianlah keadaan sebagian orang orang beriman yg berdosa di padang mahsyar. 
     
    Dan barangsiapa yg menutup aib seorang muslim di dunia maka Allah Subhanahuwata'ala akan menutupi aibnya di hari kiamat. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Dan barangsiapa yg menutup aib seorang muslim maka Allah Subhanahuwata'ala akan menutupi aibnya di hari kiamat. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Waaaalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  63. Asy-Syafaatul Udzma - Syafaat Yang Paling Besar.
  64. Asy-Syafaatul Udzma adalah syafaat yg dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam utk para penduduk padang mahsyar. 
     
    Yang isinya adalah permintaan kepada Allah Subhanahuwata'ala supaya menyegerakan hari keputusan. 
     
    Dinamakan Asy-Syafaatul Udzma atau syafaat yg paling besar adalah syafaat ini diperuntukkan utk seluruh manusia. Baik yg mukmin maupun yg kafir. 
     
    Ketika sudah memuncak kesusahan di padang mahsyar, terik matahari, keringat yg menggenang, waktu yg sangat lama, dalam keadaan takut yg sangat menunggu hari keputusan maka manusia ingin disegerakan hari keputusan tsb. Mereka mendatangi orang orang yg memiliki kedudukan mulia supaya memohon kepada Allah Subhanahuwata'ala agar menyegerakan hari keputusan dan membebaskan mereka dari kesusahan yg berkepanjangan di padang mahsyar. 
     
    Pertama tama mereka mendatangi Nabi Adam Alaihissalam, bapak mereka manusia yg pertama. Namun beliau enggan dan meminta udzur dan merasa tidak berhak karena beliau pernah memaksiati Allah Subhanahuwata'ala dengan memakan sesuatu yg dilarang. 
     
    Kemudian Nabi Adam Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Nuh Alaihissalam. Rasul pertama yg diutus kepada manusia. Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena pernah meminta kepada Allah sesuatu yg tidak dibenarkan. 
     
    Kemudian Nabi Nuh Alaihissalam menyuruh manusia utk mendatangi Nabi Ibrahim Alaihissalam. Kekasih Allah. Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena merasa pernah berdusta. 
     
    Kemudian Nabi Ibrahim Alaihissalam menyuruh mendatangi Nabi Musa Alaihissalam. Seorang Nabi yg pernah diajak bicara oleh Allah. Namun beliau enggan dan merasa tidak berhak karena merasa pernah membunuh manusia tanpa diperintah oleh Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Nabi Musa menyuruh manusia mendatangi Nabi 'Isa Alaihissalam. Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak. 
     
    Akhirnya Nabi 'Isa Alaihissalam menyuruh manusia utk mendatangi Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihiwassalam. 
     
    Kemudian mereka mengatakan, wahai Muhammad engkau adalah Rasulullah penutup para Nabi. Allah Subhanahuwata'ala telah mengampuni dosamu yg telah lalu dan yg akan datang. Lakukanlah syafaat, mintalah kepada Robbmu untuk kami. Bukankah kamu telah melihat bagaimana keadaan kami? Bukankah kamu melihat bagaimana kesusahan kami? 
     
    Maka Rasulullah menuju bawah Arsy Allah Subhanahuwata'ala dan bersujud kepada Allah Subhanahuwata'ala. Kemudian Allah Subhanahuwata'ala mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian kepada Allah yg belum pernah diajarkan sebelumnya kepada seorangpun. 
     
    Kemudian dikatakan kepada beliau Shallallaahu'alaihiwassalam, wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah maka kamu akan diberi. Lakukanlah syafaat maka kamu akan dikabulkan syafaatmu. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Inilah yg dimaksud dgn maqoomun mahmuud. Yaitu kedudukan yg dipuji. Dimana beliau Shallallaahu'alaihiwassalam akan dipuji oleh seluruh manusia yg telah Allah janjikan utk beliau Shallallaahu'alaihiwassalam sebagaimana di dalam Al-Quran: 
     
     {...َ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا} 
    [الإسراء : 79] 
     
    Artinya: 
    Semoga Robbmu membangkitkan dirimu pada kedudukan yg terpuji. [QS. Al-Israa: 79]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  65. Datangnya Allah Subhanahuwata'ala Untuk Memberi Keputusan.
  66. Setelah Nabi Shallallaahu'alaihiwassalam diijinkan utk melakukan syafaat dan diterima syafaatnya oleh Allah maka Allah Subhanahuwata'ala akan datang utk memberi keputusan bagi penduduk mahsyar dan menghisab amalan amalan mereka. Allah datang dengan cara yg sesuai dengan keagungan Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Tidak mengetahui bagaimananya kecuali Allah. 
    Kewajiban kita adalah beriman bahwasannya Allah akan datang. 
    Tidak boleh kita ingkari. 
    Tidak boleh kita serupakan datangnya Allah dgn datangnya mahluk. 
    Dan tidak boleh kita takwil dengan mengatakan yg datang adalah perintahnya atau urusannya atau azabnya. 
     
    Langit akan pecah dgn awan putih, Allahu'alam dgn hakikatnya. 
     
    Akan diturunkan malaikat dan mereka akan datang dgn bershaf-shaf. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا} 
    [الفجر : 22] 
     
    Artinya: 
    Dan datanglah Robbmu dan para malaikat bershaf-shaf. [QS. Al-Fajr: 22]. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman: 
    {وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنزِيلًا} 
    [الفرقان : 25] 
     
    Artinya: 
    Dan hari dimana langit akan pecah dgn awan putih dan diturunkan para malaikat. [QS. Al-Furqon: 25]. 
     
    Ketika Allah datang, bersinarlah bumi dgn cahaya Allah dan didatangkan para Nabi dan para malaikat pencatat amal yg baik maupun yg jelek yg mereka akan dijadikan saksi. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ} 
    [الزمر : 69] 
     
    Artinya: 
    Dan bumi akan menjadi terang dgn cahaya Robbnya. Dan diletakkan kitab2 dan didatangkan para Nabi dan juga para syuhada yaitu para malaikat dan akan diputuskan di antara mereka dgn hak dan mereka tidak akan didzolimi. [QS. Az-Zumar: 69]. 
     
    Allah akan melipat langit. 
    {يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ...َّ} 
    [الأنبياء : 104] 
     
    Artinya: 
    Hari dimana Kami akan menggulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. [QS. Al-Anbiyaa: 104]. 
     
    Allah akan menggenggam bumi dan melipat langit dgn tangan kanannya kemudian berkata, Aku adalah raja, dimana raja-raja bumi? [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Suara Allah didengar penduduk mahsyar yg jauh maupun yg dekat. Sebagaimana di dalam shahih Bukhari. Dialah Allah Subhanahuwata'ala Maaliqiyawwmiddin yaitu raja yg menguasai hari pembalasan. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  67. Keadaan Manusia Ketika Datangnya Allah Subhanahuwata'ala.
  68. Kedatangan Allah di hari itu adalah kejadian yg sangat besar bagi semua mahluk. Allah yg telah menciptakan mereka supaya beribadah kepadaNya semata, mengutus para Rasul supaya ditaati, menurunkan kitab supaya diamalkan, memberikan kenikmatan supaya digunakan dgn baik akan datang utk menanyakan itu semua dan menghitung amalan amalan mereka. 
     
    Semua manusia merasa takut atas apa yg mereka lakukan di dunia. 
     
    Orang yg kafir akan takut atas kekafirannya kepada Allah. 
    Orang yg beriman akan merasa takut karena kemaksiatannya kepada Allah dan amalannya yg penuh kekurangan. 
     
    Dan akan di datangkan Jahannam yg akan semakin menambah rasa takut manusia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Akan didatangkan jahannam pada hari tsb. Jahannam tsb memiliki 70ribu tali pengikat. Pada setiap tali pengikat ada 70ribu malaikat yg akan menyeretnya. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا (21) وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (22) وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ (23) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (24)} 
    [الفجر : 21-24] 
     
    Artinya: 
    Sekali kali kali tidak. Apabila bumi digoncangkan dengan segoncang goncangnya dan datang Robb mu dan malaikat dgn berbaris. Dan di datangkan pada hari tsb jahannam. Pada hari tsb manusia akan sadar dan apa manfaat kesadaran pada hari tsb. Dia mengatakan, seandainya aku beramal utk kehidupanku ini. [QS. Al-Fajr: 21-24]. 
     
    Dan akan dipisahkan antara orang-orang yg beriman dan orang-orang yg kafir. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     
    {وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ} 
    [الروم : 14] 
     
    Artinya: 
    Dan ketika datang hari kiamat pada hari tsb mereka akan saling terpisah. [QS. Ar-Ruum: 14]. 
     
    Masing-masing umat akan duduk pada lututnya karena rasa takut kepada Allah Subhanahuwata'ala pada hari tsb. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰ إِلَىٰ كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ} 
    [الجاثية : 28] 
     
    Artinya: 
    Dan kamu akan melihat setiap umat akan duduk dgn lututnya dgn gelisah. Setiap umat akan dipanggil kepada kitab amalannya. Dikatakan pada mereka, hari ini akan dibalas amalan kalian. [QS. Al-Jatsiyaah: 28]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Sesungguhnya Allah Subhanahuwata'ala apabila datang hari kiamat akan turun kepada hamba hamba utk memutuskan di antara mereka dan masing-masing umat akan duduk di atas lututnya dgn gelisah. [Hadits shahih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassakamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  69. Keadilan Allah Subhanahuwata'ala ketika Hisab (bagian pertama).
  70. Yang dimaksud dengan Hisab adalah perhitungan Allah Subhanahuwata'ala terhadap amalan para hamba di dunia. 
     
    Hisab Allah adalah hisab yg sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kedzoliman sedikitpun. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ ...} 
    [النساء : 40] 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya Allah tidak akan mendzolimi meskipun sebesar zarroh sekalipun. [QS. An-Nisaa': 40]. 
     
    Dan yg dimaksud dgn zarroh adalah bagian terkecil dari sebuah benda atau yg dinamakan dgn atom. Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yg Allah berikan kepada para hamba adalah sangat banyak. Seandainya Allah Subhanahuwata'ala mengadzab semua mahluk maka bukanlah hal itu sebuah kedzoliman. Dan seandainya Allah merahmati niscaya rahmat Allah Subhanahuwata'ala lebih baik daripada amalan mereka. [Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Maajah]. 
     
    Yang demikian karena Allah Subhanahuwata'ala adalah pencipta mereka. Raja yg memiliki kerajaan. Semua mahluk adalah miliknya dan dalam kerajaanNya. Dan dia melakukan apa saja yg dia kehendaki di dalam kerajaanNya. 
     
    Di antara yg menunjukkan keadilan Allah Subhanahuwata'ala: 
     
    1. Bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah adalah Robb mereka. Dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan. [Lihat surat Al-A'roof: 172]. 
     
    2. Bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala telah mengutus para Rasul, para utusan, kepada manusia. Yg telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini. Dan mengajak mereka utk beriman dgn hari akhir. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا} 
    [النساء : 165] 
     
    Artinya: 
    Para Rasul yg datang utk memberi kan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allah Subhanahuwata'ala setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allah Subhanahuwata'ala adalah Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. [QS. An-Nisaa': 165]. 
     
    3. Bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala telah menugaskan para malaikat utk mencatat semua amalan manusia. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11)} 
    [الإنفطار : 10-11] 
     
    Artinya: 
    Dan sesungguhnya pada diri kalian ada malaikat malaikat yg menjaga atau mengawasi yg mereka mulia dan menulis mengetahui apa yg kalian kerjakan. [Al-Infithoor: 10-11]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh berikutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  71. Keadilan Allah Subhanahuwata'ala ketika Hisab (bagian kedua).
  72. Di antara keadilan Allah Subhanahuwata'ala ketika hisab: 
     
    4. Bahwasannya kebaikan dan kejelekan sekecil apapun yg disembunyikan di dalam hati maupun dinampakkan akan didatangkan oleh Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Tidak ada manusia yg didzolimi karena kebaikan yg terlupakan atau karena kejelekan yg tidak dia lakukan. 
     
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman:
     {فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)} 
    [الزلزلة : 7-8] 
     
    Artinya: 
    Maka barangsiapa yg mengamalkan kebaikan seberat atom sekalipun akan melihatnya. Dan barangsiapa mengamalkan kejelekan seberat atom sekalipun maka akan melihatnya. [QS. Al-Zalzalah: 7-8]. 
     
    5. Di antara keadilan Allah Subhanahuwata'ala ketika hisab, bahwasannya seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: {...وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ...َ} 
    [الأنعام : 164] 
     
     Artinya: 
    Dan sebuah jiwa tidak akan menanggung dosa jiwa yg lain. [QS. Al-An'Aam: 164]. 
     
    Kecuali apabila seseorang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa orang yg mengikutinya dalam kesesatan tsb. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
     ... وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا 
     
    Artinya: 
    Barangsiapa yg mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa orang yg mengikutinya. Tidak berkurang dari dosa mereka sedikitpun. [HR. Muslim]. 
     
    6. Di antara keadilan Allah Subhanahuwata'ala ketika hisab bahwasannya masing masing kita akan dipersilahkan melihat sendiri isi kitabnya. 
     
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {...وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا (13) اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا (14)} 
    [الإسراء : 13-14] 
     
    Artinya: 
    Dan kami akan keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu. Cukuplah dirimu pada hari ini yg menghisab dirimu sendiri. [QS. Al-Israa': 13-14]. 
     
    7. Di antara keadilan Allah Subhanahuwata'ala bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala akan mendatangkan para saksi supaya tidak ada alasan bagi manusia. 
     
    Didatangkan para Rasul yg bersaksi atas umatnya bahwasannya mereka sudah menyampaikan. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا} 
    [النساء : 41] 
     
    Artinya: 
    Maka bagaimana jika Kami datangkan seorang saksi dari setiap umat dan kami akan datangkan dirimu sebagai saksi atas mereka. [QS. An-Nisaa': 41]. 
     
    Malaikat akan menjadi saksi. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ} [ق : 21] 
     
    Artinya: 
    Dan akan datang setiap jiwa bersamanya malaikat yg menuntun dan malaikat yg menjadi saksi. [QS. Qof: 21]. 
     
    Bahkan anggota badan manusia akan menjadi saksi di hari kiamat. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} 
    [يس : 65] 
     
    Artinya: 
    Pada hari ini akan Kami tutup mulut mulut mereka dan tangan tangan mereka akan berbicara kepada Kami dan kaki kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yg sudah mereka lakukan. [QS. Yaasin: 65]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh berikutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  73. Memperbanyak Al-Hasanah (Kebaikan) dan Menghilangkan As-Sayyiah (Dosa) (bagian pertama).
  74. Seorang yg beriman kepada hari akhir dan beriman bahwasannya kelak akan dihisab maka hendaklah dia memohon rahmat dari Allah Subhanahuwata'ala kemudian mengambil sebab supaya memiliki al-hasanah sebanyak mungkin dan menghilangkan dosa sebisa mungkin. 
     
    Di antara caranya adalah: 
     
    1. Menjaga tauhid. 
    Yang merupakan hasanah atau kebaikan yg paling besar. Dan menjadi pondasi bagi al-hasanah yg lain. Dan merupakan sebab diampuni dosa seseorang. 
     
    2. Mencari amalan yg paling afdhol. 
    Yg apabila dilakukan maka dia akan mendapatkan hasanah yg banyak yg demikian karena kita sangat butuh dgn al-hasanah yg banyak sementara waktu utk mendapatkannya adalah sangat terbatas. 
     
    Amalan yg paling afdhol setelah rukun Islam dan kewajiban kewajiban agama yg lain, ada 3 amalan yaitu menuntut ilmu agama, jihad fi sabilillaah, dan zikrullah yg dilakukan dengan khusuk di sebagian besar waktunya. 
     
    Amalan yg wajib lebih afdhol dan lebih besar pahalanya daripada amalan yg sunnah. 
     
    Amalan yg waiib 'ain yaitu yg wajib atas semuanya lebih afdhol daripada amalan yg wajib kifayah yg apabila dilakukan oleh sebagian maka gugur atas yg lain. 
     
    Kewajiban yg berkaitan dgn hak Allah lebih afdhol daripada kewajiban yg berkaitan dgn hak mahluk. 
     
    Amalan yg lebih afdhol adalah amalan yg dilakukan dgn lebih ikhlas dan lebih mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. 
     
    Amalan sedikit yg mudah dikerjakan tanpa memberatkan diri dan dilakukan secara terus menerus lebih afdhol daripada amalan yg banyak tapi terputus. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ 
     
    Artinya: 
    Amalan yg paling dicintai oleh Allah Subhanahuwata'ala adalah dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Terkadang sebuah amalan afdhol bagi sebagian namun belum tentu afdhol bagi yg lain. Amalan yg manfaatnya sampai kepada orang lain lebih afdhol daripada amalan yg manfaatnya hanya utk dirinya sendiri. Contohnya seperti shodaqoh dan berdakwah fi sabilillah. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، ... 
     
    Artinya: 
    Barangsiapa yg mengajak kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala orang yg mengikutinya. Tidak dikurangi dari pahala mereka sedikitpun. [HR. Muslim]. 
     
    Amalan yg dikerjakan di waktu yg mulia lebih afdhol. Seperti amalan yg dikerjakan pada bulan Romadhon dan amalan yg dikerjakan pada 10hari yg pertama di bulan Julhijjah. 
     
    Sebagian amalan lebih afdhol dikerjakan di tempat mulia tertentu. Seperti sholat di masjidil harom, masjid nabawi dan masjidil aqsha. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  75. Memperbanyak Al-Hasanah (Kebaikan) dan Menghilangkan As-Sayyiah (Dosa) (bagian kedua).
  76. Sambungan... 
     
    Di antara cara utk memperbanyak al-hasanah dan menghilangkan as-sayyiah, yaitu: 
     
    3. Memanfaatkan kenikmatan Allah yg telah diberikan kepada kita semaksimal mungkin. 
    Seperti kenikmatan ilmu agama, kesehatan, waktu luang, harta benda, anggota badan yg lengkap dan sehat, jabatan, kenikmatan teknologi, kecerdasan, kenikmatan berbicara, dll. 
    Menggunakan kenikmatan tsb di jalan Allah Subhanahuwata'ala dgn niat yg benar yaitu utk mencari pahala Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Dua nikmat yg banyak manusia yg rugi di dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang. [HR. Bukhari]. 
     
    Dalam hadits yg lain Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Sesungguhnya orang-orang kaya mereka adalah orang-orang yg sedikit hasanahnya pada hari kiamat kecuali orang yg Allah berikan kekayaan kemudian bersodaqoh kepada yg ada di kanannya, kirinya, depan dan belakangnya dan beramal dengan kekayaan tsb amalan yg baik. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    4. Di antara cara memperbanyak hasanah adalah memperbaiki amalan supaya diterima di sisi Allah Subhanahuwata'ala. 
    Karena amalan bisa menjadi hasanah bagi seseorang bila diterima disisi Allah Subhanahuwata'ala. 
    Dan syarat diterimanya amalan ada dua yaitu ikhlas dan sesuai dgn sunnah Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam. 
     
    5. Bertaubat dari dosa yg diiringi dgn iman dan amal sholeh. 
    Karena barangsiapa yg melakukan yg demikian itu maka dosanya akan diganti dgn hasanah. 
    Allah Subhanahuwata'ala menyebutkan, orang yg menyekutukan Allah Subhanahuwata'ala, membunuh jiwa tanpa hak, berzina maka mereka akan mendapatkan azab yg pedih di hari kiamat kecuali apabila dia bertaubat, beriman dan mengerjakan amal sholeh maka Allah Subhanahuwata'ala akan mengganti dosa-dosa mereka menjadi sebuah kebaikan. [QS. Al-Furqoon: 68-70]. 
     
    6. Memperbanyak istighfar setiap melakukan dosa atau kurang bersyukur atas nikmat atau kurang dalam melakukan kewajiban atau lalai dari mengingat Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِيْ صَحِيْفَتِهِ اِسْتِغْفَارًاكَثِيْرًا 
     
    Artinya: 
    Tuba bagi orang yg menemukan di dalam kitabnya istighfar yg banyak. [Hadits shahih riwayat Ibnu Majah]. 
     
    Tuba ada yg mengatakan maknanya adalah Surga. Dan ada yg mengatakan maknanya adalah nama pohon di Surga. 
     
    7. Tidak melakukan amalan yg mengurangi pahalanya. 
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Aku mengetahui ada sebagian umatku yg akan datang pada hari kiamat dengan membawa hasanah sebesar gunung gunung Tihama. Maka Allah Subhanahuwata'ala menjadikan hasanah tsb seperti debu yg beterbangan maka salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam tentang sifat mereka. Maka Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam mengabarkan bahwasanya mereka adalah saudara saudara kita. Sholat malam sebagaimana kita sholat malam akan tetapi mereka apabila dalam keadaan sendiri dgn sesuatu yg diharamkan, mereka pun melanggarnya. [Hadits shahih riwayat Ibnu Majah]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan dalam kesempatan kali ini. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  77. Memperbanyak Al-Hasanah (Kebaikan) dan Menghilangkan As-Sayyiah (Dosa) (bagian ketiga).
  78. Di antara cara utk memperbanyak al-hasanah dan menghilangkan as-sayyiah adalah: 
     
    8. Bersabar atas musibah dan ujian. 
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda:
     مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِيْ نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ 
     
    Artinya: 
    Senantiasa ujian menimpa seorang mukmin dan mukminah di dalam dirinya dan anaknya dan juga hartanya sampai ia bertemu dgn Allah Subhanahuwata'ala dan dia tidak memiliki dosa. [Hadits riwayat At-Tirmidzi]. 
     
    Di dalam hadits yg lain beliau Shallallaahu'alaihiwasalam mengatakan yg artinya: Ketika orang-orang yg terkena musibah di dunia mendapatkan pahala pada hari kiamat maka ahlu 'aafiyah yaitu orang-orang yg tidak banyak terkena musibah akan berkeinginan senadainya kulit kulit mereka digunting di dunia. [Hadits hasan riwayat Tirmidzi]. 
     
    Yg demikian karena mereka melihat besarnya pahala orang orang yg bersabar. 
     
    Sebagaimana firman Allah Subhanahuwata'ala: 
     {...إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ} 
    [الزمر : 10] 
     
    Artinya: 
    Sesungguhnya akan disempurnakan pahala orang orang yg bersabar tanpa batas. [QS. Az-Zumar: 10]. 
     
    9. Beramal sholeh secara umum berdasarkan dalil dalil yg shahih. 
    Seperti membaca AlQuran, berpuasa, dll. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Barangsiapa yg membaca satu huruf dari kitabullah yaitu AlQuran maka setiap huruf dia akan mendapatkan 1 hasanah dan 1 hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah. [Hadits shahih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwasannya setiap amalan anak Adam satu hasanah akan dilipatgandakan menjadi 10 hasanah sampai 700 kecuali puasa karena sesungguhnya puasa adalah utk Allah dan Dialah yg akan membalasnya. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Mintalah senantiasa kepada Allah pertolongan di dalam beramal. Beramallah sebaik mungkin dan mohonlah kepada Allah supaya diterima. 
     
    Dan ketahuilah bahwasannya amal kita hanyalah sebab dan bukan pengganti kenikmatan Surga dan keselamatan dari Neraka. 
     
    Seandainya seseorang beramal semaksimal mungkin sebaik baiknya selama hidupnya niscaya tidak cukup utk membalas kenikmatan Allah di dunia. Maka bagaimana dgn kenikmatan akhirat? Rahmat atau kasih sayang dan anugerah Allah lah yg lebih kita harapkan. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Amalan seseorang tidaklah memasukkannya dia ke dalam Surga. Para sahabat berkata, tidak juga engkau yaa Rasulullah? Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam menjawab, tidak juga saya kecuali Allah Subhanahuwata'ala melimpahkan kepadaku anugerah dan rahmatNya. HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  79. Pertanyaan Ketika Hisab (bagian pertama).
  80. Ketika hisab, Allah Subhanahuwata'ala akan berbicara kepada seorang hamba dengan cara yg sesuai dgn keagungan Allah. 
     
    Allah akan bertanya tentang apa yg sudah mereka lakukan di dunia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Tidaklah di antara kalian kecuali Robbnya akan berbicara kepadanya. Tidak ada antara dia dgn Allah penterjemah. Dia akan melihat sebelah kanannya maka dia tidak melihat kecuali amalan yg telah dia lakukan. Dan melihat sebelah kirinya maka dia tidak melihat kecuali amalan yg telah dia lakukan. Dan akan melihat depannya maka dia tidak melihat kecuali Neraka berada di depannya. Maka jagalah diri kalian dari Neraka meskipun dengan separoh buah kurma. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Adapun hadits yg berisi bahwasannya ada tiga golongan yg Allah Subhanahuwata'ala tidak akan berbicara kepada mereka di hari kiamat yaitu: 
     
    1. Orang yg mengungkit ngungkit pemberian. 
    2. Orang yg menjual barang dgn sumpah palsu. 
    3. Orang yg musbil yakni memanjangkan pakaian di bawah mata kaki bagi laki-laki. [HR. Muslim]. 
     
    Maka yg dimaksud dgn hadits ini seperti yg dikatakan oleh sebagian ulama bahwasannya Allah Subhanahuwata'ala tidak akan berbicara dengan mereka dalam keadaan ridho tapi Allah Subhanahuwata'ala akan berbicara kepada mereka dalam keadaan marah. 
     
    Di antara hal yg ditanyakan di hari kiamat: 
     
    1. Tauhid kita kepada Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ} 
    [الأعراف : 6] 
     
    Artinya: 
    Maka sungguh Kami akan tanya umat yg telah diutus kepada mereka para Rasul dan sungguh Kami akan tanya para Rasul. [QS. Al-A'roof: 6] 
     
    Kita akan ditanya bagaimana kita menjawab ajakan Rasul. Dan ajakan Rasul yg paling besar adalah TAUHID. 
     
    2. Kenikmatan yg Allah berikan kepada kita di dunia. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ} 
    [التكاثر : 8] 
     
    Artinya: 
    Kemudian sungguh sungguh kalian akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan. [QS. At-Takatsur: 8]. 
     
    Di antara kenikmatan tsb adalah kenikmatan makanan dan minuman bagaimanapun sederhananya dipandangan manusia. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Sesungguhnya pertanyaan pertama yg akan ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat tentang kenikmatan adalah akan dikatakan kepadanya bukankah Kami telah menyehatkan badanmu dan memberimu air yg dingin? [Hadits shahih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Di dalam hadits yg lain, Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya utk apa dia gunakan? 
    Dan ditanya tentang ilmunya apa yg telah dia amalkan? 
    Dan akan ditanya tentang hartanya darimana dia dapatkan dan dalam perkara apa dia gunakan? 
    Dan akan ditanya tentang anggota badannya utk apa dia gunakan? 
    [Hadist shahih riwayat Tirmidzi]. 
     
    Orang yg mensyukuri nikmat tsb, dialah yg akan selamat. 
    Mensyukuri dengan hati, lisan maupun perbuatan. 
    Hatinya mengakui kenikmatan tsb bahwasannya itu adalah dari Allah. 
    Lisannya bersyukur dan memuji Allah Subhanahuwata'ala. 
    Dan dia mempergunakan kenikmatan tsb di dalam hal yg diperbolehkan Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  81. Pertanyaan Ketika Hisab (bagian kedua).
  82. Di antara hal yg akan ditanyakan Allah Subhanahuwata'ala ketika hisab adalah pendengaran, penglihatan dan hati kita. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} 
    [الإسراء : 36] 
     
    Artinya: 
    Janganlah kamu mengikuti apa yg kamu tidak punya ilmunya. Sesungguhnya setiap manusia kelak akan ditanya tentang pendengaran dan penglihatan dan hatinya. [QS. Al-Isroo': 36]. 
     
    Dengan demikian hendaklah seorang muslim menjaga pendengaran, penglihatan dan hatinya dari apa yg Allah haramkan. 
     
    Di antara yg akan ditanyakan adalah perjanjian. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا} 
    [الإسراء : 34] 
     
    Artinya: 
    Dan sempurnakanlah perjanjian. Sesungguhnya perjanjian akan ditanyakan. [QS. Al-Isroo': 34]. 
     
    Dan perjanjian di sini mencakup perjanjian seorang hamba kepada Allah maupun kepada mahluk. Seorang muslim dituntut utk menyempurnakan janjinya. 
     
    Di antara hal yg akan ditanyakan adalah tentang amanat yg telah Allah berikan kepada kita. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Setiap kalian adalah penjaga amanat. Dan setiap kalian akan ditanya tentang amanat tsb. 
    Seorang imam atau pemimpin negara adalah penjaga amanat dan dia akan ditanya tentang amanat tsb. 
    Seorang bapak adalah penjaga amanat di dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang amanat tsb. 
    Seorang ibu adalah penjaga amanat di dalam rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang apa yg dia jaga. 
    Dan seorang pembantu adalah penjaga amanat harta majikannya dan dia akan ditanya tentang amanat tsb. 
    [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Seorang pemimpin mendapat amanat dari Allah utk menegakkan hukum hukum Allah atas rakyatnya dan berbuat adil. 
     
    Seorang bapak mendapat amanat utk memimpin keluarga dan membawa mereka kepada kebaikan serta memberikan hak hak mereka. 
     
    Seorang ibu mendapat amanat utk mengurus rumah tangga dan mengurus anak dan menasehati suami dan lain lain. 
     
    Seorang pembantu mendapat amanat utk menjaga harta majikannya dan melaksanakan pekerjaan sebagai seorang pembantu. 
     
    Masing masing kita hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik baiknya. Apapun peran kita sesuai dengan yg Allah perintahkan. Baik kita sebagai pemimpin maupun yg dipimpin. Baik sebagai seorang juru dakwah atau didakwahi. Baik sebagai seorang suami maupun sebagai istri. Baik sebagai seorang ayah, seorang ibu maupun seorang anak. Baik seorang guru maupun murid. Dan lain lain. 
     
    Masing masing hendaknya melaksanakan amanat dan kewajiban sebaik baiknya. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dam sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  83. Keadaan Manusia Ketika Hisab.
  84. Ada di antara manusia yg kelak akan sulit hisabnya. 
    Ada yg mudah. 
    Dan ada di antara mereka yg sama sekali tidak dihisab. 
     
    Orang orang kafir menurut pendapat yg lebih kuat, meskipun amalan mereka adalah amalan yg sia sia namun mereka akan dihisab dan ditanya oleh Allah Subhanahuwata'ala. 
    Sebagai celaan kepada mereka dan utk menunjukkan keadilan Allah Subhanahuwata'ala serta menegakkan hujah atas mereka. 
     
    Hisab orang orang kafir akan sangat teliti. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Barangsiapa yg diperiksa dengan teliti hisabnya maka dia akan binasa. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Adapun orang orang yg beriman maka mereka akan dihisab dengan hisab yg mudah. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
     {فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8)} 
    [الإنشقاق : 7-8] 
     
    Artinya: 
    Adapun orang yg diberikan kitab dari tangan kanannya maka dia akan dihisab dgn hisab yg mudah. [QS. Al-Insyiqooq: 7-8]. 
     
    Dan yg dimaksud dengan hisab yg mudah, 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda di dalam sebuah hadits yg artinya: 
    Sesungguhnya Allah akan mendekatkan seorang mukmin kemudian menutupinya kemudian Allah berkata kepadanya, apakah kamu mengetahui dosa ini? 
    Apakah kamu mengetahui dosa ini? 
    Maka orang mukmin tersebut akan berkata, iya wahai Robbku. Sehingga ketika Allah Subhanahuwata'ala sudah membuatnya mengakui dosa dosanya dan hamba tersebut melihat bahwasannya dirinya akan binasa, yaitu karena dosa dosa tersebut, maka Allah Subhanahuwata'ala akan berkata, Aku telah menutupi dosa dosamu ini di dunia dan Aku mengampuninya utkmu hari ini. Maka dia pun diberi kitab kebaikan kebaikannya. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda yg artinya: 
    Bahwasannya ada 70.000 orang dari umatnya yg kelak tidak dihisab sama sekali. Beliau Shallallaahu'alaihiwasalam menyebutkan bahwasannya mereka adalah orang orang yg tidak pernah minta diobati dengan besi panas. Tidak minta di rukyah orang lain. Tidak bertathoyur yaitu menganggap sial dgn melihat burung atau yg semisalnya dan mereka hanya bertawakkal kepada Allah. 
    Di antara mereka adalah seorang sahabat Ukasyah ibnu Mihsoon. [HR. Bukhari dan Muslim]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabatokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  85. Orang Yang Pertama Dihisab, Amalan Yang Pertama Dihisab. Dan Hal Yang Pertama Dihisab.
  86. Orang yg pertama kali akan dihisab pada hari kiamat ada 3 orang. 
     
    1. Orang yang berjihad karena riya. 
    Dia akan didatangkan dan akan diperlihatkan kenikmatan yg telah Allah berikan kepadanya. 
    Maka dia pun mengenalnya. Kemudian ditanya oleh Allah Subhanahuwata'ala, apa yg kamu lakukan terhadap kenikmatan ini? 
    Dia berkata, aku gunakan utk berperang dijalanMu sampai aku mati syahid. 
    Allah berkata kepadanya, kamu dusta. Akan tetapi kamu berperang supaya dikatakan pemberani dan manusia sudah mengatakan engkau adalah pemberani. 
     
    2. Kemudian didatangkan orang yg mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca AlQuran akan tetapi melakukan itu semua karena riya. 
    Kemudian diperlihatkan kenikmatan yg Allah berikan kepadanya maka dia pun mengenalnya. 
    Maka Allah bertanya, apa yg kamu lakukam terhadap kenikmatan ini? 
    Dia berkata, aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca AlQuran karenaMu. 
    Allah berkata, kamu dusta. Kamu mempelajari ilmu, mengajarkannya supaya dikatakan alim dan kamu membaca AlQuran supaya disebut Qori. Dan manusia sudah mengatakan demikian. 
     
    3. Kemudian didatangkan orang yang Allah luaskan hartanya dan telah diberikan berbagai macam harta benda. 
    Maka Allah memperlihatkan kenikmatan yg telah Allah berikan kepadanya maka dia pun mengenalnya. 
    Kemudian Allah bertanya, apa yg kamu lakukan terhadap kenikmatan ini? 
    Dia pun menjawab, tidaklah aku tinggalkan satu jalan yg Engkau cinta, aku berinfak di dalamnya kecuali aku infak di dalamnya. Allah berkata, kamu dusta. Akan tetapi engkau melakukannya supaya dikatakan dermawan. Dan sungguh manusia telah mengatakan demikian. 
     
    [HR. Muslim]. 
     
    Amal ibadah yg pertama kali akan dihisab adalah sholat 5 waktu. Apakah seorang hamba menyempurnakan sholatnya atau tidak. Jika sempurna maka akan ditulis sempurna dan apabila kurang maka Allah Subhanahuwata'ala akan memerintahkan para malaikat utk melihat sholat sholat sunnahnya. 
     
    Apabila ia memiliki sholat sholat sunnah maka akan digunakan utk menambal kekurangan yg dilakukan ketika sholat fardhu. [Hadits shohih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Maajah]. 
     
    Adapun hal pertama yg berkaitan dengan hak antar manusia yg akan dihisab adalah tentang darah. 
     
    Rasulullah Shallallaahu'alaihiwasalam bersabda: 
    Artinya: 
    Hal yg pertama kali akan dihisab yg berkaitan dgn hak antar manusia adalah tentang darah. [HR. Muslim]. 
     
    Itulah yg bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.
  87. Pemberian Kitab.
  88. Setelah Allah Subhanahuwata'ala menghisab seorang hamba, maka hamba tersebut akan diberi kitab.
     
    Orang yg beriman dengan hisab dan hari perhitungan dan dia beramal maka dia akan menerima kitab yg berisi hasanah dengan tangan kanannya dan kelak akan kembali kepada keluarganya di dalam Surga dalam keadaan yg sangat bahagia. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8) وَيَنقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا (9)} 
    [الإنشقاق : 7-9] 
     
    Artinya: 
    Maka adapun orang yg diberi kitab dengan tangan kanannya maka dia akan dihisab dgn hisab yg mudah. Dan akan kembali kepada keluarganya dalam keadaan bahagia. [QS. Al-Insyiqooq: 7-9]. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman: 
     {فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19) إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ (21) فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ (22) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ (23) كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ (24)} 
    [الحاقة : 19-24] 
     
    Artinya: 
    Maka adapun orang yg diberi kitab dengan tangan kanannya, dia akan berkata kepada orang lain, silahkan baca kitabku ini, sesungguhnya aku dahulu di dunia yakin akan bahwa aku akan menemui hisab. Maka dia akan berada di dalam kehidupan yg di ridhoi di Surga yg tinggi yg buah buahannya rendah (maksudnya mudah dipetik). Dikatakan kepada mereka, makanlah kalian dan minumlah dengan nikmat karena amal amal yang kalian kerjakan pada hari hari yang telah lalu. [QS. Al-Haaqqoh: 19-24]. 
     
    Adapun orang kafir dan munafik maka dia akan menerima kitab dengan tangan kiri dari arah belakang. Pertanda bahwasannya mereka akan masuk ke dalam Neraka. Diapun berteriak dengan kecelakaan. Tidak bermanfaat bagi mereka, harta mereka yang melimpah dan jabatan mereka yang tinggi di dunia. Mereka menyesal dan berangan angan seandainya tidak diberi kitab dan berangan angan seandainya tidak dibangkitkan oleh Allah Subhanahuwata'ala. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala berfirman: 
    {وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (11) وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا (12) إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا (13) إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ (14)} 
    [الإنشقاق : 10-14] 
     
    Artinya: 
    Dan adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya maka dia akan berteriak dengan kecelakaan. Dan akan masuk kelak di dalam Neraka. Sesungguhnya dahulu dia bergembira ria bersama keluarganya. Dan sesungguhnya dahulu dia menyangka bahwa dia tidak akan kembali kepada Allah Subhanahuwata'ala. [QS. Al-Insyiqooq: 10-14]. 
     
    Allah Subhanahuwata'ala juga berfirman: 
    {وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32)} 
    [الحاقة : 25-32] 
     
    Artinya: 
    Adapun orang orang yang diberi kitab dari sebelah kiri maka dia akan berkata, "Seandainya aku tidak diberi kitabku ini dan seandainya aku tidak mengetahui hisabku. Seandainya kematian yang menyudahi segalanya. Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku." Maka Allah berkata, "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala nyala. Kemudian ikatlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. [QS. Al-Haaqqoh: 25-32]. 
     
    Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya. 
     
    Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. 
    Abdullaah Roy. 
    Di kota Al-Madinah.

Semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan kita semua dan orang-orang yg kita cintai utk memahami agama Islam ini. 
 
Dan mari sama-sama kita belajar dan mempelajari Islam dengan benar di HSI Abdullah Roy dari dasar dan step by step secara online/group whatsapp yang akan dibimbing oleh Ustadz DR. Abdullah Roy, Lc, MA Hafidzahullah.
Semoga Allah Subhanahuwata'ala menganugerahkan kita ilmu yang bermanfaat dan menghindarkan kita dari ilmu yang tidak bermanfaat (ilmu kosong tanpa dalil penuh kedustaan belaka). Aamiin.

Silahkan update info terkini tentang HSI di medsosnya atau langsung daftar ke: https://daftar.hsi.id/
 
Wabilahi taufiq wal hidayah. 
Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. 

Note:
Insya Allah akan selalu diupdate oleh Abu Zaid.

Komentar