Kisah Kentang dan Anak Cerdas

Akal manusia yang mengagumkanku:

Syaikh Prof. DR. Ashim bin Abdullaah Al Qaryuti





Umurnya baru 19 tahun, ia dipenjara dengan tuduhan menembus intelejen Amerika dan mencuri banyak rahasia negara. Dia dijuluki sebagai rubah karena kecerdikannya.


Ayah anak ini sudah tua, hidup seorang diri. Ayahnya suka menanam pohon kentang di halaman rumahnya. Namun, karena sudah tua, ia tak bisa lagi melakukannya. Maka ia mengirim surat pada anaknya yang sedang dipenjara, isi suratnya:


"Anakku tersayang, aku berharap engkau bersamaku untuk membantuku menggali halaman ini agar bisa menanam kentang. Tak ada lagi yang bisa membantuku".


Beberapa waktu kemudian, sang ayah menerima surat dari putranya. Dalam suratnya, sang anak berkata:

"Wahai ayahku yang mulia, hati-hati! Jangan menggali halaman rumah kita, karena aku menyimpan sesuatu yang penting di sana! Nanti kalau aku sudah keluar dari penjara akan kuceritakan padamu!".


Tak berapa lama setelah surat itu datang, tiba-tiba banyak Intel dan tentara yang mengepung rumah itu. Mereka menggali tanah di halaman rumah itu jengkal demi jengkal, namun mereka tak menemukan apa-apa. Akhirnya mereka pun meninggalkan rumah tersebut.


Di hari selanjutnya, datanglah lagi surat dari sang anak, dalam surat tersebut sang anak berkata:

"Ayahku yang mulia, mudah-mudahan halaman kita sudah digali dengan baik. Hanya itu bantuan yang bisa aku berikan padamu".

===

Follow Chanel telegram & instagram Syaikh Prof.Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id


#SyaikhAshimAlQaryuti #twitulama #nasehat #cerdik #cerita

Komentar